@sakii_0405_: 画面の私と一緒に手を動かして遊んでね

主人公(金丸紗希)
主人公(金丸紗希)
Open In TikTok:
Region: JP
Saturday 28 October 2023 11:03:49 GMT
199007
19417
140
126

Music

Download

Comments

abdurrahmanarsyse
v0onzy :
なぜ髪を切ったのか🥺
2023-10-29 04:39:21
6
user7915171220483
リッツウェル :
かわいすぎやろ。なんでこんなに可愛いねん
2023-10-28 11:14:42
11
cartoon0437
Cartoon @AbjkMRstY @JK 97 :
So cute ❤️
2023-10-31 08:21:52
1
eros_5201314
Eros 💕 :
oh my gosh so cute 🥰
2023-10-29 05:04:47
0
boss_kentoy6
Ken, RCE 👷🏻 :
pretty or very pretty?)) @Charlotte
2023-10-28 11:06:23
3
epictoonmoments
Carlitosways :
súper linda
2023-10-28 11:11:24
3
tustinbear
TustinBear :
bro this outfit is so good I love the double belt WITH DANGLIES and and the heart buckles on the straps !!!!!
2023-11-02 18:03:12
0
yu_na.0618
Y.NA :
可愛い
2024-03-17 10:30:34
0
sei0u
せいおう :
かわいいです。
2023-10-29 00:57:17
0
babyyuta
Baby👶🏻🍼ゆうた :
服もめっちゃ似合ってるし、💞紗希ちゃん💞可愛すぎるでちゅ🫶😍😍😍😍😍👶🏻🍼︎
2023-10-28 11:29:43
2
omo.timaru
おもち丸 :
さきちゃんを見たら一日の疲れが吹っ飛んでまた明日も頑張ろうって思える!ありがとう!
2023-10-28 22:59:24
0
jojogus07
Ashonskyeee★ :
өте қызықты екен!😁
2023-11-18 12:35:12
0
spin_8_
spin_8_ :
俺のクラスのひかりちゃんに似てる
2023-10-28 11:46:27
1
___potyu
もえ :
さきちゃんもお洋服もかわいいーー(߹𖥦߹)♡♡♡♡
2023-10-28 11:48:11
1
south_river_1016
JAMA :
こんな可愛いのが同い年なの信じられなさすぎる!!
2023-10-29 01:53:23
0
user9600593707283
ジャキオー :
服が 可愛い!!
2023-10-29 02:39:41
0
vivi_tomo_chami_oto_miki
赤ヴィヴィオmoment → 朝昼夜マック/くら寿司/すき家 :
今日も今日とて可愛い紗希ちゃん🥰💕💕💕
2023-10-28 11:10:00
0
nagumo.293
なぐも :
かわいい 今からでも毎日コメントしに行く
2023-10-28 17:47:13
0
jesussanchezbenju
jesussanchezbenju :
hola hermosa 😍😍💘💘💘
2023-10-28 18:07:13
0
05alternative
おゴッチ🌼 :
可愛い衣装ですね。主さん更に可愛くなってる
2023-10-29 01:03:23
0
aiso_popolixgk
ポ :
はーー可愛すぎ
2023-10-28 22:37:20
0
crm_koneko_beni
べにきゃっと :
可愛すぎます…!!!そして音源懐かしい…………
2023-10-28 21:56:22
0
dan497123
Dan :
✌️🌹💯💯🌹✌️
2023-11-07 00:49:43
1
manupenguin1
ManuPenguin🐧✨️ :
@Chuywaka
2023-10-28 14:20:47
1
To see more videos from user @sakii_0405_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About