@yhoncitholeon: #fypシ #fy #videoviral #oliverio #felicitas #devuelta #devueltaalbarrio #cada_mañanita_pienso_en_ti #cada #mañana #pienso #en #tiii

Jhoncito Leon
Jhoncito Leon
Open In TikTok:
Region: PE
Monday 11 September 2023 22:42:55 GMT
85804
3570
67
150

Music

Download

Comments

carlitosramospera
Carlitos Ramos Peralta :
Alguien mas lloro🥺
2025-02-16 05:10:51
96
ponparedbotbot0
Jonathan :
Cada mañanita pienso en ti y todo me va mejor y yo creo en el amor y tu eres la razón y todos los días me esfuerzo por darte lo mejor y llevo en mi corazón lindos recuerdos este es la vida que siempre
2024-08-10 02:20:17
47
ch_rq1
CH_RQ :
nos damos cuenta que Oliverio tocó esa canción por felicitas y tristana le ISO recordar
2025-03-06 14:28:13
68
anthony.marca.imf
Rilian :
a mí casita querída que nunca olvidaré...🥺
2025-10-04 18:54:52
8
abigail44053
@abiig4il._ :
yo creo en el amor...
2025-11-21 23:06:17
1
geancarlogabriel1
🥀Gean Carlo Gabriel 🫠 :
yo creo en el amor ...
2025-11-23 04:55:22
2
erickcristhianesq
CRIS 🔥 :
😔 pronto me iré
2025-01-28 20:42:09
2
lulipxpx83
L-U-A-N-A :
Yo
2025-10-02 21:06:37
0
_247_angel
Gutierrez777 :
Q capituló es?
2025-02-23 15:16:57
0
ponparedbotbot0
Jonathan :
soñé trabajaré y nunca me cansaré y en mi corazón aun que no estés hoy que el tiempo ya pasó prometo que regresaré a mi casita querida que nunca olvidaré nunca olvidaré
2024-08-10 02:24:55
27
karinagaby5
@G&😉 :
🥺
2024-03-18 23:57:50
3
manitas906
manitasXD :
❤️
2024-05-03 04:04:41
2
rafaelplasencia57
Jano_Lee :
🥺🥺🥺🥺🥺🥺
2024-10-27 13:07:03
1
maxmaye0
max maye :
♥️
2026-01-14 13:12:09
0
j.luis_torrico_flores
J luis Torrico Flores :
😁😁😁
2025-10-21 02:21:40
0
jimenaotaloraperez
jimenaotaloraperez :
😂
2025-12-05 17:33:08
0
jimenaotaloraperez
jimenaotaloraperez :
😁
2025-12-05 17:33:07
0
dentino06
ąńdęr :
🥰
2025-11-29 03:01:54
0
leny_96.lq
Leny L.Q. :
🤣
2025-10-27 23:52:55
0
jimenaotaloraperez
jimenaotaloraperez :
😁
2025-12-05 22:52:43
0
45.mendoza3
𝑨𝑷𝑺 𝑴 𝑳𝑰𝑫𝑬𝑹 💛🌽⚔️ :
😞
2025-12-15 01:01:30
0
gatito79043
☜☆☞₲₳₮ŀ₮Ø☜☆☞ :
💔💔💔
2025-10-14 16:50:19
0
gatito79043
☜☆☞₲₳₮ŀ₮Ø☜☆☞ :
🙂🙂🙂
2025-10-14 16:50:16
0
gatito79043
☜☆☞₲₳₮ŀ₮Ø☜☆☞ :
💔💔💔
2025-10-14 16:49:50
0
gianfranco3877
Gian Mendoza 🎤👾 :
🥺
2024-07-04 19:12:02
0
To see more videos from user @yhoncitholeon, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Perbandingan antara bencana alam nyata yang sering kita hadapi dengan bencana hipotesis yang berada di skala ekstrem melibatkan perbedaan besar dalam hal frekuensi, penyebab ilmiah, dan daya hancurnya terhadap bumi.  Bencana Alam Nyata (Fakta dan Sering Terjadi) • Banjir: Bencana ini terjadi saat air merendam daratan yang biasanya kering. Penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi, luapan sungai, atau kegagalan tanggul. Dampaknya bersifat lokal hingga regional, namun menjadi bencana paling sering merugikan manusia secara ekonomi dan sosial. • Erupsi Gunung Berapi: Peristiwa keluarnya magma, gas, dan abu dari dalam bumi. Skalanya bervariasi dari guguran lava kecil hingga letusan dahsyat (seperti Tambora atau Krakatau). Dampaknya bisa merusak ekosistem radius puluhan kilometer dan abu vulkaniknya mampu mengganggu penerbangan global serta menurunkan suhu bumi sesaat.  • Tsunami: Gelombang laut raksasa yang dipicu oleh pergeseran lempeng bawah laut, gempa bumi megathrust, atau longsoran masif di dalam laut. Kecepatannya bisa menyamai pesawat jet di laut dalam dan menghasilkan dinding air setinggi 10 hingga 30 meter saat mencapai pantai, menyapu bersih pesisir dalam hitungan menit. • Badai Siklon: Sistem badai tropis berputar cepat dengan pusat tekanan rendah, angin kencang, dan hujan lebat. Di berbagai belahan dunia, bencana ini dikenal sebagai topan (typhoon) atau hurikan (hurricane). Kekuatan tertingginya saat ini dibatasi hingga Kategori 5 dalam Skala Saffir-Simpson, dengan kecepatan angin melebihi 252 km/jam yang mampu meratakan bangunan dan memicu banjir rob besar.  Bencana Hipotesis (Teoretis dan Skala Apokaliptik) • Hypercane: Ini adalah hipotesis badai super ekstrem yang bisa terbentuk jika suhu lautan melonjak drastis hingga 50°C, biasanya dipicu oleh dampak hantaman asteroid besar atau erupsi supervulkanik bawah laut. Kecepatan anginnya diperkirakan mencapai 800 km/jam. Badai ini tidak hanya merusak daratan, tetapi sistemnya yang menjulang sangat tinggi bisa menembus stratosfer dan merusak lapisan ozon bumi secara permanen. • Banjir Basalt (Flood Basalt): Fenomena geologi hipotesis masa depan (namun pernah terjadi di masa purba) di mana retakan raksasa di kerak bumi memuntahkan lava cair dalam volume jutaan kilometer kubik selama ribuan tahun. Ini bukan sekadar letusan gunung biasa, melainkan hamparan lautan lava yang menutupi seluruh benua. Gas beracun yang dilepaskan akan memicu pemanasan global ekstrem dan kepunahan massal secara global. • Megatsunami: Berbeda dengan tsunami biasa, megatsunami adalah gelombang dengan ketinggian ratusan hingga ribuan meter. Penyebabnya bukan gempa bumi, melainkan runtuhnya material raksasa secara mendadak ke dalam air, seperti runtuhnya separuh badan pulau gunung berapi atau hantaman asteroid. Tingginya bisa mencapai awan, mampu masuk jauh ke pedalaman benua, dan menghancurkan seluruh garis pantai samudera. • Badai Kategori 6: Secara resmi, Skala Saffir-Simpson saat ini hanya sampai Kategori 5 karena kerusakan di atas batas tersebut dianggap sudah total (terpapar angin >252 km/jam). Namun, para ilmuwan mulai mendiskusikan kategori 6 hipotetis ini untuk mengelompokkan badai masa depan yang dipicu oleh pemanasan global ekstrem, di mana kecepatan anginnya secara konsisten menembus angka 300 km/jam ke atas dengan daya hancur yang jauh lebih mematikan. #bencanaalam #Nyata #vs #hipotesis #teoritis
Perbandingan antara bencana alam nyata yang sering kita hadapi dengan bencana hipotesis yang berada di skala ekstrem melibatkan perbedaan besar dalam hal frekuensi, penyebab ilmiah, dan daya hancurnya terhadap bumi. Bencana Alam Nyata (Fakta dan Sering Terjadi) • Banjir: Bencana ini terjadi saat air merendam daratan yang biasanya kering. Penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi, luapan sungai, atau kegagalan tanggul. Dampaknya bersifat lokal hingga regional, namun menjadi bencana paling sering merugikan manusia secara ekonomi dan sosial. • Erupsi Gunung Berapi: Peristiwa keluarnya magma, gas, dan abu dari dalam bumi. Skalanya bervariasi dari guguran lava kecil hingga letusan dahsyat (seperti Tambora atau Krakatau). Dampaknya bisa merusak ekosistem radius puluhan kilometer dan abu vulkaniknya mampu mengganggu penerbangan global serta menurunkan suhu bumi sesaat. • Tsunami: Gelombang laut raksasa yang dipicu oleh pergeseran lempeng bawah laut, gempa bumi megathrust, atau longsoran masif di dalam laut. Kecepatannya bisa menyamai pesawat jet di laut dalam dan menghasilkan dinding air setinggi 10 hingga 30 meter saat mencapai pantai, menyapu bersih pesisir dalam hitungan menit. • Badai Siklon: Sistem badai tropis berputar cepat dengan pusat tekanan rendah, angin kencang, dan hujan lebat. Di berbagai belahan dunia, bencana ini dikenal sebagai topan (typhoon) atau hurikan (hurricane). Kekuatan tertingginya saat ini dibatasi hingga Kategori 5 dalam Skala Saffir-Simpson, dengan kecepatan angin melebihi 252 km/jam yang mampu meratakan bangunan dan memicu banjir rob besar. Bencana Hipotesis (Teoretis dan Skala Apokaliptik) • Hypercane: Ini adalah hipotesis badai super ekstrem yang bisa terbentuk jika suhu lautan melonjak drastis hingga 50°C, biasanya dipicu oleh dampak hantaman asteroid besar atau erupsi supervulkanik bawah laut. Kecepatan anginnya diperkirakan mencapai 800 km/jam. Badai ini tidak hanya merusak daratan, tetapi sistemnya yang menjulang sangat tinggi bisa menembus stratosfer dan merusak lapisan ozon bumi secara permanen. • Banjir Basalt (Flood Basalt): Fenomena geologi hipotesis masa depan (namun pernah terjadi di masa purba) di mana retakan raksasa di kerak bumi memuntahkan lava cair dalam volume jutaan kilometer kubik selama ribuan tahun. Ini bukan sekadar letusan gunung biasa, melainkan hamparan lautan lava yang menutupi seluruh benua. Gas beracun yang dilepaskan akan memicu pemanasan global ekstrem dan kepunahan massal secara global. • Megatsunami: Berbeda dengan tsunami biasa, megatsunami adalah gelombang dengan ketinggian ratusan hingga ribuan meter. Penyebabnya bukan gempa bumi, melainkan runtuhnya material raksasa secara mendadak ke dalam air, seperti runtuhnya separuh badan pulau gunung berapi atau hantaman asteroid. Tingginya bisa mencapai awan, mampu masuk jauh ke pedalaman benua, dan menghancurkan seluruh garis pantai samudera. • Badai Kategori 6: Secara resmi, Skala Saffir-Simpson saat ini hanya sampai Kategori 5 karena kerusakan di atas batas tersebut dianggap sudah total (terpapar angin >252 km/jam). Namun, para ilmuwan mulai mendiskusikan kategori 6 hipotetis ini untuk mengelompokkan badai masa depan yang dipicu oleh pemanasan global ekstrem, di mana kecepatan anginnya secara konsisten menembus angka 300 km/jam ke atas dengan daya hancur yang jauh lebih mematikan. #bencanaalam #Nyata #vs #hipotesis #teoritis

About