@ldnbutik1: untuk order kalian langsung bisa ke toko orens dengan cara klik link yg ada di bio. langssung masuk ke bagian produk terbari di toko orens#gamis #gamiskatun #gamismurah

ldnbutik1
ldnbutik1
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 27 January 2024 04:36:04 GMT
1298756
10375
411
2156

Music

Download

Comments

library8610
Inisial Y☘️ :
keranjang kuningnya kk
2024-01-28 04:28:51
16
triwulandaritriw7
mama.Tri :
ld 130 ada kk
2024-01-27 22:53:16
13
fatimahhasibuan47
fatimahhhh :
ga ada ka di orens
2024-01-27 16:44:25
10
rinmei123
Rinmei123 :
cantik kk bajunya harga brp ya cara belinya
2024-01-28 00:25:05
11
istiaroh03
Isti Aroh :
caranya GI mana kk aku mau order
2024-01-27 11:05:06
9
user7911027663902
dar :
berapa kak harganya
2024-01-28 04:17:14
7
kharisma337
Kharisma :
minat. tpi gk punya shopi knapa harus ditoko oren sih😭😭
2024-01-28 12:43:07
7
sumarti869
Sumarti :
harga nerapa kk
2024-01-27 21:56:35
7
kartini7828
kartini :
mau kak
2024-01-27 22:35:06
7
ell..181903
LISA :
bahan nya apa kak
2024-01-27 22:45:46
7
lisalisadani5
lisalisadani5 :
mana keranjang kuningnya
2024-01-27 19:57:15
5
azislala615
nursainiati :
live nya jam brp kk
2024-01-27 11:15:10
6
nur12141
NUR KHALISAH :
keranjang kuning mana
2024-01-27 19:22:16
6
an_vraa
an_vraa :
gimn cara ceout yg ini kk
2024-01-28 05:49:03
5
isahaisahh0
isahaisahh0 :
KK aku mau cekot..gimana caranya
2024-01-28 12:04:01
5
adminrosnipadang
ADMIN ROSNI PADANG :
mn keranjang nya kk
2024-01-28 06:20:11
5
nurazeeybn2
nurazizah :
cek harga kak
2024-01-28 13:53:25
5
mohammaddari365
Mohammad Dari365 :
brp hrganya kak
2024-01-28 00:19:17
5
hihanghoheng89
manusiaa :
mau kak harga berapa
2024-01-28 10:46:00
6
neni.triani10
Neni Triani :
bagus mau brp
2024-01-27 06:34:23
5
rositaa0607
Rosita :
rosita ko ga ad toko gmn kalau mau pesan kk
2024-01-27 18:28:49
15
mamaonya6
bionya :
beraph itu ka gamis ny bb 75
2024-01-28 00:45:09
18
lavanyanuha
Sweeatieanya :
kok ga ada di toko oren kak
2024-01-27 14:50:16
24
ekha679
user6755336912462 :
kak kok gk ada di toko oren nya
2024-01-27 12:47:06
20
sumbermulya579
Sumber Mulya579 :
leevnya jm brpa kk
2024-01-27 04:52:45
18
To see more videos from user @ldnbutik1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV {4} Seonghyeon tidak memedulikan godaan temannya. Cowok itu langsung berdiri, menyambar kunci motor matic-nya yang tergeletak di atas meja semen. Rasa tenang dan kasual yang dia pamerkan di parkiran sekolah siang tadi menguap tanpa sisa. Untuk pertama kalinya, tembok pertahanan Seonghyeon runtuh karena rasa takut kehilangan yang teramat sangat. Sementara itu di kamarmu, kamu sudah membalikkan ponsel dengan layar menghadap ke kasur. Kamu tidak tahu—dan untuk saat ini, tidak peduli—bahwa seorang Seonghyeon sedang kalang kabut di jalan raya, membelah malam menuju rumahmu demi mengejar centang dua yang sudah kamu matikan secara paksa. • • • Malam kian larut, jam dinding sudah bergeser ke angka sebelas lewat empat puluh lima. Di luar, rintik hujan mendadak turun, membasahi jalanan kompleks rumahmu yang sepi. Kamu baru saja memejamkan mata, mencoba mengusir sisa sesak di dada, ketika tiba-tiba suara ketukan keras terdengar dari lantai bawah. Tok! Tok! Tok! Ketukannya terdengar tidak sabaran, bersahut-sahut dengan suara deru mesin motor yang sangat kamu kenal di depan pagar. Jantungmu mencelos. Kamu bangkit dari kasur, berjalan pelan ke arah jendela kamar di lantai dua dan menyibak sedikit gordennya. Di bawah sana, berdiri seorang cowok dengan jaket denim yang sudah basah kuyup karena air hujan. Seonghyeon. Dia berdiri gemetaran di depan pintu rumahmu, napasnya memburu, dan matanya terus menatap ke arah jendela kamarmu. Cowok avoidant yang biasanya paling anti berurusan dengan emosi dan keributan, malam ini nekat menerobos hujan badai demi sebuah centang dua. Namun, kamu memilih tetap di kamar. Kamu mengabaikannya, menutup gorden rapat-rapat, dan kembali berbaring. Kamu tidak mau lagi luluh hanya karena aksi teatrikal cowok yang beberapa jam lalu membiarkan cewek lain bersandar di bahunya. Setelah hampir setengah jam mengetuk tanpa ada tanda-tanda pintu akan dibuka, suara motor Seonghyeon terdengar menjauh. Dia akhirnya menyerah dan pergi dari rumahmu dengan rasa frustrasi yang mendalam. • • •  Kamu mengira malam ini akan selesai sampai di situ. Namun, lima belas menit kemudian, ponselmu yang tergeletak di kasur mendadak bergetar hebat. Drrrt... Drrrt... Sebuah panggilan masuk. Di layarnya tidak tertera nama, hanya deretan nomor baru yang asing. Kamu mengernyitkan dahi. Di jam tengah malam begini, siapa yang menelepon? Karena penasaran sekaligus cemas jika itu urusan penting, kamu menggeser tombol hijau ke atas dan menempelkan ponsel ke telinga.
