@rachelesantoro: 🤎🤎🤎

Rachele Santoro
Rachele Santoro
Open In TikTok:
Region: IT
Thursday 22 February 2024 11:44:15 GMT
65598
3857
12
10

Music

Download

Comments

maxime5389
Maxime :
AMOOO.37 1/2. non è febbre
2024-02-24 07:45:01
4
lorengray328
Annalì :
Meravigliosaaa❤️❤️❤️
2024-02-22 13:11:00
3
dipendenza.rachele
. :
outfit toppppp😍😍😍
2024-02-22 12:35:51
2
eleonoraamariotti
Eleonora Mariotti :
splendoreeee 🌟❤️
2024-02-22 14:06:44
2
nicovernoo
Nicolò Vernigi :
uuuu poverina🥺🥺🥺37.5🥺🥺🥺
2024-02-22 15:52:12
2
lolagiuliani08
🌙lolita🌙 :
@r3bssz dimmi a chi è uguale
2024-02-24 18:34:54
1
fracume
Skik Fra :
37.5 febbre... ma andate a lavorare 8/10 ore al giorno e poi mi dite
2024-02-25 23:10:46
1
dipendenza.rachele
. :
stupendaaaaaa
2024-02-22 12:34:14
0
ppterodattiloo
ppterodattiloo :
puoi fare un tutorial per questo makeup? sei stupendaaaa ✨
2024-02-22 13:09:59
0
mariusbelletti
Marius Belletti :
🥰
2024-02-25 18:00:53
0
aurorabruno71
Aurora Bruno :
ma te sei stupenda anche struccata!! davvero complimenti
2024-02-27 10:30:29
0
francescoursi0
Francescou :
sudore sudore
2024-02-27 21:27:10
0
To see more videos from user @rachelesantoro, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di momen itu, yang terlihat bukan hanya kejujuran emosional dari Fattah, tapi juga pantulan perasaan dari Aqeela yang sama-sama belum selesai. Fattah akhirnya menunjukkan sisi yang selama ini ia tahan. Amarah pada keadaan di masa lalu, pada dirinya yang dulu memilih diam, dan pada waktu yang seakan tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan segalanya dengan utuh. Amarah itu bukan tentang menyalahkan Aqeela, melainkan tentang penyesalan yang menumpuk karena ia merasa pernah gagal mempertahankan sesuatu yang paling berarti dalam hidupnya. Perasaan itu justru memperjelas bahwa bagi Fattah, Aqeela tidak pernah tergantikan. Apa yang terjadi setelahnya, termasuk kedekatannya dengan Zara, bukanlah bentuk perpindahan hati, melainkan bagian dari kebingungan dan pelarian yang tidak pernah benar-benar menyentuh inti perasaannya. Di dalam dirinya, posisi Aqeela tetap utuh sebagai seseorang yang paling penting, yang tidak pernah benar-benar bisa ia lepaskan. Di sisi lain, ekspresi Aqeela menunjukkan sesuatu yang berbeda, tapi saling terhubung. Ada penyesalan yang perlahan muncul, seolah ia mulai menyadari bahwa dulu ia tidak benar-benar memberi ruang untuk Fattah menjelaskan kebenarannya. Bahwa saat itu, ia lebih memilih mempercayai keadaan daripada mendengarkan langsung dari hati Fattah. Dan dari situ, muncul rasa “seandainya” seandainya ia bertahan sedikit lebih lama, seandainya ia mau mendengar lebih dalam, mungkin semuanya tidak akan berjalan sejauh ini. Aqeela akhirnya berbicara dan mengatakan,
Di momen itu, yang terlihat bukan hanya kejujuran emosional dari Fattah, tapi juga pantulan perasaan dari Aqeela yang sama-sama belum selesai. Fattah akhirnya menunjukkan sisi yang selama ini ia tahan. Amarah pada keadaan di masa lalu, pada dirinya yang dulu memilih diam, dan pada waktu yang seakan tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan segalanya dengan utuh. Amarah itu bukan tentang menyalahkan Aqeela, melainkan tentang penyesalan yang menumpuk karena ia merasa pernah gagal mempertahankan sesuatu yang paling berarti dalam hidupnya. Perasaan itu justru memperjelas bahwa bagi Fattah, Aqeela tidak pernah tergantikan. Apa yang terjadi setelahnya, termasuk kedekatannya dengan Zara, bukanlah bentuk perpindahan hati, melainkan bagian dari kebingungan dan pelarian yang tidak pernah benar-benar menyentuh inti perasaannya. Di dalam dirinya, posisi Aqeela tetap utuh sebagai seseorang yang paling penting, yang tidak pernah benar-benar bisa ia lepaskan. Di sisi lain, ekspresi Aqeela menunjukkan sesuatu yang berbeda, tapi saling terhubung. Ada penyesalan yang perlahan muncul, seolah ia mulai menyadari bahwa dulu ia tidak benar-benar memberi ruang untuk Fattah menjelaskan kebenarannya. Bahwa saat itu, ia lebih memilih mempercayai keadaan daripada mendengarkan langsung dari hati Fattah. Dan dari situ, muncul rasa “seandainya” seandainya ia bertahan sedikit lebih lama, seandainya ia mau mendengar lebih dalam, mungkin semuanya tidak akan berjalan sejauh ini. Aqeela akhirnya berbicara dan mengatakan, "silahkan Fattah.. bilang semuanya sekarang. Aku ingin dengar semuanya dari kamu.." karena kali ini dia hanya ingin membiarkan Fattah mengeluarkan semuanya.. semua hal yang belum sempat dia jelaskan saat itu padanya. Karena pada akhirnya, lebih baik terlambat mengungkapkan yang sebenarnya, daripada selamanya membiarkan kesalahpahaman terus hidup. Sebab kejujuran, meski datang belakangan, tetap punya cara untuk menyembuhkan yang sempat retak. Dan yang membuat momen itu terasa kuat adalah bagaimana keduanya sama-sama berada di titik refleksi. Fattah dengan kejujuran emosinya yang akhirnya terbuka, dan Aqeela dengan ekspresi yang menyiratkan penyesalan yang tidak perlu diucapkan. Mereka tidak lagi berdiri sebagai dua orang yang saling menyalahkan, tapi sebagai dua orang yang mulai memahami bahwa kesalahpahaman di masa lalu bukan karena kurangnya perasaan, melainkan karena waktu dan keadaan yang tidak pernah benar-benar berpihak. Dan di titik itu, untuk pertama kalinya Aqeela tidak hanya melihat tapi benar-benar merasakan bahwa perasaan Fattah selama ini nyata, utuh, dan tidak pernah terbagi; bahwa ia memang selalu menjadi satu-satunya yang dicintai dengan sedalam itu. Sampai akhirnya, dengan perasaan yang campur aduk antara sadar, menyesal, dan tersentuh, Aqeela mengungkapkan apa yang ia rasakan, bahwa semua ini terasa seperti ia sedang berhadapan kembali dengan sosok yang dulu begitu ia kenal... “Gue ngerasa gue lagi berantem sama cowok gue, yang ga mau banget kehilangan gue.” ❣️❣️❣️ ~ Mawar biru unlocked 🌹💙🔓 #fyp #fatqeel #aqeelacalista #fattahsyach

About