Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@dianhijab.id: Dress Cantik Premium💯 Tazkia Dress Series✨ Shop Now🛒 #dianhijab #belilokal #dresspremium #dresscantik #ootdhijab #fashionmuslimah
dianhijabsurabaya
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 16 February 2024 09:12:57 GMT
177273
1950
10
86
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.98MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.32MB
)
Watermark .mp4 (
2.18MB
)
Music .mp3
Comments
adelyadw :
@nabilaaaaaaaa
2024-08-15 05:23:10
1
saterdèy :
kak ada yg koleksi warna putih ga yaa
2024-02-19 10:21:46
0
senjaa🫧 :
jualan apaan min.. stock abis semua we 😌
2024-03-26 13:40:59
0
Assyadzili :
masyaAllah cakep kak
2024-06-03 11:39:44
0
Bernardboy :
Baguss🥰
2024-06-07 02:48:53
0
ummiadn :
ku ud pernah beli mukenanya , dress nya se premium mukenanya ga ya
2024-06-20 23:54:09
0
0111 :
bagus asli🥰buat yg kerah manset min biar fariasi ngk karet terus
2025-01-02 14:04:32
0
To see more videos from user @dianhijab.id, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#zakirwaseembaloch313 @Zakir Waseem ul Abbas Baloch #fyp #viral #fypppppppppppppp #1milllionauditon
Une soirée entre girlies en Grèce 🇬🇷💃🏽
Durante a corrida com um motorista de aplicativo extremamente grosseiro, vi que ele escreveu a seguinte mensagem no celular: "Subiram duas árabes terr0rist4as no meu carro” Gravei a minha resposta ao chegar ao destino… Infelizmente, só mais um dia comum 🫠
Dunia memang pandai berdandan. Ia membubuhkan harta pada wajahnya, mengenakan perhiasan jabatan, menyemprotkan aroma pujian, lalu tersenyum manis melalui kenikmatan. Manusia pun terpikat, seakan-akan segala yang berkilau telah berjanji untuk tinggal selamanya. Padahal dunia tidak pernah mengucapkan janji itu. Kitalah yang terlalu cepat menganggap senyumnya sebagai kesetiaan. Hari ini ia memanggilmu “orang penting”, esok namamu mungkin hanya menjadi tulisan yang dilupakan. Hari ini banyak tangan menjabatmu karena kedudukan, esok tangan-tangan itu barangkali terlalu sibuk menjabat penggantimu. Hari ini wajahmu dipuji, esok kerutan datang tanpa meminta izin. Begitulah dunia: ia pandai membuat manusia merasa memiliki, sebelum akhirnya memperlihatkan bahwa sejak awal manusialah yang sedang dimiliki. Dalam filsafat Islam, dunia bukan sesuatu yang harus dibenci, tetapi harus ditempatkan. Ia boleh berada di tangan, tetapi jangan diberi singgasana di dalam hati. Sebab ketika dunia duduk sebagai raja di dalam jiwa, manusia akan mengukur harga dirinya dengan sesuatu yang pasti menyusut: kekayaan, kecantikan, kekuasaan, popularitas, dan pengakuan. Ibn ‘Athaillah as-Sakandari dalam (Al-Hikam) mengingatkan bahwa alam semesta tampak indah karena ia merupakan jejak ciptaan Allah, tetapi keindahannya juga dapat menjadi hijab ketika manusia berhenti pada ciptaan dan melupakan Sang Pencipta. Ironis sekali: mata begitu kagum melihat pantulan cahaya, tetapi tidak pernah bertanya dari mana cahaya itu berasal. Allah berfirman: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu, serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan…” **(QS. Al-Hadid [57]: 20)** Ayat ini bukan perintah untuk meninggalkan kehidupan, melainkan peringatan agar kita tidak tertipu oleh penampilannya. Bekerjalah, tetapi jangan menyembah hasil. Milikilah harta, tetapi jangan biarkan harta memiliki hatimu. Cintailah manusia, tetapi jangan menuntut yang fana untuk menjadi abadi. Nikmatilah keindahan, tetapi sadarilah bahwa setiap bunga membawa kalender layunya sendiri. Kita sering berkata sedang mengejar masa depan, padahal mungkin kita hanya sedang mengejar riasan dunia sebelum luntur. Kita mengorbankan ketenangan demi pujian, menggadaikan prinsip demi kedudukan, bahkan menunda taubat karena merasa kematian masih tahu sopan santun dan akan mengetuk pintu terlebih dahulu. Betapa percaya dirinya manusia: menyusun rencana puluhan tahun, sementara detak jantung berikutnya pun tidak pernah menandatangani kontrak. Maka pertanyaannya bukan, “Bolehkah aku mencintai dunia?” Pertanyaannya adalah, “Apakah cintaku kepada dunia membuatku semakin mengenal Allah, atau justru semakin lupa bahwa aku akan kembali kepada-Nya?” Dunia akan menghapus riasannya. Kecantikan akan memudar, tepuk tangan akan berhenti, jabatan akan berpindah, dan harta akan diwariskan. Saat itu, hanya amal yang tidak ikut berpaling. Jangan menunggu dunia meninggalkanmu untuk menyadari bahwa sejak awal ia memang bukan rumahmu. Jadikan ia jalan, bukan tujuan; kendaraan, bukan tempat menetap; ladang untuk menanam, bukan panggung untuk terus dipuja. Sebab orang bijak tidak tertipu oleh kecantikan sesuatu yang sudah ia ketahui tanggal perpisahannya. #LogikaJiwa #SelfReminder #FilsafatHidup #Katabijak #RenunganIslam
🥰🥰
#cachuadey #fyp #xh #thoitrangnu
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy