@victorgalanphotography: Si utilizas tu cámara en blanco y negro, mejorarás tu fotografía. Recomiendo poner el perfil monocromo o blanco y negro y aumentar el contraste a tope, oscurecer las sombras y aclarar las altas luces. De esta forma, te vas a centrar mucho más en la luz, en la composición y en el momento. ⁣⁣⁣#photographytutorial #photographybusinesshelp #photographytutorials #tutorialphotography #_fujilove_ #fujixphotographer #photographymentoring #learnreelsforbusiness #learnreels #phototips #photographymentoring #photographymentor

Victor Galan
Victor Galan
Open In TikTok:
Region: ES
Thursday 21 September 2023 11:19:28 GMT
64210
4227
99
118

Music

Download

Comments

monchuh
Ray :
Me acaban de echar del trabajo
2023-09-22 00:24:30
78
ziqui777
ziqui777 :
Lo he probado y tiro los raw en color y el JPEG en b&n, en Sony, claro. Es fenomenal porque no te distraen los colores; solo hay luces y sombras 🤤
2023-09-21 21:49:09
44
simplesinazucar
Simple Sin Azúcar Podcast :
🥹🤝
2023-09-21 12:59:02
1
alexcrphoto
Alexander Aguero A :
Me sale la opción de contraste pero sombras y altas luces no. Me sale ( Fuerza / Radio / Umbral ) tengo una canon 5D mark IV
2023-09-28 01:23:25
1
onsr96
Onsmargelvik Rivas :
video práctico, por favor
2023-12-03 13:40:28
1
dolceepapi
ㅤ :
super tip! solo me falta la camara👏
2023-09-26 04:55:53
1
tamara270278
TamaraM :
como se configura en Nikon.
2023-09-24 07:04:22
0
edisonjavho
Javier sh🐛🖤 :
Qué modelo de cámara es
2024-04-13 16:58:00
0
edmundodantes259
PEQUE CHULO :
Como puedo poner en blanco y negro
2023-09-23 02:52:20
1
soynates
Nat Escamilla :
Como le pongo color en lr
2023-09-24 05:19:25
0
salymartinez66
Saly ~(Gago)~ Martin :
puedes poner ejemplos y luego como mejorar la foto con la edición?
2023-09-21 11:39:37
3
freddys.films
Freddy :
Ocupo un tutorial para lo del color, me interesa bastante
2023-10-04 02:43:56
2
gersio_talrevez
Gersio Talrevez :
Pero yo tengo DSLR y uso el visor
2023-09-26 11:55:05
2
elkambi
elkambi :
Muestra un demo
2023-10-10 05:10:07
0
erickdom233
Doom :
La probé realmente como usas raw en lightroom se pierde estilo que le da el filtro de cámara
2023-09-21 17:29:51
1
miguelpriegolopez5
Miguel Priego Lopez :
La camara 😎 gracias por el consejo
2023-09-23 14:47:24
1
thrillhouse91
Thrillhouse :
Claro. Porque todo en B&W es “artístico”. Se te olvida que en RAW los perfiles de color no sirven.
2023-11-22 07:31:58
0
andydub
andydub :
Lo hice mucho tiempo y una vez estaba seteada la cam en jpg
2023-09-22 08:18:51
1
unoquepasaporaquihehe
unoquepasaporaqui :
que felicidad
2023-09-21 21:54:55
1
gersongarcia9802
Gerson Garcia :
de hecho tomo fotitos en blanco y negro y me gusta más tomar fotos así 🥺
2023-09-21 17:17:20
0
carloscoronado9173
carloscoronado9173 :
Yo tengo canon
2023-09-24 16:59:54
0
carloscoronado9173
carloscoronado9173 :
Como. Hacerlo
2023-09-24 17:00:25
0
farithlara
Farithlara :
Como aumento el contraste en una Canon R
2023-09-27 11:17:48
0
danielavinci20
Daniela Carrión Villayzan :
.'que lente tienes en la cámara?
2023-10-09 08:28:28
0
To see more videos from user @victorgalanphotography, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About