@1alishapan: ملهوفه روحي عليه #حاتم_العراقي #irak🇮🇶 #طربيات_الزمن_الجميل #العراق #حاتم_العراقي #foryoupage #foryou #capcut

𝔸ꪜ ᘓ⎽ߺܭȊ⎽Ȋᓄ ɑ̈⎽ᓄใᓘ⎽ᓅ
𝔸ꪜ ᘓ⎽ߺܭȊ⎽Ȋᓄ ɑ̈⎽ᓄใᓘ⎽ᓅ
Open In TikTok:
Region: JO
Saturday 17 February 2024 18:31:00 GMT
67171
2243
91
1688

Music

Download

Comments

rehab_elmalky
🪽استيـرا - 🦅𝐀𝐒𝐓𝐄𝐑𝐀🪽 :
انت الحياه 😌
2024-02-17 18:33:07
3
al_ain09
❤️🇦🇪 Shaimaa 👑 :
كل سعاده الحياتك يارب
2024-02-17 18:38:01
1
dina_elmalky
🪽استيـرا - 🦅𝐀𝐒𝐓𝐄𝐑𝐀🪽 :
يسعدلى قلبووووو ونبضو الغالى 🥰🌹🌹
2024-02-18 00:10:32
1
hyam_alrww7
هيـHــام الرووحـ🤍 :
يسعد مساك وقلبگ🤍👑🌹🌹🌹
2024-02-17 18:34:30
2
user6429411
حـᬼ-❀⃟ـب عـᬼذاب✯ :
صباح الخير🌹🌹🌹
2024-02-17 23:09:10
0
remas123402
انيقة بشخصيتي👑 :
مساك سعاده لاتنتهي🥰🥰🥰
2024-02-19 20:02:50
0
sh41__sally
sh* :
يسعدلي قلبك و روحك الطيبه يارب العالمين 🌹
2024-02-18 18:11:32
0
noorelhuda07
👑الغاليه بنت الاصول👑 S♥️N :
صباح الذوق الراقي 🌹🌹
2024-02-18 09:06:39
0
user2083175274161
النابغة :
ياحببتي بدي بحكي أناونتي ياوردتي
2024-03-09 13:33:36
0
9.ma78
welcome :
شرياناه
2024-03-03 19:09:20
0
raheeq671
رحـيـ᭄͢⸙ــق 💛المسـ᭄͢⸙ــك⚖️ :
يسعد صباحك
2024-02-18 00:25:38
0
rehab_elmalky
🪽استيـرا - 🦅𝐀𝐒𝐓𝐄𝐑𝐀🪽 :
يسعدلى قلبووووو ونبضو الغالى 💞💞
2024-02-17 18:33:13
2
rehab_elmalky
🪽استيـرا - 🦅𝐀𝐒𝐓𝐄𝐑𝐀🪽 :
انت اكتمالى 💞
2024-02-17 18:32:43
1
dina_elmalky
🪽استيـرا - 🦅𝐀𝐒𝐓𝐄𝐑𝐀🪽 :
انت اكتمالى 👌👌
2024-02-18 00:10:25
0
user7702279341329
ابو عبد :
@عٌذِآبً آلَسِنِيَنِ 😔 اي والله
2024-02-18 09:08:45
1
__libya4w
💎ضجيج المطر💎 :
💓💓
2024-05-01 17:48:31
0
user99265025682802
أبو علي الغراوي :
🥰
2025-10-19 13:17:15
0
mmasmals123
السيدة الفاتنة.🫀🤍 :
🥰🥰🥰🥰
2024-03-05 01:52:52
0
9.ma78
welcome :
❤️😍😻
2024-03-03 19:09:10
0
user241882546544
ورده حلب :
❤️❤️❤️❤️
2024-02-17 18:43:24
0
To see more videos from user @1alishapan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

[2] Last escape
[2] Last escape "Aduh.." Rintihmu pelan saat kakimu terasa nyeri, membuat tubuhmu kehilangan keseimbangan hingga jatuh begitu saja ke lantai koridor. Keonho yang sudah berlari beberapa langkah di depan langsung menengok, wajahnya yang awalnya fokus berubah panik saat melihatmu duduk sambil meringis kesakitan. "Lo kenapa?!" "Kayaknya keseleo." Suara geraman kembali terdengar dari ujung lorong, puluhan zombie itu kembali mengejar kalian dan semakin mendekat. Keonho berdecak pelan, "Ck." Tanpa membuang waktu, ia berjongkok di hadapanmu. "Naik." Ujarnya. "Jangan bercanda Keonho, lo nggak bakal kuat—" "Sekarang bukan waktunya debat." Belum sempat kamu menolak lagi, Keonho langsung mengangkatmu ke punggungnya. Kedua tangannya menahan kakimu agar tidak terjatuh, lalu kembali berlari mencari tempat aman untuk mengobati kakimu. "Pegangan yang kuat, kalau jatuh lagi gue nggak akan ngangkat lo dua kali." Meski ucapannya terdengar ketus, nafasnya yang memburu dan genggamanmya yang tak pernah melemah membuatmu sadar. Sejak awal, Keonho memang tidak berniat meninggalkanmu bahkan di tengah neraka yang kini menyelimuti sekolah. ___ Keonho membuka pintu ruang kesehatan dengan kasar, kamu segera turun dari punggungnya berjalan menjauh darinya dengan tertatih-tatih. Sementara itu, ia menggeser lemari besi kecil dan beberapa meja hingga menghalangi pintu. Suasana mendadak sunyi yang terdengar hanya suara napas kalian yang masih memburu. Keonho mengusap peluh di dahinya sebelum berjongkok di depanmu. "Coba gue lihat." Kamu refleks menarik kakimu ke belakang. "Nggak usah." "Jangan keras kepala." "Gue bisa sendiri." Keonho menghela napas pelan, lalu bangkit mengambil kotak P3K yang berada di atas lemari. Ia kembali berjongkok di hadapanmu, membuka kotak itu, lalu mengeluarkan perban elastis, cairan antiseptik, dan kompres dingin. "Tahan dikit." Tanpa menunggu persetujuanmu, ia menggulung sedikit ujung celana seragammu hingga pergelangan kakimu terlihat jelas. Alisnya langsung berkerut. "Bengkaknya lumayan." Perlahan, jemarinya menyentuh pergelangan kakimu untuk memastikan letak cederanya. "Aduh.." Kamu spontan meringis dan menarik napas tajam, Keonho segera menghentikan gerakannya. "Maaf." Nada suaranya jauh lebih lembut dari biasanya, ia mengambil kompres dingin, membungkusnya dengan kain tipis, lalu menempelkannya perlahan pada bagian yang bengkak. "Tempelin dulu beberapa menit, biar bengkaknya nggak makin parah." Kamu hanya mengangguk pelan, keheningan kembali memenuhi ruangan. Sesekali Keonho melirik ke arah pintu UKS, memastikan tidak ada suara mencurigakan dari luar. Setelah merasa cukup aman, ia mulai membalut pergelangan kakimu dengan perban elastis. Gerakannya hati-hati, seolah takut membuatmu semakin kesakitan. "Nih." Ia menepuk pelan balutan perban yang baru selesai dipasang. "Jangan dipaksa jalan dulu." Kamu menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berbisik pelan, "Makasih." Keonho terdiam. Tangannya yang semula hendak merapikan kotak P3K berhenti sesaat. "Lo nggak perlu bilang makasih." "Kenapa?" "Karena tugas gue emang jagain lo." Kalimat itu keluar begitu saja, membuat kalian sama-sama terdiam, Keonho mengalihkan pandangannya sambil tersenyum tipis. Kamu mengalihkan pandanganmu, entah kenapa pipimu terasa sangat panas. "Kita harus keluar dari sini, cari orang yang bisa selamatin kita." Ujar Keonho serius. "Tapi dimana?" "Daerah kota, kita harus kesana." Kepalamu perlahan menunduk dan mengangguk pelan. Belum sempat menjawab, suara benturan keras tiba-tiba memecah keheningan. Brak! Keduanya langsung menoleh ke arah pintu. Brak! Brak! Seseorang atau sesuatu sedang menghantam pintu UKS dari luar, Keonho dengan sigap meraih tongkat bisbolnya dan berdiri di depanmu. "Di belakang gue." Suara geraman pelan mulai terdengar dari balik pintu yang terus bergetar, menandakan tempat persembunyian kalian mungkin sudah tidak lagi aman. #keonho #alternativeuniverse #pov #cortisedit #cortis

About