@mohalmda: #الصاحب_الوفي #الاصحاب_نعمه

محمد ال مداوي
محمد ال مداوي
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 01 October 2023 16:30:40 GMT
8036
61
0
67

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mohalmda, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tragedi memilukan melanda perairan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, saat KMP Putri Yasmin dilaporkan terbakar hebat pada dini hari sekitar pukul 04.00 WITA, Rabu (12/8/2026). Berdasarkan data terbaru, total penumpang yang berada di atas kapal tersebut berjumlah 131 orang. Upaya penyelamatan segera dikerahkan untuk mengevakuasi seluruh penumpang yang terjebak dalam situasi mencekam di tengah laut. Tim penyelamat gabungan dari Basarnas, Lanal Mataram, Polairud Polda NTB, serta instansi terkait bergerak cepat mengerahkan berbagai armada untuk menyisir lokasi kejadian. Adapun rincian evakuasi penumpang selamat yang melibatkan enam armada penolong meliputi: Fastboat: 3 orang RB 220 (SAR Mataram): 59 orang KAL (Lanal Mataram): 18 orang RBB Polda NTB dan Polairud: 34 orang Kerja keras tim gabungan berhasil menyelamatkan sebagian besar penumpang dari ancaman kobaran api dan terjangan ombak. Namun, di tengah keberhasilan evakuasi tersebut, kabar duka menyelimuti operasi SAR. Petugas mengonfirmasi satu orang penumpang meninggal dunia, yaitu seorang perempuan berinisial YN (20) asal Ampenan, Kota Mataram. Selain warga lokal, tercatat pula dua warga negara asing (WNA) asal Australia yang masuk dalam manifes penumpang kapal tersebut. Salah satu penyintas yang berhasil selamat, Zaini, memberikan kesaksian mengenai mencekamnya situasi saat insiden terjadi. Pria asal Lembar ini harus berjuang terombang-ambing di laut lepas sebelum akhirnya bantuan tiba. “Mengapung di laut itu 4 jam lamanya dan kejadian kebakarannya itu jam 4 pagi,” ucap Zaini saat ditemui di Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8/2026). Zaini mengungkapkan bahwa dalam kondisi darurat tersebut, ia hanya fokus bertahan hidup agar dapat bertemu kembali dengan keluarga tercinta. “Detik kebakaran saya tidak bisa bayangkan. Yang paling diingat saat itu adalah keluarga, ingin bertemu keluarga,” ungkapnya. Meski kini telah tiba di daratan dengan kondisi fisik yang relatif stabil, rasa trauma mendalam masih membayangi para korban. Zaini mengaku masih merasa terguncang usai melewati peristiwa maut tersebut. “Dalam kondisi baik, tapi sementara ini saya masih bingung (syok),” pungkasnya.
Tragedi memilukan melanda perairan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, saat KMP Putri Yasmin dilaporkan terbakar hebat pada dini hari sekitar pukul 04.00 WITA, Rabu (12/8/2026). Berdasarkan data terbaru, total penumpang yang berada di atas kapal tersebut berjumlah 131 orang. Upaya penyelamatan segera dikerahkan untuk mengevakuasi seluruh penumpang yang terjebak dalam situasi mencekam di tengah laut. Tim penyelamat gabungan dari Basarnas, Lanal Mataram, Polairud Polda NTB, serta instansi terkait bergerak cepat mengerahkan berbagai armada untuk menyisir lokasi kejadian. Adapun rincian evakuasi penumpang selamat yang melibatkan enam armada penolong meliputi: Fastboat: 3 orang RB 220 (SAR Mataram): 59 orang KAL (Lanal Mataram): 18 orang RBB Polda NTB dan Polairud: 34 orang Kerja keras tim gabungan berhasil menyelamatkan sebagian besar penumpang dari ancaman kobaran api dan terjangan ombak. Namun, di tengah keberhasilan evakuasi tersebut, kabar duka menyelimuti operasi SAR. Petugas mengonfirmasi satu orang penumpang meninggal dunia, yaitu seorang perempuan berinisial YN (20) asal Ampenan, Kota Mataram. Selain warga lokal, tercatat pula dua warga negara asing (WNA) asal Australia yang masuk dalam manifes penumpang kapal tersebut. Salah satu penyintas yang berhasil selamat, Zaini, memberikan kesaksian mengenai mencekamnya situasi saat insiden terjadi. Pria asal Lembar ini harus berjuang terombang-ambing di laut lepas sebelum akhirnya bantuan tiba. “Mengapung di laut itu 4 jam lamanya dan kejadian kebakarannya itu jam 4 pagi,” ucap Zaini saat ditemui di Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8/2026). Zaini mengungkapkan bahwa dalam kondisi darurat tersebut, ia hanya fokus bertahan hidup agar dapat bertemu kembali dengan keluarga tercinta. “Detik kebakaran saya tidak bisa bayangkan. Yang paling diingat saat itu adalah keluarga, ingin bertemu keluarga,” ungkapnya. Meski kini telah tiba di daratan dengan kondisi fisik yang relatif stabil, rasa trauma mendalam masih membayangi para korban. Zaini mengaku masih merasa terguncang usai melewati peristiwa maut tersebut. “Dalam kondisi baik, tapi sementara ini saya masih bingung (syok),” pungkasnya.

About