@qrunztok: AGGRESSIVE OFFICER VS AUDITOR 🤬 #copsoftiktok #policeofficer

‍QrunzTok
‍QrunzTok
Open In TikTok:
Region: GB
Wednesday 06 March 2024 22:15:14 GMT
60824
1583
84
8

Music

Download

Comments

out2278
Out2278 :
Where is part two I want to know what he had for Breakfast.......lol
2024-03-07 00:29:58
15
jitmannnnn
jitmannnnn :
If illegal take him to jail if not leave him alone
2024-03-08 17:25:30
4
bigt6457
bigt6457 :
cop got called about a creepy dude with a camera and he must investigate and file a report.its called doing his job.
2024-03-08 15:42:13
2
louisletitte
louis :
these auditors are a bunch of idiots just stirring up trouble
2024-03-19 22:38:24
0
bangzoom.1
bangzoom.1 :
cameragirl sounds like a fruit loop sissy punk
2024-03-07 04:04:57
1
markwomble6869
markwomble6869 :
I'm sorry officer, I do believe this citizen is being very polite. answering questions that he does not have to answer is not being implied
2024-03-07 02:43:38
24
lilreuben8
lilreuben8.... :
why cop never answer questions but expect people to answer theirs
2024-03-08 17:20:51
18
andyhardy4
Andy Hardy :
ugh why do you have to know your rights 🥺🥺🥺😆
2024-03-06 23:13:21
11
rjfailor
rjfailor :
another stupid cop asking a stupid question then answered his own question DUH !!!!
2024-03-07 03:11:16
5
21swanzo
21Swanzo :
cops are domestic terrorists
2024-03-08 00:38:23
3
nomoehair
DMIL :
"Doesn't eat breakfast" YOU can't be shaped like a ball and not eat breakfast.
2024-03-08 01:13:05
3
marcoh60
Marco H :
aggressive cameraman 😬
2024-03-30 09:55:07
3
justmehere999
Justmehere :
I don’t believe that cop missed breakfast 🤣🤣
2024-03-07 15:11:10
3
nakkidog
Donnie :
Move along Tyrant cop
2024-03-07 13:26:35
3
user7671680805778
user7671680805778 :
your dismissed
2024-03-08 00:32:43
2
aaronc823
Aaron C :
It’s funny the officer knew he could’ve left a while ago. It’s his ego to make him stand there.🤔😂🤣
2024-03-08 17:42:28
2
hairball1993
Hairball1993 :
💀1312💀
2024-03-07 03:02:00
2
bagofmostlywater_
GoBaLa44 :
Ok. That’s money!! “I don’t eat breakfast…😂🤣
2024-03-09 23:56:47
2
rogerletsdraw12
roger :
breakfast is the best 😁😂
2024-03-07 19:46:14
1
henchman_21
henchmen :
More proof cops always lie, that pig ate several breakfasts 🤣
2024-03-07 20:31:59
1
fatboyslim993
Big Dee :
Asking him what he’s doing, then telling him what he’s doing
2024-03-09 16:46:56
1
briandickson976
briandickson976 :
Unpolite lol
2024-03-27 02:29:40
0
jump7868
ju :
cops expect us to bend over and lube it up for them
2024-03-10 03:15:16
0
analog__kid
Marty Miguel :
“I don’t eat breakfast” 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-03-10 15:19:47
0
antoniolugo85
Antonio Lugo :
😳
2024-03-10 20:27:48
0
aztecresearch
Mark :
Love it
2024-03-09 23:56:53
0
bwpostal420
Brian Weaver445 :
looks like he eats5 meals day
2024-03-11 20:14:33
0
1morepatriot1
Invisible :
Cop shouldn't be insisting on questioning the man.There are ZERO GOOD COPS, but ALL of them are GREAT WASTES OF MONEY.
2024-03-09 19:53:09
0
jesusgarcia5050
jesusgarcia5050 :
😂😂😂😂😂😂👍👍👍
2024-03-16 03:15:47
0
mytime_59
Mytime_59 :
What’s it look like he’s doing
2024-03-18 08:10:31
0
azbiged
Ed Lennon :
😳😳😳
2024-03-19 07:45:20
0
victormmatos4
🇵🇷Ombenó🇵🇷 :
🤣🤣🤣
2024-03-23 09:41:04
0
mydr3am69
scooter mcgee :
I call BS on officer tubby not eating breakfast
2024-03-24 14:48:18
0
gaz.mchugh
Gaz Mchugh :
he looks furious
2024-03-24 16:38:10
0
jitmannnnn
jitmannnnn :
None of the cops business
2024-03-08 17:25:12
0
hellaconfused69
I don't even know :
Bro was sincere with his answer in the end💀
2024-03-29 15:43:22
0
mr_inv
Mr_Inv :
Oh no, cops learn that they lost all public trust
2024-04-07 19:20:07
0
user28757973132558
phil :
EXCELLENT COP, PROFESSIONAL AND KEPT ON POINT.
2024-04-10 20:19:23
0
kelleystaubin
kelleystaubin :
Don’t stand up for camera man he makes us all look bad
2024-04-21 01:33:23
0
user081827495
Cesar Garcia :
❤️❤️❤️
2024-03-08 13:34:48
0
__mfc_
MFC :
everybody eats breakfast. regardless of time, it is whatever your first meal is.
2024-03-07 00:02:48
0
vadikparygin
Vadik Parigiin :
This fool,… I don’t have breakfast..
2024-03-07 04:05:09
0
bluecollarman66
❌Who’s There❌ :
It’s not illegal but it should be
2024-03-07 07:35:21
0
mr.lebowskii
MrLebowskii :
No crime = I don’t owe you any explanation of my actions or my plans, my life story or anything like that.
2024-03-08 01:24:56
0
syoung1959
user9445217000587 :
Man child
2024-03-08 06:40:50
0
ryanperryman616
Ryan Perryman616 :
so if this is before lunch maybe he should start eating breakfast he needs to do something different in the morning
2024-03-08 07:54:33
0
stlde1
Stlde1 :
I don’t eat breakfast. 😂😂😂
2024-03-08 13:27:33
0
To see more videos from user @qrunztok, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku duduk di bangku taman di SCBD setelah mendengar berita yang membuat ka ki ku jadi terlalu le mah dan tak mam pu bergerak. Tadinya mau langsung ke basemen parkir gedung. Tapi o tak ku tak bisa ber fung si. Aku tak ingat tadi parkir di mana. Kurasakan wajahku ba sah tapi aku tak lagi peduli. Di SCBD, semua orang lalu lalang dan tak perhatian pada urusan orang lain. Selama aku me nangi s dalam diam, tak akan ada yang menghampiri. Aku baru selesai konsultasi dengan firma hukum yang aku pilih. Apa yang para pengacara itu katakan sama dengan yang dikatakan Pak Andri. Berkas-berkas yang diberikan Mas Firdaus padaku sah secara hu kum. Kasusnya sedang menunggu sidang dan sudah mendapat nomer perkara.  Aku lantas tanya apa mungkin berkas-berkas itu pal su. Awalnya, aku ingin ber ce rai karena suamiku se lingk uh. Suamiku mungkin saja me mal su kan semuanya untuk menghindari memberikan har ta gono-gini jika kita ber ce rai.  Para pengacara mengatakan mungkin saja suamiku mempunyai sia sat seperti itu. Tapi dokumennya sendiri tidak pal su.  Gagal bayar suamiku besar sekali. Bahkan hasil penjualan rumah kami, kedua mobil, serta tabungan yang ada tak akan cukup. Perhiasanku juga kemungkinan bisa diambil.  “Mariam?” Ada suara.  Seperti ada yang memanggil. Tapi apa iya? Perlahan, suara itu datang lagi. “Mariam?” Aku me ma ling kan wajahku ke arah suara itu. Aku harus men dong ak karena aku duduk dan orang itu berdiri. Laki-laki ini gan teng sekali. Bagaimana dia bisa tahu namaku? Tapi kalau diperhatikan tam pangn ya memang familiar. Seperti pernah tahu. Laki-laki itu sepertinya melihat wajahku yang ba sah. Manik matanya berubah cemas. Sebelum dia kembali bicara padaku, dia mengalihkan perhatiannya pada seorang laki-laki lain yang berdiri agak di belakangnya. “Maaf, kita tidak jadi makan siang,” kata laki-laki itu pada temannya. “Kembalilah ke kantor. Saya ada urusan lain. Reservasi saya jangan di le pas.” Laki-laki di belakangnya menunduk sedikit. Sepertinya aspri. “Baik, Pak,” katanya. “Saya ke kantor sekarang.” Setelah asprinya pergi, laki-laki itu kini kembali memusatkan perhatiannya kepadaku. Dia ragu sebelum berkata, “Boleh saya duduk?” Aku juga ragu, tapi entah kenapa, aku mengangguk. Laki-laki itu kenal aku, dan walau aku belum ingat, tampangnya tidak asing. “Silahkan, Pak,” jawabku sambil menggeser dudukku agak menjauh. Bangkunya tidak terlalu pan jang. Laki-laki itu tertawa pelan. “Kamu nggak ingat sama saya?” tanyanya. Ketika aku meng ge leng pelan, dia lanjut bicara, “Saya Rangga. Kakak kelas kamu dua tingkat.” Mas Rangga. Kini aku ingat. Dia laki-laki super gan teng dan juga super ka ya. Sultan dalam arti sebenarnya. Keluarganya orang kaya lama. Istilahnya konglomerat pri bu mi. Mas Rangga dan Mas Firdaus satu angkatan, tapi bukan teman de kat. Mereka tidak satu geng. Kayaknya sebatas saling tahu dan saling menghormati saja.  Kita kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Bintang Prawira. Itu universitas swasta internasional ter ma hal di Indonesia. Isinya dari orang ka ya ke orang super ka ya. Orang biasa hanya mahasiswa beasiswa kayak aku dan Mas Firdaus. Waktu kuliah, Mas Rangga itu banyak yang nak sir. Maklum sudah sultan, dia juga gan teng dan pintar. Aku juga sempat ada hati tapi ku ku bur dalam-dalam. Bagiku na ksir Mas Rangga itu bagai pung guk merindukan rembulan. Tak ada pantas-pantasnya. Aku lebih cocok dengan Mas Firdaus. Dia juga tamp an dan cerdas. Tapi karena bukan orang ka ya, tak ada mahasiswi di Universitas BinPra yang naksir.  Sama denganku. Banyak yang bilang aku sangat can tik. Selain itu, aku juga tahu aku pintar. Tapi mahasiswa-mahasiswa di BinPra tak ada yang me li rik ku.  Tapi… bagaimana Mas Rangga bisa ingat padaku? Aku kan bukan siapa-siapa. “Mas Rangga,” kataku. “Mas tahu saya?” Mas Rangga masih tertawa pelan ketika dia menyerahkan sapu tangannya. Aneh. Kenapa dia berikan sapu tangannya padaku? Lengkapnya baca di  K B M Judul: Dikejar Sultan Penulis: Sandra Soraya #fypシ゚viral #sadstory #xyzcba #4u #fyppppppppppppppppppppppp
Aku duduk di bangku taman di SCBD setelah mendengar berita yang membuat ka ki ku jadi terlalu le mah dan tak mam pu bergerak. Tadinya mau langsung ke basemen parkir gedung. Tapi o tak ku tak bisa ber fung si. Aku tak ingat tadi parkir di mana. Kurasakan wajahku ba sah tapi aku tak lagi peduli. Di SCBD, semua orang lalu lalang dan tak perhatian pada urusan orang lain. Selama aku me nangi s dalam diam, tak akan ada yang menghampiri. Aku baru selesai konsultasi dengan firma hukum yang aku pilih. Apa yang para pengacara itu katakan sama dengan yang dikatakan Pak Andri. Berkas-berkas yang diberikan Mas Firdaus padaku sah secara hu kum. Kasusnya sedang menunggu sidang dan sudah mendapat nomer perkara. Aku lantas tanya apa mungkin berkas-berkas itu pal su. Awalnya, aku ingin ber ce rai karena suamiku se lingk uh. Suamiku mungkin saja me mal su kan semuanya untuk menghindari memberikan har ta gono-gini jika kita ber ce rai. Para pengacara mengatakan mungkin saja suamiku mempunyai sia sat seperti itu. Tapi dokumennya sendiri tidak pal su. Gagal bayar suamiku besar sekali. Bahkan hasil penjualan rumah kami, kedua mobil, serta tabungan yang ada tak akan cukup. Perhiasanku juga kemungkinan bisa diambil. “Mariam?” Ada suara. Seperti ada yang memanggil. Tapi apa iya? Perlahan, suara itu datang lagi. “Mariam?” Aku me ma ling kan wajahku ke arah suara itu. Aku harus men dong ak karena aku duduk dan orang itu berdiri. Laki-laki ini gan teng sekali. Bagaimana dia bisa tahu namaku? Tapi kalau diperhatikan tam pangn ya memang familiar. Seperti pernah tahu. Laki-laki itu sepertinya melihat wajahku yang ba sah. Manik matanya berubah cemas. Sebelum dia kembali bicara padaku, dia mengalihkan perhatiannya pada seorang laki-laki lain yang berdiri agak di belakangnya. “Maaf, kita tidak jadi makan siang,” kata laki-laki itu pada temannya. “Kembalilah ke kantor. Saya ada urusan lain. Reservasi saya jangan di le pas.” Laki-laki di belakangnya menunduk sedikit. Sepertinya aspri. “Baik, Pak,” katanya. “Saya ke kantor sekarang.” Setelah asprinya pergi, laki-laki itu kini kembali memusatkan perhatiannya kepadaku. Dia ragu sebelum berkata, “Boleh saya duduk?” Aku juga ragu, tapi entah kenapa, aku mengangguk. Laki-laki itu kenal aku, dan walau aku belum ingat, tampangnya tidak asing. “Silahkan, Pak,” jawabku sambil menggeser dudukku agak menjauh. Bangkunya tidak terlalu pan jang. Laki-laki itu tertawa pelan. “Kamu nggak ingat sama saya?” tanyanya. Ketika aku meng ge leng pelan, dia lanjut bicara, “Saya Rangga. Kakak kelas kamu dua tingkat.” Mas Rangga. Kini aku ingat. Dia laki-laki super gan teng dan juga super ka ya. Sultan dalam arti sebenarnya. Keluarganya orang kaya lama. Istilahnya konglomerat pri bu mi. Mas Rangga dan Mas Firdaus satu angkatan, tapi bukan teman de kat. Mereka tidak satu geng. Kayaknya sebatas saling tahu dan saling menghormati saja. Kita kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Bintang Prawira. Itu universitas swasta internasional ter ma hal di Indonesia. Isinya dari orang ka ya ke orang super ka ya. Orang biasa hanya mahasiswa beasiswa kayak aku dan Mas Firdaus. Waktu kuliah, Mas Rangga itu banyak yang nak sir. Maklum sudah sultan, dia juga gan teng dan pintar. Aku juga sempat ada hati tapi ku ku bur dalam-dalam. Bagiku na ksir Mas Rangga itu bagai pung guk merindukan rembulan. Tak ada pantas-pantasnya. Aku lebih cocok dengan Mas Firdaus. Dia juga tamp an dan cerdas. Tapi karena bukan orang ka ya, tak ada mahasiswi di Universitas BinPra yang naksir. Sama denganku. Banyak yang bilang aku sangat can tik. Selain itu, aku juga tahu aku pintar. Tapi mahasiswa-mahasiswa di BinPra tak ada yang me li rik ku. Tapi… bagaimana Mas Rangga bisa ingat padaku? Aku kan bukan siapa-siapa. “Mas Rangga,” kataku. “Mas tahu saya?” Mas Rangga masih tertawa pelan ketika dia menyerahkan sapu tangannya. Aneh. Kenapa dia berikan sapu tangannya padaku? Lengkapnya baca di K B M Judul: Dikejar Sultan Penulis: Sandra Soraya #fypシ゚viral #sadstory #xyzcba #4u #fyppppppppppppppppppppppp

About