@monicaprhm:

momon
momon
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 03 January 2024 14:00:31 GMT
18489
2091
20
23

Music

Download

Comments

reskambuangsyahrudin
Reska M Buangsyahrud :
subhanallah 🥰🥰
2024-01-25 07:41:39
0
m_kafid
Kafid乄 :
ga ngebosenin mukanya🥰🥰
2024-01-03 16:11:46
4
ridho_wijaya47
ridho_wijaya :
natural ya
2024-01-05 04:01:42
0
brand_gas
Haji Saleh :
😍😍😍
2024-04-01 04:44:00
0
zbsujensi
gajehuwunsj :
Jawa
2024-03-31 11:13:18
0
khmz1232
Maulana :
calon istri 😂
2024-03-20 22:27:30
0
akbarjr5909
reyyy :
cantik bangan seng kuhh😄
2024-03-16 09:46:26
0
andraa.nugraha07
Bang Andry💥✨ :
Sumpah anjir kamu ya allah🥰🥰🥰
2024-03-09 14:54:49
0
rikky_febriyan
🤡 :
suka wajah monica🥰
2024-01-11 06:58:48
0
egi_perdana
EGI PERDANA :
sehat selalu teteh idola
2024-01-05 16:32:05
0
anams.t
M.khairul anam :
🥰🥰🥰🥰
2024-01-03 14:45:35
0
snuukk_
snuukk :
yaallah 😡
2024-01-03 19:36:08
0
yudha301202
@Yudha :
kiw kiw🥰
2024-01-03 15:55:46
0
ulyakancil135
ulya135 :
BTW taun baru kemanna ate☺️
2024-01-03 15:45:15
0
lehchild
tyrex🦖🦖 :
Allo ka
2024-01-03 14:51:33
0
sendaren_indonesia
PELAYANG JOMBANG :
😊😋
2024-01-03 14:47:00
0
dedisutte_19
dedisutte19 :
liat muka nya ga ngebosenin salam kenal ka 🙏🙏🙏
2024-01-03 14:46:52
0
To see more videos from user @monicaprhm, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About