@appleuser67838551:

Ahmed user
Ahmed user
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 19 September 2023 22:56:25 GMT
13217
54
3
87

Music

Download

Comments

user6108203179294
𝓟𝓪𝓽𝓲𝓮𝓷𝓽 :
هم شفت بيت انذال رباله حر
2026-04-28 18:24:32
0
user7698142756598
الشاعر نعمان الشيباني :
@@
2026-04-07 23:54:17
1
To see more videos from user @appleuser67838551, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV {5} : Melihat kamu menangis sesenggukan dengan tubuh yang masih gemetar, kemarahan Keonho perlahan surut. Namun, gurat kecemasan di wajahnya masih tercetak jelas. Cengkeraman tangan Keonho di bahumu perlahan melonggar, lalu dia melepasnya sepenuhnya. Dia berdiri, lalu mengembuskan napas panjang yang terdengar sangat berat.
POV {5} : Melihat kamu menangis sesenggukan dengan tubuh yang masih gemetar, kemarahan Keonho perlahan surut. Namun, gurat kecemasan di wajahnya masih tercetak jelas. Cengkeraman tangan Keonho di bahumu perlahan melonggar, lalu dia melepasnya sepenuhnya. Dia berdiri, lalu mengembuskan napas panjang yang terdengar sangat berat. "Udah. Selesai. Nggak ada latihan hari ini," kata Keonho pendek. Suaranya mendadak berubah menjadi sangat datar dan dingin, kembali ke mode cueknya yang biasa. Dia berjalan ke arah kursi panjang, menyambar tas sekolahmu yang tadi sempat kamu lempar. "Pake baju lo yang kering sekarang di kamar bilas. Gue tunggu di depan. Kita pulang." "T-tapi Keonho... gue kan belum latihan?" cicitmu pelan dari tepi kolam, merasa bersalah karena sudah merusak suasana latihan hari ini. "Gue bilang pulang, ya pulang, Y/N!" potong Keonho cepat tanpa menoleh ke arahmu. Nada suaranya yang tegas langsung membungkam mulutmu seketika. "Gue nggak peduli soal bayaran atau apa pun itu. Yang jelas, dengan kondisi lo yang masih syok dan gemeteran kayak gini, lo nggak bakal aman di dalam air. Pulang sekarang." "Gue bisa! Gue cuma kurang hati-hati tadi!" kamu sempat menolak lagi, berusaha berdiri dengan kaki yang sejujurnya masih terasa lemas seperti jeli. Kamu tidak mau latihan ini batal begitu saja, apalagi setelah semua kekacauan dan kesalahpahaman yang terjadi di antara kalian sore ini. Keonho membalikkan badannya, menatapmu lurus-lurus dengan tatapan mata elangnya yang menusuk tajam. Dia tidak peduli dengan penolakanmu. "Gue pelatih lo di sini, dan keputusan gue mutlak," ucap Keonho dingin, berjalan mendekat lalu menaruh tas sekolahmu dengan paksa ke dalam dekapanku. "Mau lo nolak sampai nangis lagi pun, gue tetep bakal seret lo pulang. Buruan ganti baju sebelum lo masuk angin. Gue tunggu di parkiran motor." Tanpa menunggu jawabanmu lagi, Keonho langsung berbalik dan berjalan lebar-lebar meninggalkan area kolam renang yang sepi. Punggung tegapnya yang masih basah perlahan menghilang di balik pintu keluar. Kamu akhirnya melangkah gontai menuju kamar bilas, menyadari kalau sore ini, kamu benar-benar sudah membuat seorang Keonho lepas kendali. Kamu berjalan keluar dari area kolam renang dengan langkah gontai. Rambutmu masih agak basah, dan kaos oblong yang kamu pakai terasa sedikit lembap karena buru-buru dipakai. Di parkiran yang mulai sepi, Keonho sudah menunggu di atas motor matic besarnya. Dia sudah mengganti pakaiannya dengan jaket, helmnya sudah terpasang, dan wajahnya masih sekaku papan seluncur. Tanpa sepatah kata pun, dia menyodorkan sebuah helm cadangan ke arahmu. Kamu menerimanya dengan cicitan "makasih" yang sangat pelan, lalu naik ke boncengan belakang. Begitu kamu duduk, Keonho langsung menarik gas motornya tanpa aba-aba. Motor melaju membelah jalanan sore yang mulai berangin. Suasana di antara kalian benar-benar hening, hanya ada suara deru mesin motor dan angin yang mendesing di telinga. Keonho membawa motornya agak ngebut, jauh lebih cepat dari kecepatan normal. Dorongan angin yang kuat membuat tubuhmu yang masih agak lemas reflek terdorong ke belakang. Kamu mencengkeram ujung jaketnya dengan ragu. Karena kecepatan motor makin bertambah saat melewati jalanan yang lengang, rasa takutmu mendadak naik lagi. Tanpa pikir panjang, kamu akhirnya memberanikan diri untuk memajukan tubuhmu dan melingkarkan kedua tanganmu di pinggang Keonho, memeluknya dari belakang sambil menyandarkan samping wajahmu di punggung tegapnya. Kamu bisa merasakan tubuh Keonho sempat menegang selama beberapa detik saat kedua tanganmu mengunci pinggangnya. Kecepatan motornya perlahan-lahan mulai melambat, menjadi lebih stabil dan santai seolah dia sengaja melakukannya agar kamu tidak ketakutan. Di tengah keheningan jalanan, Keonho tiba-tiba membuka kaca helmnya sedikit. "Masih sesak nggak dadanya?" Suara berat Keonho memecah kesunyian di antara kalian. (++💬) #POV #keonho #cortis #anhkeonho #foryou

About