@ad_503s: سبت وليفن عل قلبي❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥👏#اكسبلورررررررررررررررررررر♡♡ #شباب _نجران #عود

دنــــــــَـو📸🪞
دنــــــــَـو📸🪞
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 01 October 2023 09:58:19 GMT
219255
5213
42
635

Music

Download

Comments

gj.nhg0
﮼م :
2026-03-03 19:56:04
2
lko.110
𝘽𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧. :
بنت عميييي🌷
2025-02-03 11:53:29
5
mshaehhmzx4
مستر :
سرا
2025-03-13 15:40:24
1
_1.2_a0
𝔸𝕓𝕕𝕦𝕝𝕝𝕒𝕙 :
والبارحة يا أهلي سهران
2026-01-12 14:17:06
2
s.see.u
التربي :
مدري ليش احب نجران ونا مش نجراني
2026-05-04 09:57:27
1
uy77y
M :
🫡👋🏻 .
2025-08-27 11:43:20
0
k_oi84
رعد :
تفوزيننن🥰🥰🥰
2024-08-09 23:11:33
1
.tamim
Tamim Al-Zahrani :
2026-04-25 21:56:34
0
x_7yc
SALMAN :
هلا هلا😂😂
2025-02-08 01:13:25
2
ll3beedy_77
خالد :
حلوووااا
2026-02-19 22:38:05
0
kas74246
ابو سعد :
الله الله
2025-07-01 19:57:58
0
.tamim
Tamim Al-Zahrani :
2026-04-25 21:55:54
0
__i9tr
𝟑 :
والبارحة ياهلى السهراااان🥺🥺❤️.
2024-01-15 11:04:48
3
azyhjtjs7nx
💔هـجٍرٍآن.506 :
دنوً
2024-12-11 19:18:02
0
fr6199511747288
ابوممدوح الحمود :
يا نفس غني لحن نجراني /خلي اهل نجران يلعبونه/طربي والعمر تاليه فاني/وخلي اهل حايل يسمعونه/
2026-03-29 19:42:50
0
ahdanor1
FHD$ :
طرب شبواني 🤚🏻😜
2026-03-27 18:45:29
0
n5c9n
𝓝𝓸𝓝 :
❤️❤️❤️
2023-10-01 10:12:32
2
user46zi3o7mw3
ابو مطلق. :
✌️
2025-03-11 18:15:36
1
himt_r
📬 :
🌷
2025-11-23 18:21:24
0
user4445292173507
علي الهلالي :
😂😂😂
2026-04-03 20:22:58
0
mhhn_4
ً :
🌺🌺🌺
2025-12-15 19:18:10
0
zd4.6
7 :
🤩🤩🤩
2025-12-16 18:45:26
0
ali17_g
ماب السرقه ثقه وسيط :
😂😂😂
2026-01-06 08:23:22
0
a1l.l0
شبوك مزارع المملكه :
💔💔🥺
2024-12-05 08:10:21
0
To see more videos from user @ad_503s, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Bagimu maupun Sunghoon, perjodohan yang tidak dilandasi cinta bukanlah sesuatu yang pantas diperdebatkan. Sebagai pewaris tunggal dari dua business dynasty yang selama puluhan tahun nyaris tak pernah tersentuh, kalian tumbuh dengan pemahaman yang sama. Di dunia tempat kalian berdiri, cinta selalu berada jauh di bawah kekuasaan. Nama Park Sunghoon bukanlah sesuatu yang asing bagimu. Namanya terlalu sering terdengar dalam percakapan para petinggi perusahaan, jamuan makan keluarga konglomerat, hingga ruang rapat para investor. Pewaris tunggal keluarga Park. Sosok yang digadang-gadang akan memimpin kerajaan bisnis keluarganya di usia yang bahkan belum menyentuh kepala tiga. Ia memiliki postur tinggi dengan bahu tegap yang seolah memang diciptakan untuk berdiri di barisan paling depan. Setelan jas mahal selalu melekat sempurna di tubuhnya, sementara sorot matanya yang tenang menyimpan wibawa yang membuat orang lain berpikir dua kali sebelum membantah ucapannya. Sunghoon terbiasa berada di posisi tertinggi. Terbiasa menjadi pihak yang dipilih, dan lebih sering lagi... dipuja. Wanita-wanita di sekitarnya tak pernah kekurangan alasan untuk menginginkannya. Sayangnya, kamu bukan salah satunya. Karena jika Sunghoon adalah definisi pria yang lahir dengan privilese, kekuasaan, dan karisma yang nyaris mustahil disaingi, maka kamu adalah versi wanitanya. Kecantikanmu tidak pernah membutuhkan validasi. Setiap langkahmu selalu membawa aura mahal yang sulit dijelaskan. Elegan tanpa berusaha, anggun tanpa dibuat-buat, dengan senyum santai yang justru membuat orang semakin penasaran. Kamu bukan perempuan yang mengejar perhatian. Perhatianlah yang selalu mengejarmu. Laki-laki mana pun bisa kamu pilih kapan saja. Bahkan sebagian dari mereka mungkin akan datang lebih dulu hanya demi kesempatan berdiri di sisimu. Namun tak satu pun cukup menarik untuk membuatmu percaya bahwa cinta layak dijadikan prioritas. Karena, sama sepertinya, kamu dibesarkan untuk mewarisi sebuah kerajaan. Bahkan ketika ayahmu berkata. “Y/n, ini Park Sunghoon. Pewaris tunggal keluarga Park. Calon suamimu.” Tak ada keterkejutan, tak ada penolakan. Malam itu kalian hanya saling bertukar pandang beberapa detik. Tatapan datar bertemu tatapan yang sama tenangnya. Sunghoon duduk dengan kedua tangan bertumpu santai di atas paha, ekspresinya nyaris tak berubah. Seolah keputusan sebesar pernikahan hanyalah satu agenda lain yang tinggal ia setujui. Begitu pula dirimu. Kamu hanya mengangkat sudut bibir tipis, lalu mengangguk pelan tanpa sedikit pun kehilangan ketenangan. Tak ada yang perlu diperdebatkan. Tidak darimu, tidak juga darinya. Karena bagi kalian berdua, cinta bukanlah sesuatu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pernikahan. Yang dibutuhkan hanyalah kesepakatan. Dan kebetulan, kalian berdua sama-sama tidak pernah percaya pada cinta. ••• Di balkon rumah megah itu, kamu berdiri menghadap hamparan gemerlap kota yang membentang di bawah langit malam. Angin berembus pelan, memainkan helaian rambutmu yang tergerai rapi. Setelah pembicaraan panjang di ruang tamu mengenai pernikahan yang telah diputuskan kedua keluarga, balkon itu menjadi satu-satunya tempat yang terasa cukup sunyi. “Jangan berharap apa pun dari pernikahan ini.” Suara berat itu membuatmu menoleh. Park Sunghoon berdiri beberapa langkah di belakangmu. Dengan postur tegap dan kedua tangan yang santai tersimpan di saku celana, ia tampak begitu tenang. Tatapannya lurus, dingin, seolah kalimat barusan hanyalah sebuah kesepakatan bisnis yang baru saja ia sampaikan. Kamu memutar tubuh sepenuhnya menghadapnya. Kedua tanganmu terlipat santai di depan dada. Tatapanmu mengamatinya tanpa tergesa, mulai dari wajahnya, bahunya yang bidang, hingga setelan jas gelap yang membungkus sosoknya nyaris sempurna. Lalu... sebuah tawa kecil lolos dari bibirmu. Bukan tawa yang mengejek, melainkan tawa tipis yang terdengar terlalu santai untuk menghadapi calon suaminya sendiri.  +🗨️ #pov #sunghoon #sunghoonedit  #sunghoonenhypen #fyp
POV | Bagimu maupun Sunghoon, perjodohan yang tidak dilandasi cinta bukanlah sesuatu yang pantas diperdebatkan. Sebagai pewaris tunggal dari dua business dynasty yang selama puluhan tahun nyaris tak pernah tersentuh, kalian tumbuh dengan pemahaman yang sama. Di dunia tempat kalian berdiri, cinta selalu berada jauh di bawah kekuasaan. Nama Park Sunghoon bukanlah sesuatu yang asing bagimu. Namanya terlalu sering terdengar dalam percakapan para petinggi perusahaan, jamuan makan keluarga konglomerat, hingga ruang rapat para investor. Pewaris tunggal keluarga Park. Sosok yang digadang-gadang akan memimpin kerajaan bisnis keluarganya di usia yang bahkan belum menyentuh kepala tiga. Ia memiliki postur tinggi dengan bahu tegap yang seolah memang diciptakan untuk