@sofie_dossi:

user73615613579
user73615613579
Open In TikTok:
Region: ZA
Wednesday 27 September 2023 12:28:27 GMT
742
16
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sofie_dossi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sejumlah relawan atau pekerja dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) gelar aksi unjuk rasa menolak pengurangan gaji dan pengurangan karyawan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (6/11/2026). Aksi itu berlangsung di Jl Cokroaminoto, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, tak jauh dari kantor bupati. Pantauan wartawan, ada ratusan relawan atau pekerja dapur MBG berkumpul di lokasi sejak pukul 13.00 Wita. Massa aksi longmars ke Hotel Al Iklas untuk bertemu koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Sulbar. Massa membentangkan sejumlah spanduk penolakan diberlakukannya petunjuk teknis terbaru dari BGN. Koordinator solidaritas relawan, Santi Dwi menyampaikan jika juknis terbaru mengatur adanya efisiensi relawan dan pengurangan gaji di tiap dapur MBG. Santi Dwi menyampaikan saat ini dalam satu dapur ada 49 relawan aktif, diantaranya tukang cuci ompreng hingga tenaga kebersihan. “Sementara dalam juknis terbaru yang kita terima, rencananya akan ada pengurangan 16 relawan sesuai juknis itu,” kata Santi Dwi kepada wartawan. Dia menyampaikan jika mengikuti juknis terbaru, maka nantinya ada sekitar 16 relawan harus dirumahkan. Selain pengurangan jumlah relawan dalam satu dapur, Santi juga menyebut ada pengurangan gaji relawan dalam juknis terbaru. Awalnya gaji setiap relawan sebesar Rp135 ribu per orang, sementara di juknis baru sebesar Rp100 ribu. “Informasi yang kami peroleh juknis itu akan berlaku pada hari Senin mendatang, itumi kami relawan resah dan khawatir,” ungkapnya. Dia menyampaikan sejumlah relawan yang mendengar adanya juknis terbaru mengaku resa. Sehingga mereka berkumpul untuk meminta kejelasan kepada koordinator wilayah BGN Sulbar. Santi Dwi menyampaikan saat ini pengelola dapur mulai dilema untuk mengurangi jumlah relawan. Untuk itu para solidaritas relawan gelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi lokasi rapat kerja kepala dapur dan koordinator wilayah BGN Sulbar. “Kami cuman ingin mempertanyakan kepada BGN atas dasar apa efisiensi anggaran itu sehingga berdampak pada relawan,” ungkapnya.(*)#tribunnews #tribunsulbar #polewalimandar_sulbar #polewalimandar
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sejumlah relawan atau pekerja dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) gelar aksi unjuk rasa menolak pengurangan gaji dan pengurangan karyawan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (6/11/2026). Aksi itu berlangsung di Jl Cokroaminoto, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, tak jauh dari kantor bupati. Pantauan wartawan, ada ratusan relawan atau pekerja dapur MBG berkumpul di lokasi sejak pukul 13.00 Wita. Massa aksi longmars ke Hotel Al Iklas untuk bertemu koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Sulbar. Massa membentangkan sejumlah spanduk penolakan diberlakukannya petunjuk teknis terbaru dari BGN. Koordinator solidaritas relawan, Santi Dwi menyampaikan jika juknis terbaru mengatur adanya efisiensi relawan dan pengurangan gaji di tiap dapur MBG. Santi Dwi menyampaikan saat ini dalam satu dapur ada 49 relawan aktif, diantaranya tukang cuci ompreng hingga tenaga kebersihan. “Sementara dalam juknis terbaru yang kita terima, rencananya akan ada pengurangan 16 relawan sesuai juknis itu,” kata Santi Dwi kepada wartawan. Dia menyampaikan jika mengikuti juknis terbaru, maka nantinya ada sekitar 16 relawan harus dirumahkan. Selain pengurangan jumlah relawan dalam satu dapur, Santi juga menyebut ada pengurangan gaji relawan dalam juknis terbaru. Awalnya gaji setiap relawan sebesar Rp135 ribu per orang, sementara di juknis baru sebesar Rp100 ribu. “Informasi yang kami peroleh juknis itu akan berlaku pada hari Senin mendatang, itumi kami relawan resah dan khawatir,” ungkapnya. Dia menyampaikan sejumlah relawan yang mendengar adanya juknis terbaru mengaku resa. Sehingga mereka berkumpul untuk meminta kejelasan kepada koordinator wilayah BGN Sulbar. Santi Dwi menyampaikan saat ini pengelola dapur mulai dilema untuk mengurangi jumlah relawan. Untuk itu para solidaritas relawan gelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi lokasi rapat kerja kepala dapur dan koordinator wilayah BGN Sulbar. “Kami cuman ingin mempertanyakan kepada BGN atas dasar apa efisiensi anggaran itu sehingga berdampak pada relawan,” ungkapnya.(*)#tribunnews #tribunsulbar #polewalimandar_sulbar #polewalimandar

About