@amjadabd1: نوراس بغداد جسر الشهداد العراق#بغداد #بغداد_العراق #اكسبلور #اكسبلورexplore #اكسبلور_تيك_توك #العراق🇮🇶 #بغدادي #baghdad🇮🇶 #iraq🇮🇶 #تصويري #تصميمي #تيكتوك #explore #امجد_عبد_جاسم #العراق #نهر_دجلة #جسر_الشهداء

Amjad Abd
Amjad Abd
Open In TikTok:
Region: IQ
Friday 01 March 2024 20:37:17 GMT
39661
1002
16
212

Music

Download

Comments

m_199310
Mustafa Al-azzawi :
ذوق 🤍
2024-03-06 16:36:43
1
roasi_1422
آريـــــــטּ || 1429هّــ :
بغداد مدينه السلام وسيده البلاد وعاصمه العراق 🇮🇶
2024-03-11 14:54:18
1
smalr5
سمر a-ah :
روعه 🌺🌺
2024-03-04 15:26:19
1
8t.gk
𝗔࿅ :
اريد هيج اصعد بلم وين
2025-01-02 07:26:54
0
user4638492800406
فرح :
روعه
2024-03-02 15:48:57
0
hademosl
Hade Mosl :
يا دجلة يا ام الخير 🌺🌺💐💐
2024-03-01 20:41:17
0
h_ji84
hudaaltmeme البصراويه :
الله روعاتك
2024-03-01 20:47:36
0
5varane
الطائي :
🌺🌺
2024-03-05 06:51:02
1
To see more videos from user @amjadabd1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Karena korupsi banyak korban koruptor harus berjuang lebih keras di negeri dongeng  Tanpa Mengeluh, Difabel Pejuang Upayakan Ayah Sembuh Senyum ceria terlukis di wajah Yusup (30) yang sedang menjajakan gorengan dan kue basah saat itu. Sambil melayani pembeli, suara hitungan dagangannya seakan menjadi harapan kehidupan yang terdengar. Dengan syukur yang jelas tersurat, tampak upaya keras di balik keistimewaannya.  Bermodal gorengan dan kue milik tetangga, dijajakinya jalanan hingga sampai keramaian setiap hari. Dengan ucapannya yang terkadang kurang jelas, ia menawarkan dagangannya dengan keras.   Meski kakinya ditakdirkan terlipat sehingga menyulitkan untuk berjalan, Yusup senantiasa mensyukuri setiap hal yang menjadi takdirnya. Jauh dalam angannya, ia ingin menjalani pengobatan sebagai ikhtiar menyebuhkan kakinya.  Di balik senyum ceria dan semangatnya, ada keruh yang menyelimuti hati serta pikirannya. Sang ayah yang dahulu setia membimbing, kini terbaring sakit dan tak mampu beraktivitas. Itulah alasan Yusup bertahan untuk menghidupi ayah yang ia sayangi.  Cukup rumit daur hidup yang harus Yusup jalani, kecemasan tentang kesembuhan ayahnya terus ricuh tak terabai.
Karena korupsi banyak korban koruptor harus berjuang lebih keras di negeri dongeng Tanpa Mengeluh, Difabel Pejuang Upayakan Ayah Sembuh Senyum ceria terlukis di wajah Yusup (30) yang sedang menjajakan gorengan dan kue basah saat itu. Sambil melayani pembeli, suara hitungan dagangannya seakan menjadi harapan kehidupan yang terdengar. Dengan syukur yang jelas tersurat, tampak upaya keras di balik keistimewaannya. Bermodal gorengan dan kue milik tetangga, dijajakinya jalanan hingga sampai keramaian setiap hari. Dengan ucapannya yang terkadang kurang jelas, ia menawarkan dagangannya dengan keras. Meski kakinya ditakdirkan terlipat sehingga menyulitkan untuk berjalan, Yusup senantiasa mensyukuri setiap hal yang menjadi takdirnya. Jauh dalam angannya, ia ingin menjalani pengobatan sebagai ikhtiar menyebuhkan kakinya. Di balik senyum ceria dan semangatnya, ada keruh yang menyelimuti hati serta pikirannya. Sang ayah yang dahulu setia membimbing, kini terbaring sakit dan tak mampu beraktivitas. Itulah alasan Yusup bertahan untuk menghidupi ayah yang ia sayangi. Cukup rumit daur hidup yang harus Yusup jalani, kecemasan tentang kesembuhan ayahnya terus ricuh tak terabai. "Aku ikhlas hasil jualan dipakai untuk kebutuhan. Aku mau bapak sembuh, kalau bapak gak ada, siapa lagi yg mau nemenin aku", dengan berkaca Yusup mengadu. Pendapatannya dari jualan tidak pernah lebih dari 40ribu jika ramai, pun jika sepi hanya lelah yang ia dapatkan. Bila ada rezeki lebih sedikit ia sisihkan untuk ongkos menuju tempat ramai, apabila tidak hanya tumpuan lemahnya yang bisa ia kuatkan untuk sekedar menjajakan dagangan. Setelah lelah mencari nafkah, Yusup dengan tabah mengurus ayahnya yang terbaring. Banyak suka yang ia ceritakan pada ayahnya, walau penat sebenarnya banyak ia rasa. Sekedar membeli beras dan lauk seadanya sudah menjadi pelipur untuk resah di hatinya. Ada keinginan yang sulit Yusup wujudkan dan hanya bisa tersimpan di relung paling dalam. Ia ingin memiliki usaha di rumah untuk meringankan bebannya dan menambah semangat perjuangan kehidupan agar bisa memenuhi kebutuhan serta berikhtiar guna pengobatan.

About