berdiri di barisan paling depan. Setelan jas mahal selalu melekat sempurna di tubuhnya, sementara sorot matanya yang tenang menyimpan wibawa yang membuat orang lain berpikir dua kali sebelum membantah ucapannya. Sunghoon terbiasa berada di posisi tertinggi. Terbiasa menjadi pihak yang dipilih, dan lebih sering lagi... dipuja. Wanita-wanita di sekitarnya tak pernah kekurangan alasan untuk menginginkannya. Sayangnya, kamu bukan salah satunya. Karena jika Sunghoon adalah definisi pria yang lahir dengan privilese, kekuasaan, dan karisma yang nyaris mustahil disaingi, maka kamu adalah versi wanitanya. Kecantikanmu tidak pernah membutuhkan validasi. Setiap langkahmu selalu membawa aura mahal yang sulit dijelaskan. Elegan tanpa berusaha, anggun tanpa dibuat-buat, dengan senyum santai yang justru membuat orang semakin penasaran. Kamu bukan perempuan yang mengejar perhatian. Perhatianlah yang selalu mengejarmu. Laki-laki mana pun bisa kamu pilih kapan saja. Bahkan sebagian dari mereka mungkin akan datang lebih dulu hanya demi kesempatan berdiri di sisimu. Namun tak satu pun cukup menarik untuk membuatmu percaya bahwa cinta layak dijadikan prioritas. Karena, sama sepertinya, kamu dibesarkan untuk mewarisi sebuah kerajaan. Bahkan ketika ayahmu berkata. “Y/n, ini Park Sunghoon. Pewaris tunggal keluarga Park. Calon suamimu.” Tak ada keterkejutan, tak ada penolakan. Malam itu kalian hanya saling bertukar pandang beberapa detik. Tatapan datar bertemu tatapan yang sama tenangnya. Sunghoon duduk dengan kedua tangan bertumpu santai di atas paha, ekspresinya nyaris tak berubah. Seolah keputusan sebesar pernikahan hanyalah satu agenda lain yang tinggal ia setujui. Begitu pula dirimu. Kamu hanya mengangkat sudut bibir tipis, lalu mengangguk pelan tanpa sedikit pun kehilangan ketenangan. Tak ada yang perlu diperdebatkan. Tidak darimu, tidak juga darinya. Karena bagi kalian berdua, cinta bukanlah sesuatu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pernikahan. Yang dibutuhkan hanyalah kesepakatan. Dan kebetulan, kalian berdua sama-sama tidak pernah percaya pada cinta. ••• Di balkon rumah megah itu, kamu berdiri menghadap hamparan gemerlap kota yang membentang di bawah langit malam. Angin berembus pelan, memainkan helaian rambutmu yang tergerai rapi. Setelah pembicaraan panjang di ruang tamu mengenai pernikahan yang telah diputuskan kedua keluarga, balkon itu menjadi satu-satunya tempat yang terasa cukup sunyi. “Jangan berharap apa pun dari pernikahan ini.” Suara berat itu membuatmu menoleh. Park Sunghoon berdiri beberapa langkah di belakangmu. Dengan postur tegap dan kedua tangan yang santai tersimpan di saku celana, ia tampak begitu tenang. Tatapannya lurus, dingin, seolah kalimat barusan hanyalah sebuah kesepakatan bisnis yang baru saja ia sampaikan. Kamu memutar tubuh sepenuhnya menghadapnya. Kedua tanganmu terlipat santai di depan dada. Tatapanmu mengamatinya tanpa tergesa, mulai dari wajahnya, bahunya yang bidang, hingga setelan jas gelap yang membungkus sosoknya nyaris sempurna. Lalu... sebuah tawa kecil lolos dari bibirmu. Bukan tawa yang mengejek, melainkan tawa tipis yang terdengar terlalu santai untuk menghadapi calon suaminya sendiri. +🗨️ #pov #sunghoon #sunghoonedit #sunghoonenhypen #fyp

About