@robingaschnoegelroegel: Hehe mal was kleines zum Schmunzeln Keine sorge bald Starten wir hier wieder durch, mir ist natürlich bewusst dass man immer irgendwas machen kann aber mein Winterblues sagt: nein. Wie auch immer, ich hab euch lieb und vermisse euch #winter #garten

Robinga Schnoegelroegel
Robinga Schnoegelroegel
Open In TikTok:
Region: DE
Monday 15 January 2024 17:13:25 GMT
20218
1801
52
42

Music

Download

Comments

dechain1
Flo 🌍🇪🇺🇩🇪 :
Mehr Content! Wir sind wissbegierig und Du bist gut darin!
2024-01-15 18:09:53
13
x9a00
b from rostock :
Meditatives Pflegen der Gartengeräte? Ordentliche Menschen machen das im Herbst, ich weiß. Hochbeete bauen? Rankgitter basteln? Die Ruhe genießen?! 😁
2024-02-10 12:49:31
1
nexshemaki
Nexshemaki :
neue Frisur?
2024-01-15 18:12:32
1
heli.0705
XOXOdasistebenso :
Herrlich 😂👏
2024-01-15 17:24:42
4
lp9595959
lp9595959 :
vorbereiten 🙃
2024-01-16 14:17:01
1
amythekitten2
Simon :
Obstbaumschnitt? Oder nicht so dolle
2024-01-15 22:48:37
4
fiitzpiepe0815
flitzpiepe0815 :
hab zum jeburtstag ne gta 26 geschenkt bekommen und freue mich auf den obstbaumschnitt
2024-01-15 23:51:13
2
harryvidi
Harry V :
Heute ne neue Rasenkante gelegt. Dat geht auch jetzt schon.
2024-02-24 18:42:17
1
tinyresi
tinyresi :
Ich liebe einfach alles daran 🤣😂
2024-02-22 06:35:32
1
tugendfurie
tugendfurie :
Hi na 😏
2024-02-15 22:52:09
0
frooky24
frooky24 :
Zwiebeln setzen 😁
2024-02-23 08:44:28
0
artbyzhu
Zhunami :
Das ist generell eine gute Idee. Macht einfach mal nix. Wenigstens in ein paar Ecken im Garten. Natur regelt
2024-02-15 15:20:44
1
isadelabirne16
Isa :
wir alle warten auf den Lenz 😭
2024-02-23 16:32:38
0
michelb3ll
Michel.b3ll :
Ich bräuchte n Tipp für Blumen im Sommer. Im Frühling gibt's hier viel für Bienen aber im Sommer kaum was 🥺
2024-02-13 11:40:40
0
checkbaer
Checkbaer :
Paprika/chilli sähen 😉 is zwar nicht draußen aber für den Garten
2024-01-19 14:15:38
0
krystlepummelfee
Krystle Pummelfee :
Hab heute Tomaten und Paprika in meinem Anzuchtbeet gesät… steht aber drinnen. Ist so‘n kleiner Kasten.
2024-02-03 19:40:25
0
ginnybutton
user9661875398438 :
😊
2024-02-06 10:40:48
0
sillysusi
susannee :
😂😂😂
2024-02-16 11:54:23
0
jules.n.jane
jules.n.jane :
💚
2024-03-14 11:33:10
0
nabu_bundesverband
NABU :
Seufz.
2024-01-16 11:39:54
3
___yuki18___
Yuki ♒️ 👩🏼‍🦰 :
😭 Es ist sooooo schwer die Finger still zu halten.😅
2024-01-15 17:34:43
4
evo_077
Evo_077 :
Holz machen geht immer
2024-02-06 17:26:41
1
lorsen85
Lorsen :
Moin Klaus Dieter, ab wann sollte ich den Garten umgraben und neu sähen? gruß dein Willy Umgrabe Peter
2024-02-07 18:22:32
1
baller_ina147
baller-ina :
Doch! GLOTZEN!
2024-01-16 11:27:37
1
To see more videos from user @robingaschnoegelroegel, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Rencana eksekusi 12 rumah dinas TNI di Komplek Hankam, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat terpaksa ditunda. Sebab, eksekusi yang rencananya dilakukan pada Kamis (16/4/2026) ditolak keras oleh warga yang telah menempati rumah tersebut sejak puluhan tahun. Menurut Auliasa Ariawan selaku perwakilan warga, penundaan eksekusi menjadi poin yang disepakati dalam negosiasi antara warga dan pihak Mabes TNI. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam, kedua pihak menyepakati bahwa warga diberikan waktu hingga 30 April 2026 untuk mengosongkan rumah secara mandiri. “Kami sudah bernegosiasi dengan Mabes TNI dan disepakati diberikan waktu sampai 30 April 2026. Kalau sampai tanggal itu belum dikosongkan, maka akan dilakukan pengosongan paksa,” ujar Auliasa kepada wartawan di lokasi. Meski kesepakatan tercapai, Auliasa menegaskan keputusan tersebut diambil dalam kondisi terpaksa demi menghindari potensi konflik di lapangan. “Suara warga itu bulat tapi lonjong, ada yang setuju dan tidak. Tapi demi keselamatan dan keamanan, kami memilih menerima hasil negosiasi ini,” katanya. Masih Tunggu Kasasi Di sisi lain, warga masih menggantungkan harapan pada proses hukum yang sedang berjalan. Mereka telah mengajukan kasasi sejak Oktober 2025 dan menunggu hasil dari Mahkamah Agung. “Kalau dalam waktu itu kasasi kami dikabulkan, maka TNI tidak bisa melakukan eksekusi,” jelasnya. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait nomor registrasi perkara kasasi tersebut. Selain itu, warga juga mengungkapkan tidak adanya kompensasi dari pihak TNI, baik berupa uang kerohiman maupun relokasi. Permintaan untuk skema pengalihan kepada prajurit aktif juga ditolak. “Tidak ada kompensasi. Permohonan kami untuk over juga ditolak karena sudah ada surat peringatan pengosongan,” ungkap Auliasa. Ditempati Puluhan Tahun Auliasa menambahkan, rumah-rumah tersebut telah ditempati dalam waktu yang sangat lama, bahkan sejak tahun 1969. #baramaros #beritaseputarindonesia
TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Rencana eksekusi 12 rumah dinas TNI di Komplek Hankam, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat terpaksa ditunda. Sebab, eksekusi yang rencananya dilakukan pada Kamis (16/4/2026) ditolak keras oleh warga yang telah menempati rumah tersebut sejak puluhan tahun. Menurut Auliasa Ariawan selaku perwakilan warga, penundaan eksekusi menjadi poin yang disepakati dalam negosiasi antara warga dan pihak Mabes TNI. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam, kedua pihak menyepakati bahwa warga diberikan waktu hingga 30 April 2026 untuk mengosongkan rumah secara mandiri. “Kami sudah bernegosiasi dengan Mabes TNI dan disepakati diberikan waktu sampai 30 April 2026. Kalau sampai tanggal itu belum dikosongkan, maka akan dilakukan pengosongan paksa,” ujar Auliasa kepada wartawan di lokasi. Meski kesepakatan tercapai, Auliasa menegaskan keputusan tersebut diambil dalam kondisi terpaksa demi menghindari potensi konflik di lapangan. “Suara warga itu bulat tapi lonjong, ada yang setuju dan tidak. Tapi demi keselamatan dan keamanan, kami memilih menerima hasil negosiasi ini,” katanya. Masih Tunggu Kasasi Di sisi lain, warga masih menggantungkan harapan pada proses hukum yang sedang berjalan. Mereka telah mengajukan kasasi sejak Oktober 2025 dan menunggu hasil dari Mahkamah Agung. “Kalau dalam waktu itu kasasi kami dikabulkan, maka TNI tidak bisa melakukan eksekusi,” jelasnya. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait nomor registrasi perkara kasasi tersebut. Selain itu, warga juga mengungkapkan tidak adanya kompensasi dari pihak TNI, baik berupa uang kerohiman maupun relokasi. Permintaan untuk skema pengalihan kepada prajurit aktif juga ditolak. “Tidak ada kompensasi. Permohonan kami untuk over juga ditolak karena sudah ada surat peringatan pengosongan,” ungkap Auliasa. Ditempati Puluhan Tahun Auliasa menambahkan, rumah-rumah tersebut telah ditempati dalam waktu yang sangat lama, bahkan sejak tahun 1969. #baramaros #beritaseputarindonesia

About