Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@ecomsidehustlecars:
Ecomsidehustlecars
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 06 February 2024 18:14:04 GMT
172461
20479
643
133
Music
Download
No Watermark .mp4 (
9.97MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
13.98MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
DrangeDragRacingTeam :
I actually like them, even though it isn’t my taste in cars! Awesome car!
2024-03-13 22:58:24
0
Q :
Nooooo you had the best spec 😩
2024-02-08 07:00:00
0
Ken :
The rims are firee🔥🔥
2024-02-08 16:24:11
0
Z :
W
2024-02-08 04:14:42
0
xrpjacker :
Nice ah rims match the wrap
2024-02-13 23:44:46
1
ِ :
bro you need a carbon fibre hood
2024-02-12 08:05:22
0
the_1_and_only_ayden :
i think it's tuff no lie
2024-02-08 04:00:47
0
MrDadder :
Those wheels make me think of the Jaguar XJ220.
2024-02-14 17:16:35
0
Clam Chowda :
Naaaa those are fire
2024-02-09 00:31:41
0
Blair :
goes hard ngl
2024-02-08 21:42:34
0
Duffy’s classic cars/Service :
If you did a dark bronze like the rims on the skirts of the car was be so dope.
2024-02-19 01:08:21
0
mxmillan1 :
Wheels are 🔥🔥🔥
2024-02-08 13:02:20
0
Stewart Clark :
they remind me of Veneno wheels a little bit
2024-02-08 07:29:32
0
Sanyog 🐍 :
Reminds me of the wheels on the veneno
2024-02-08 03:48:09
0
Adrin :
Fire
2024-02-07 23:45:38
0
Nate :
Acoustic detailing gets me every time 😭
2024-02-08 23:42:40
0
biggiesmalls024 :
Nice car but wheels gotta go
2024-02-08 01:59:36
0
bobweist0 :
looks great to me....I bet you have the only SVJ like it
2024-02-08 02:15:21
0
Carl :
🤝🏽
2024-03-17 22:27:58
0
esp :
Hub caps
2024-02-11 09:02:26
0
kingnword :
looks like it’s missing hub cap covers
2024-02-21 22:36:12
0
Prem :
Bro I mess with you but naw, gift exchange those for something diff. Keep these as the winter beater rims
2024-02-07 21:56:25
0
To see more videos from user @ecomsidehustlecars, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
#tonyremol #olímpica #salsa #colombia #barranquilla #santodomingo #capcana #bavaro @djhappy2025 @Djadoni @Viral Videos
#baddie #bodytea #fyp #pinkandblack
Love that requires your destruction to be believed isn’t love. You can care deeply and still protect what you need to survive. #runtheplay
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy