@worlako.live: Dancing mood for ewes! Lets sing and praise! @Min Jerry A #worlakoliveband #ewetiktokers #foryou

worlako.live
worlako.live
Open In TikTok:
Region: GH
Tuesday 05 March 2024 10:12:02 GMT
295613
17570
436
1265

Music

Download

Comments

captinhoakpabli
New man :
I appreciate the keyboardist ☺️😊😊
2024-03-05 11:55:00
12
winjas7
Winjas :
I m enjoying the sound even though I don't understand the lyrics.🙏🙏 God bless you all. please, where can I get the song n what is the meaning of the song
2025-09-23 22:22:24
3
moincher228
Maison d’en gros moins cher✅ :
Vraiment c’est une grande chose
2024-03-05 19:53:54
14
justinjunioragbat0
Justin junior AGBATCHIKA :
Bless
2025-11-07 02:22:37
1
chef.martino
Chef Tino 🍜🌮🥗 :
Instrumentalist 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
2026-04-15 15:42:42
1
kingsley2530
Kingsley🧢 :
God bless you, my brother
2025-08-21 18:24:04
1
rich.king668
Rich king 👑 :
where are you guys located
2025-03-24 18:19:41
2
bb.boy.bb.boy
Bb boy Bb boy :
Boss keep it hard
2025-10-31 14:06:58
1
juvenile.bright
Juvenile Bright :
l love my people 😍
2024-03-13 22:53:11
2
paha_tv_
PAHA TV :
Amazing
2025-10-06 18:43:28
1
elikem.edwin
💞 Edwin Elikem 💞 :
my guy go higher 🔥
2024-03-11 15:42:54
3
fabianoasso
fabianoasso :
Chaque jour c'est les mêmes chanson je me demande son arrivé c'est quand au juste😂
2024-03-09 13:01:00
2
otfrichsoon75
ℬℛℐ𝒢ℋ𝒯 ❤️✈️ :
Please is it on audio mack?
2025-02-14 10:28:19
1
user8131125878213
DJ EKOMEY BADDEST :
please i like the song how will I get it
2025-02-18 19:49:01
1
1990balo
@lacle90 :
une vidéo pour moi . merci
2024-03-08 13:45:35
2
don_n34
user7691434731782 :
apprêtons nous, c'est pour bientôt, mes frères vous êtes richement bénis, je veux la chanson looo
2024-04-07 23:45:48
2
israelita044
israëleta _officiel :
Vs êtes béni
2025-02-04 17:03:18
2
rich.king668
Rich king 👑 :
please I want to join you guys please 🙏
2025-03-24 18:19:28
1
mahougnon229
mahougnon 🏅 :
je peux trouver cette chanson télécharger sur youtube ?
2024-03-07 17:49:01
2
kakson.stone
KAKSON STONE ✂️💰 :
All thanks to God almighty, for a successful program, performed by worlako band. And another one gos to King Jericho God bless Jerry 🙏🙏🙏👌
2024-08-18 16:27:58
1
legend.4.1.9
Legend 4 1 9 :
I want the Volta stand live band to download buh I can’t find it on Audiomack
2025-08-21 18:24:33
0
kofiwisefevlo
Kofi Wise :
2026-07-11 02:11:13
0
buddy.rich06
Buddy Rich :
2026-05-02 00:34:33
0
blessingboy2006
Blessingbowy_☠️🚭🫆😎 :
please I need your audio mark link
2026-08-15 19:46:20
0
dr.pane3
Dr. Pane3💉😂 :
I don’t understand the song but it’s very sweet how would get it?
2025-06-03 09:16:34
0
To see more videos from user @worlako.live, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 4 | Sore itu, pelukan Keonho menjadi saksi bahwa untuk pertama kalinya, cowok itu berhenti menjadikan semuanya sebagai permainan. Karena yang berdiri dihadapannya kali ini, bukan lagi adik kelas galak yang selalu berhasil ia ganggu. Melainkan perempuan dengan hati yang baru saja dihancurkan seseorang yang terlalu bodoh untuk menjaganya. Suara sisa keramaian PORAK masih terdengar samar dari kejauhan. Namun disini—dipelukan Keonho, semuanya terasa jauh lebih sunyi. Bahu kecilmu naik turun menahan tangis yang semakin pecah. Bayangan Sean bersama perempuan tadi masih terus berputar dikepalamu. “Makanya jangan bandel,” gumam Keonho pelan. Kalimat itu harusnya terdengar menyebalkan. Tapi entah kenapa, malah membuat tangismu pecah semakin keras. Kedua tanganmu spontan mencengkeram bagian belakang hoodie miliknya, sementara Keonho hanya diam memelukmu erat. Tangannya mengusap pelan belakang kepalamu, membiarkanmu menangis sesukamu. Dan sialnya, pelukan itu terasa terlalu nyaman untuk seseorang yang selama ini paling ingin kamu hindari. Tak lama terdengar kekehan kecil darinya. “Ini nggak mau dilepas pelukannya?” tanyanya tengil. Saat itu juga kesadaranmu langsung kembali. Kamu buru-buru mendorong dadanya menjauh dengan wajah sebal. Tangismu memang sudah berhenti. Tapi bekasnya masih terlihat jelas dimata Keonho. Matamu yang sembab, hidungmu yang merah, matamu yang basah. “Lo apaan sih, Kak. Meluk-meluk gue segala.” gerutumu sambil menyeka pipi dengan kesal.  Kamu mendelik. “Mencari kesempatan dalam kesempitan.” Keonho malah terkekeh santai, tapi tatapannya sejak tadi tak lepas darimu. Dan dibalik senyum tengilnya, ada sisa khawatir yang jelas terlihat disana. Cowok itu kembali mendekat, lalu menunduk menyesuaikan tinggi badanmu. “Udah kapok?” tanyanya pelan. “Masih mau balikan sama mantan?” Kamu langsung mendorong dadanya lagi. “IH APAANSIH! NYEBELIN BANGET LO KAK!” Keonho justru tertawa puas, sementara kamu kembali sibuk menyeka air mata dengan ujung almet OSIS mu sambil menunduk penuh kesal. Kali ini, senyum Keonho perlahan memudar. Tatapannya juga berubah lebih lembut. Tangannya perlahan terulur, ibu jarinya menyeka sisa air matamu yang masih turun. “Air mata lo terlalu berharga kalau cuma buat nangisin orang brengsek kayak Sean,” gumamnya. Kini kamu mendongak. Dan sialnya, cara Keonho menatapmu saat itu terasa terlalu tulus untuk dianggap bercanda. Namun beberapa detik kemudian cowok itu malah terkekeh lagi. “Jangan nangis lagi,” ujarnya santai. “Lo kalau nangis lucu. Kalau gue reflek cium gimana?” Lagi-lagi kamu mendelik. Namun entah mengapa, ada rasa salah tingkah ditengah itu. “Ck! Nyebelin banget.” ••• Langkit sudah mulai gelap. Langkah kakimu terasa jauh lebih berat saat keluar dari gedung sekolah tuan rumah setelah evaluasi panitia PORAK selesai berlangsung. Ditengah hati yang masih terasa hancur dan sesak, kamu tetap memaksakan diri kembali masuk ke ruangan tadi. Ruangan yang juga terdapat Sean didalamnya. Padahal sebelumnya, Keonho sempat melarangmu ikut evaluasi dan bersikeras ingin langsung membawamu pulang. Namun kamu tetap datang. Karena bagaimanapun juga, kamu adalah wakil ketua OSIS yang harus bertanggung jawab sampai acara selesai. Dan sekarang, begitu langkahmu melambat didepan gerbang sekolah, matamu langsung menangkap sosok itu. Keonho. Cowok itu sudah duduk santai diatas motornya dengan helm hitam yang sudah terpasang. Tangannya sesekali memainkan kunci motornya. Begitu melihatmu keluar, senyum manis khasnya langsung terbit begitu saja seolah sejak tadi memang hanya menunggumu. Tidak dapat dipungkiri, ada haru kecil begitu melihat senyum itu. Meski terkadang, semua rasa itu kamu singkirkan karena rasa denial. “Lama banget, sayang.” katanya santai. Senyum kecil Keonho masih terpasang. Namun begitu kamu mendekat, senyum itu perlahan memudar. Cowok itu langsung sadar. Matamu masih sembab, dan wajahmu terlihat jauh lebih kosong dibanding sebelumnya. Keonho spontan turun dari motornya.  “Hey…” panggilnya. +🗨️ #pov #keonho #cortis #keonhoedit #fypage
POV 4 | Sore itu, pelukan Keonho menjadi saksi bahwa untuk pertama kalinya, cowok itu berhenti menjadikan semuanya sebagai permainan. Karena yang berdiri dihadapannya kali ini, bukan lagi adik kelas galak yang selalu berhasil ia ganggu. Melainkan perempuan dengan hati yang baru saja dihancurkan seseorang yang terlalu bodoh untuk menjaganya. Suara sisa keramaian PORAK masih terdengar samar dari kejauhan. Namun disini—dipelukan Keonho, semuanya terasa jauh lebih sunyi. Bahu kecilmu naik turun menahan tangis yang semakin pecah. Bayangan Sean bersama perempuan tadi masih terus berputar dikepalamu. “Makanya jangan bandel,” gumam Keonho pelan. Kalimat itu harusnya terdengar menyebalkan. Tapi entah kenapa, malah membuat tangismu pecah semakin keras. Kedua tanganmu spontan mencengkeram bagian belakang hoodie miliknya, sementara Keonho hanya diam memelukmu erat. Tangannya mengusap pelan belakang kepalamu, membiarkanmu menangis sesukamu. Dan sialnya, pelukan itu terasa terlalu nyaman untuk seseorang yang selama ini paling ingin kamu hindari. Tak lama terdengar kekehan kecil darinya. “Ini nggak mau dilepas pelukannya?” tanyanya tengil. Saat itu juga kesadaranmu langsung kembali. Kamu buru-buru mendorong dadanya menjauh dengan wajah sebal. Tangismu memang sudah berhenti. Tapi bekasnya masih terlihat jelas dimata Keonho. Matamu yang sembab, hidungmu yang merah, matamu yang basah. “Lo apaan sih, Kak. Meluk-meluk gue segala.” gerutumu sambil menyeka pipi dengan kesal. Kamu mendelik. “Mencari kesempatan dalam kesempitan.” Keonho malah terkekeh santai, tapi tatapannya sejak tadi tak lepas darimu. Dan dibalik senyum tengilnya, ada sisa khawatir yang jelas terlihat disana. Cowok itu kembali mendekat, lalu menunduk menyesuaikan tinggi badanmu. “Udah kapok?” tanyanya pelan. “Masih mau balikan sama mantan?” Kamu langsung mendorong dadanya lagi. “IH APAANSIH! NYEBELIN BANGET LO KAK!” Keonho justru tertawa puas, sementara kamu kembali sibuk menyeka air mata dengan ujung almet OSIS mu sambil menunduk penuh kesal. Kali ini, senyum Keonho perlahan memudar. Tatapannya juga berubah lebih lembut. Tangannya perlahan terulur, ibu jarinya menyeka sisa air matamu yang masih turun. “Air mata lo terlalu berharga kalau cuma buat nangisin orang brengsek kayak Sean,” gumamnya. Kini kamu mendongak. Dan sialnya, cara Keonho menatapmu saat itu terasa terlalu tulus untuk dianggap bercanda. Namun beberapa detik kemudian cowok itu malah terkekeh lagi. “Jangan nangis lagi,” ujarnya santai. “Lo kalau nangis lucu. Kalau gue reflek cium gimana?” Lagi-lagi kamu mendelik. Namun entah mengapa, ada rasa salah tingkah ditengah itu. “Ck! Nyebelin banget.” ••• Langkit sudah mulai gelap. Langkah kakimu terasa jauh lebih berat saat keluar dari gedung sekolah tuan rumah setelah evaluasi panitia PORAK selesai berlangsung. Ditengah hati yang masih terasa hancur dan sesak, kamu tetap memaksakan diri kembali masuk ke ruangan tadi. Ruangan yang juga terdapat Sean didalamnya. Padahal sebelumnya, Keonho sempat melarangmu ikut evaluasi dan bersikeras ingin langsung membawamu pulang. Namun kamu tetap datang. Karena bagaimanapun juga, kamu adalah wakil ketua OSIS yang harus bertanggung jawab sampai acara selesai. Dan sekarang, begitu langkahmu melambat didepan gerbang sekolah, matamu langsung menangkap sosok itu. Keonho. Cowok itu sudah duduk santai diatas motornya dengan helm hitam yang sudah terpasang. Tangannya sesekali memainkan kunci motornya. Begitu melihatmu keluar, senyum manis khasnya langsung terbit begitu saja seolah sejak tadi memang hanya menunggumu. Tidak dapat dipungkiri, ada haru kecil begitu melihat senyum itu. Meski terkadang, semua rasa itu kamu singkirkan karena rasa denial. “Lama banget, sayang.” katanya santai. Senyum kecil Keonho masih terpasang. Namun begitu kamu mendekat, senyum itu perlahan memudar. Cowok itu langsung sadar. Matamu masih sembab, dan wajahmu terlihat jauh lebih kosong dibanding sebelumnya. Keonho spontan turun dari motornya. “Hey…” panggilnya. +🗨️ #pov #keonho #cortis #keonhoedit #fypage

About