@azfitmom_xo: Can you blame me? #fyp #account #egirl #fakebody #momsover30

YourFavMom💓
YourFavMom💓
Open In TikTok:
Region: US
Monday 30 October 2023 17:22:26 GMT
15865
759
11
4

Music

Download

Comments

mark66605
Mark :
Gorgeous
2023-10-30 17:28:32
4
zeljko8888
ZeljkoDJordjevic :
🙉💣💣💣💣🔝🔝🔝🔝🔝
2023-10-30 18:02:36
4
3cwt_
Total Chaos LLC :
❤❤❤❤❤❤😇
2023-10-30 18:46:07
4
mark_parisi
user7928638081840 :
🔥🔥
2023-10-30 19:14:32
4
user75673747344542
user7567374734454 :
on a scale of 1 to 10...I willgive you a 10..💕
2023-10-30 21:16:38
4
ampifiedman
"The ampified man” :
Absolutely ❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥🔥🔥🔥
2023-10-31 03:25:16
4
gggsssttt1
1234567890 :
Not 10. 20!!!😎
2023-10-31 05:06:37
3
sa67patriot
lives in the moment PNW.. GenX :
🔥🔥💯
2023-11-01 13:54:22
3
riccardoguidoni
Riccardo :
🥰🥰🥰🥰🥰
2023-11-06 10:11:38
2
matthewholden51
mad maff :
You are definitely a lady I’d like to meet and take you out for a day just to let the world know that there is no woman that outmatches your beauty
2023-11-06 22:53:08
2
marekoma7
Peruwianczyk :
🥰🥰🥰
2023-11-07 23:30:42
2
To see more videos from user @azfitmom_xo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov|| Siang itu, suasana kelas jurusanmu terasa sangat riuh karena teman-temanmu sedang berkumpul. Di tengah keramaian, Jake tiba-tiba berdiri di depan kelas sambil tersenyum lebar. “Pokoknya kalian harus datang ke acara birthday party gue! Di club kayak biasa, lo semua gue traktir,” ucap Jake dengan penuh percaya diri. Semua anak bersorak ramai, menyambut antusias tawaran itu. Namun, kamu hanya duduk diam tanpa bereaksi, sampai akhirnya Jake menyadari sikapmu dan menghampirimu langsung ke meja. “Lo datang kan? Nggak mungkin nggak, kan?” tanya Jake. Kamu menggeleng pelan, merasa ragu. “Gimana nanti deh, Jake.” “Soal pacar lo? Yaelah, ngekang amat! Lo kalau mau pergi, tinggal pergi aja kali,” sanggah Jake. Ucapan itu langsung disetujui oleh teman-teman yang lain di sekitar kalian. “Bener, Y/n, pergi aja. Tenang, nggak bakal ada yang bilang ke Sunghoon kok,” timpal mereka meyakinkan. Karena terus didesak, akhirnya kamu mengalah.  “Nanti gue pikirin deh.” Jake mengangguk puas, lalu mengeluarkan selembar kertas dari sakunya dan memberikannya padamu. “Lo tinggal kasih ini ke penjaga club nanti, dan lo bebas ambil apa aja di sana.” “Thank you,” katamu singkat. Jake hanya tersenyum ramah sebelum melangkah pergi. —— Sampai sore harinya, seperti biasa, Sunghoon sudah menunggumu di area parkir. Pria itu dengan sigap mengambil alih tasmu, membukakan pintu mobil, dan menaruh minuman kesukaanmu yang sudah ia siapkan di dalam. Sunghoon lantas mengelus kepalamu dengan lembut. “Capek?” tanya Sunghoon penuh perhatian. Kamu mengangguk pelan. “Lumayan sih.” “Mau jalan nggak?” Kamu menggeleng lemah. “Pulang aja.” “Are you sure? Nggak ada yang mau kamu beli?” Sekali lagi kamu menggeleng. Sunghoon mengangguk mengerti, lalu mengantar perjalanan pulangnya sampai ke rumahmu dengan aman sebelum ia berpamitan untuk pulang ke tempatnya. —— Jelang pukul tujuh malam, suasana grup chat jurusanmu mendadak sangat ramai. Beberapa anak bahkan mengetag namamu berkali-kali. “Y/n cepet datang!” “Y/n, di mana sih?” Karena rasa penasaranmu mulai mengalahkan akal sehat, kamu akhirnya memutuskan untuk membalas pesan itu. “Wait, secepatnya gue otw.” Namun, tak berselang lama setelah pesan itu terkirim, ponselmu berdering. Sunghoon mengirimimu pesan pribadi. “Lagi apa?” tanyanya. “Mau tidur,” balasmu cepat tanpa pikir panjang.                                       “Coba pap.” kamu buru-buru merebahkan diri di atas kasur, memotret wajahmu sekilas, lalu mengirimkannya. Tak lama kemudian, balasan dari Sunghoon masuk.  “Good night, sayang.” Setelah mengirim pesan itu, kamu langsung bergegas bangkit. Kamu mengganti pakaianmu dengan sebuah dress pendek yang cantik, memoles makeup sedikit lebih tebal dari biasanya, menyemprotkan parfum favoritmu, dan menyempurnakannya dengan sepasang heels tinggi. Kamu benar-benar terlihat sangat memukau malam itu. Kamu memilih mengendarai mobilmu sendiri menuju tempat tujuan. —— Begitu tiba di club, kamu langsung menunjukkan surat undangan dari Jake kepada penjaga di pintu masuk dan melangkah masuk ke dalam. Suara dentuman bass yang kencang dan aroma minuman langsung menyambut indra penciumanmu. Teman-temanmu yang melihat kedatanganmu langsung bersorak heboh.
Pov|| Siang itu, suasana kelas jurusanmu terasa sangat riuh karena teman-temanmu sedang berkumpul. Di tengah keramaian, Jake tiba-tiba berdiri di depan kelas sambil tersenyum lebar. “Pokoknya kalian harus datang ke acara birthday party gue! Di club kayak biasa, lo semua gue traktir,” ucap Jake dengan penuh percaya diri. Semua anak bersorak ramai, menyambut antusias tawaran itu. Namun, kamu hanya duduk diam tanpa bereaksi, sampai akhirnya Jake menyadari sikapmu dan menghampirimu langsung ke meja. “Lo datang kan? Nggak mungkin nggak, kan?” tanya Jake. Kamu menggeleng pelan, merasa ragu. “Gimana nanti deh, Jake.” “Soal pacar lo? Yaelah, ngekang amat! Lo kalau mau pergi, tinggal pergi aja kali,” sanggah Jake. Ucapan itu langsung disetujui oleh teman-teman yang lain di sekitar kalian. “Bener, Y/n, pergi aja. Tenang, nggak bakal ada yang bilang ke Sunghoon kok,” timpal mereka meyakinkan. Karena terus didesak, akhirnya kamu mengalah. “Nanti gue pikirin deh.” Jake mengangguk puas, lalu mengeluarkan selembar kertas dari sakunya dan memberikannya padamu. “Lo tinggal kasih ini ke penjaga club nanti, dan lo bebas ambil apa aja di sana.” “Thank you,” katamu singkat. Jake hanya tersenyum ramah sebelum melangkah pergi. —— Sampai sore harinya, seperti biasa, Sunghoon sudah menunggumu di area parkir. Pria itu dengan sigap mengambil alih tasmu, membukakan pintu mobil, dan menaruh minuman kesukaanmu yang sudah ia siapkan di dalam. Sunghoon lantas mengelus kepalamu dengan lembut. “Capek?” tanya Sunghoon penuh perhatian. Kamu mengangguk pelan. “Lumayan sih.” “Mau jalan nggak?” Kamu menggeleng lemah. “Pulang aja.” “Are you sure? Nggak ada yang mau kamu beli?” Sekali lagi kamu menggeleng. Sunghoon mengangguk mengerti, lalu mengantar perjalanan pulangnya sampai ke rumahmu dengan aman sebelum ia berpamitan untuk pulang ke tempatnya. —— Jelang pukul tujuh malam, suasana grup chat jurusanmu mendadak sangat ramai. Beberapa anak bahkan mengetag namamu berkali-kali. “Y/n cepet datang!” “Y/n, di mana sih?” Karena rasa penasaranmu mulai mengalahkan akal sehat, kamu akhirnya memutuskan untuk membalas pesan itu. “Wait, secepatnya gue otw.” Namun, tak berselang lama setelah pesan itu terkirim, ponselmu berdering. Sunghoon mengirimimu pesan pribadi. “Lagi apa?” tanyanya. “Mau tidur,” balasmu cepat tanpa pikir panjang. “Coba pap.” kamu buru-buru merebahkan diri di atas kasur, memotret wajahmu sekilas, lalu mengirimkannya. Tak lama kemudian, balasan dari Sunghoon masuk. “Good night, sayang.” Setelah mengirim pesan itu, kamu langsung bergegas bangkit. Kamu mengganti pakaianmu dengan sebuah dress pendek yang cantik, memoles makeup sedikit lebih tebal dari biasanya, menyemprotkan parfum favoritmu, dan menyempurnakannya dengan sepasang heels tinggi. Kamu benar-benar terlihat sangat memukau malam itu. Kamu memilih mengendarai mobilmu sendiri menuju tempat tujuan. —— Begitu tiba di club, kamu langsung menunjukkan surat undangan dari Jake kepada penjaga di pintu masuk dan melangkah masuk ke dalam. Suara dentuman bass yang kencang dan aroma minuman langsung menyambut indra penciumanmu. Teman-temanmu yang melihat kedatanganmu langsung bersorak heboh. "Wih, akhirnya dateng juga!" seru Jake sambil melambaikan gelasnya, lalu berjalan mendekatimu dengan senyum lebar. "Gue tahu lo nggak bakal melewatkan pesta gue, Y/n. Minum apa lo? Bebas, pesen aja!" Kamu tersenyum tipis, berusaha menikmati atmosfer yang sudah lama tidak kamu rasakan. "Satu cocktail ringan aja, Jake." Tak lama, minumanmu datang. Kamu mulai bergabung dengan obrolan mereka, bernyanyi mengikuti alunan musik yang kencang, dan meneguk minumanmu pelan-pelan. Suasana malam itu terasa begitu bebas, jauh dari aturan-aturan kaku yang biasa kamu jalani bersama Sunghoon.(lanjut di sl) #sunghoon #enhypen #pov #alternativeuniverse #fyp

About