POV {4} Seonghyeon tidak memedulikan godaan temannya. Cowok itu langsung berdiri, menyambar kunci motor matic-nya yang tergeletak di atas meja semen. Rasa tenang dan kasual yang dia pamerkan di parkiran sekolah siang tadi menguap tanpa sisa. Untuk pertama kalinya, tembok pertahanan Seonghyeon runtuh karena rasa takut kehilangan yang teramat sangat. Sementara itu di kamarmu, kamu sudah membalikkan ponsel dengan layar menghadap ke kasur. Kamu tidak tahu—dan untuk saat ini, tidak peduli—bahwa seorang Seonghyeon sedang kalang kabut di jalan raya, membelah malam menuju rumahmu demi mengejar centang dua yang sudah kamu matikan secara paksa. • • • Malam kian larut, jam dinding sudah bergeser ke angka sebelas lewat empat puluh lima. Di luar, rintik hujan mendadak turun, membasahi jalanan kompleks rumahmu yang sepi. Kamu baru saja memejamkan mata, mencoba mengusir sisa sesak di dada, ketika tiba-tiba suara ketukan keras terdengar dari lantai bawah. Tok! Tok! Tok! Ketukannya terdengar tidak sabaran, bersahut-sahut dengan suara deru mesin motor yang sangat kamu kenal di depan pagar. Jantungmu mencelos. Kamu bangkit dari kasur, berjalan pelan ke arah jendela kamar di lantai dua dan menyibak sedikit gordennya. Di bawah sana, berdiri seorang cowok dengan jaket denim yang sudah basah kuyup karena air hujan. Seonghyeon. Dia berdiri gemetaran di depan pintu rumahmu, napasnya memburu, dan matanya terus menatap ke arah jendela kamarmu. Cowok avoidant yang biasanya paling anti berurusan dengan emosi dan keributan, malam ini nekat menerobos hujan badai demi sebuah centang dua. Namun, kamu memilih tetap di kamar. Kamu mengabaikannya, menutup gorden rapat-rapat, dan kembali berbaring. Kamu tidak mau lagi luluh hanya karena aksi teatrikal cowok yang beberapa jam lalu membiarkan cewek lain bersandar di bahunya. Setelah hampir setengah jam mengetuk tanpa ada tanda-tanda pintu akan dibuka, suara motor Seonghyeon terdengar menjauh. Dia akhirnya menyerah dan pergi dari rumahmu dengan rasa frustrasi yang mendalam. • • • Kamu mengira malam ini akan selesai sampai di situ. Namun, lima belas menit kemudian, ponselmu yang tergeletak di kasur mendadak bergetar hebat. Drrrt... Drrrt... Sebuah panggilan masuk. Di layarnya tidak tertera nama, hanya deretan nomor baru yang asing. Kamu mengernyitkan dahi. Di jam tengah malam begini, siapa yang menelepon? Karena penasaran sekaligus cemas jika itu urusan penting, kamu menggeser tombol hijau ke atas dan menempelkan ponsel ke telinga. "Halo?" tanyamu pelan. "Y/N... Tolong jangan dimatiin," suara di seberang sana terdengar parau, bergetar karena dingin sekaligus panik. Jantungmu langsung berdegup kencang. Itu suara Seonghyeon. "Aku di depan minimarket deket rumah kamu, beli kartu perdana baru cuma buat bisa hubungin kamu," lanjutnya cepat, nadanya memburu seperti takut kamu akan langsung memutuskan sambungan. "Aku tahu aku salah. Aku minta maaf soal semalem, soal Arini. Dia yang tiba-tiba nyender pas aku lagi bales chat orang lain, dan aku langsung suruh dia pindah pas aku baca chat dari kamu. Tolong jangan kayak gini, Y/N. Aku ga bisa kalau kamu blokir semua kayak gini." Kamu tertegun mendengar ucapannya lewat telepon malam itu. Keheningan malam seolah memperjelas napas Seonghyeon yang masih memburu di seberang sana. "Besok pagi kita ketemu di taman belakang sekolah sebelum bel masuk. Kita ngobrol serius, berdua aja, aku ga suka kamu mutusin aku secara sepihak gini." pinta Seonghyeon, suaranya terdengar sangat memohon. Kamu refleks menjauhkan ponsel dari telingamu, menatap layarnya dengan dahi berkerut, lalu menempelkannya kembali. Rasa heran mendadak mendominasi isi kepalamu, mengalahkan rasa sedih yang sejak tadi merayap. Dia minta ketemu buat ngobrol serius? Seorang Seonghyeon? Kamu tahu betul bagaimana tabiat pacarmu ini selama hampir satu tahun belakangan. #POV #cortis #sean #foryou #seonghyeon

About