@olena936: @Андрей Мельничук298

💫💫💫🌍💫💫💫
💫💫💫🌍💫💫💫
Open In TikTok:
Region: UA
Friday 08 September 2023 12:58:48 GMT
558
94
2
1

Music

Download

Comments

user72100536201954
user72100536201954елена :
😁😁😁
2023-09-08 14:18:01
0
user5795904739745
Акан :
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏🙏❤
2023-09-08 15:45:38
0
To see more videos from user @olena936, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

harapanrakyat.com,- Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Cipayung Plus bersama Poros Pelajar Kota Tasikmalaya di depan Bale Kota Tasikmalaya pada Jumat (16/10/2026) berlangsung memanas. Massa mahasiswa menyuarakan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya, DPRD, hingga aparat kepolisian setempat. Dalam aksinya, massa menuntut pemakzulan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan DPRD serta Kapolres Tasikmalaya Kota. Suasana di lokasi memuncak ketika demonstran berupaya masuk ke lingkungan kantor Pemkot untuk menemui pimpinan daerah secara langsung. Langkah tersebut sempat dihadang ketat oleh petugas pengamanan di gerbang utama, hingga memicu aksi memanjat pagar dan pembakaran ban bekas di depan kompleks pemerintahan. Lantaran tak kunjung ditemui pejabat Pemkot hingga sore hari, massa mencari jalur alternatif dan akhirnya berhasil menerobos masuk melalui pintu belakang gedung. Para demonstran kemudian sempat menduduki ruangan staf ahli, sementara ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya dalam kondisi terkunci. Koordinator lapangan aksi, Teni Ramdani, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan puncak kekecewaan mahasiswa terhadap jalannya roda pemerintahan daerah yang dinilai stagnan. Setelah sekitar dua tahun masa kepemimpinan Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Candra, hasil pembangunan konkret di lapangan dianggap belum dirasakan oleh masyarakat luas.
harapanrakyat.com,- Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Cipayung Plus bersama Poros Pelajar Kota Tasikmalaya di depan Bale Kota Tasikmalaya pada Jumat (16/10/2026) berlangsung memanas. Massa mahasiswa menyuarakan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya, DPRD, hingga aparat kepolisian setempat. Dalam aksinya, massa menuntut pemakzulan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan DPRD serta Kapolres Tasikmalaya Kota. Suasana di lokasi memuncak ketika demonstran berupaya masuk ke lingkungan kantor Pemkot untuk menemui pimpinan daerah secara langsung. Langkah tersebut sempat dihadang ketat oleh petugas pengamanan di gerbang utama, hingga memicu aksi memanjat pagar dan pembakaran ban bekas di depan kompleks pemerintahan. Lantaran tak kunjung ditemui pejabat Pemkot hingga sore hari, massa mencari jalur alternatif dan akhirnya berhasil menerobos masuk melalui pintu belakang gedung. Para demonstran kemudian sempat menduduki ruangan staf ahli, sementara ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya dalam kondisi terkunci. Koordinator lapangan aksi, Teni Ramdani, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan puncak kekecewaan mahasiswa terhadap jalannya roda pemerintahan daerah yang dinilai stagnan. Setelah sekitar dua tahun masa kepemimpinan Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Candra, hasil pembangunan konkret di lapangan dianggap belum dirasakan oleh masyarakat luas. "Berbicara masalah pembangunan hari ini, tidak ada yang signifikan. Program-program unggulan Wali Kota Tasikmalaya juga tidak benar-benar dijalankan. Kami menganggap kepemimpinan Viman-Diky gagal, makzulkan," ujar Teni di tengah orasinya.

About