@highlandgirl926: 10/10 recommended!! ladies run don’t work !!!🫶🏻🥹##slimfit#basicoutfit##simpleoutfit#viral#TikTokMadeMeBuylt#trendy#TikTokShop#foryou#fyp##fashion#haul

Highlandgirl926
Highlandgirl926
Open In TikTok:
Region: US
Friday 08 March 2024 04:18:56 GMT
1045948
2861
15
141

Music

Download

Comments

vinyawear
one :
I like grey
2024-05-28 02:00:02
0
journeytoselfcare
My Journey To Health :
I’d like to see what they look like on and do they roll up?
2024-03-28 13:01:01
14
sarahrenee920
Sarah Renee :
FYI These length is short ladies ✨
2024-03-20 20:23:25
5
maribelcantulozoy
maribel Cantu Lozoya :
$4.21 is the price
2024-03-24 12:13:47
3
alliem22_
Allie :
Shipping is more……
2024-03-27 13:51:28
1
sashasupreme
MidnightRaven🇺🇸🇲🇽🇵🇸🇮🇱 :
Can you show the inside
2024-03-16 17:10:58
1
thesydneypavina
Sydney Pavina :
Okay but what do they look like ON a person?
2024-08-18 19:05:51
0
sahjuvjos
luola :
🥰🥰🥰
2024-04-19 13:05:47
0
dapperdaze5
dapperdaze5 :
🥰
2024-03-29 04:03:43
0
user66834783171162
user66834783171162 :
hi
2024-03-17 03:53:54
0
domonique__30
domonique__30 :
Wow that’s cheap
2024-03-10 19:52:07
0
To see more videos from user @highlandgirl926, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV:Kamu… terlalu memaksa. Hubungan yang seharusnya tidak pernah ada ini, kamu munculkan. Dengan andilnya dirimu di dalam kisah percintaan lelaki yang kamu taksir, sepenuhnya dan secara sadar, kamu hanyalah benalu baginya.  ——— Rasa nyeri begitu saja menyeruak masuk. Adrenalin serta degup jantung milikmu semakin menjadi-jadi. Jake, suami kamu, baru saja mendorongmu paksa setelah ia berhasil menyempurnakan kesadarannya.  “Pergi.” Suaranya yang dingin itu menusuk perasaan mu.  “Saya tidak mengharapkan kamu yang ada di depan saya. Saya hanya butuh Arumi, (y/n). Berhentilah bertingkah menjengkelkan. Pernikahan ini sudah lebih dari cukup.”  Setelah menghela napas berat, kamu berbalik pergi. Meskipun hatimu rapuh, tidak akan pernah sekalipun kamu menampakkan kesedihan sial itu di hadapan Jake. Tidak, akan, pernah.  Langkah kaki yang perlahan jauh dari Jake itu, kamu masih dapat mendengar gumaman nya. Nadanya dalam, juga perih.  “Seharusnya kamu yang memiliki cincin pernikahan itu, Rum. Bukan dia.”  Tangisan yang semula itu kamu tahan, akhirnya keluar. Air mata itu luruh, diikuti dengan racauan rindu Jake kepada mantan kekasihnya dahulu. Posisi tubuh yang membelakangi Jake itu, membuatnya tidak melihat pipi milikmu yang sudah basah karena air mata.  ——— “Kamu harus datang, Jake. Aku tahu, jika kasus di persidangan kamu beberapa minggu ini tidak sesusah itu,”  “Lancang!” Potong Jake. “Arumi bahkan tidak pernah meremehkan kasus yang aku tangani, (y/n)! Kamu pikir, kamu itu siapa, sih? Saya semakin tidak sudi menjadi suami kamu.”  Tubuhmu reflek terkejut. Saat bentakan itu perlahan-lahan dilontarkan oleh Jake. Awalnya, kamu berniat membawakan cemilan ke ruang kerja Jake. Sambilan membujuknya untuk mengikuti acara yang didakan oleh keluargamu.  “Maaf.” Ucap kamu pelan. “Aku gak, ah…” Kepala kamu pening. Setiap harinya, kalian hanya bertengkar. Itupula hanya di dominasi oleh Jake yang selalu membentak.  “Keluar. Saya sibuk dengan kasus baru saya.”  ——— Acara itu berjalan memalukan, saat kabar mengenai kamu dan Jake menikah tetapi ia tidka menemani kamu. Sesegera mungkin, kamu pulang.  Hingga di jalan saat pulang, mobil milikmu di hentikan seseorang. Ajudan yang mengawal juga bersiaga. Mereka membawa pistol, lalu tak lama, ajudan serta supir kamu tewas.  Kamu ketakutan. Tubuh kamu gemetaran. Dan tanpa basa-basi, orang-orang itu menyeretmu masuk ke dalam van mereka. Rambut yang di tata rapi, berharap walaupun sekilas Jake bisa melihatnya di rumah. Kini harus berantakan setelah rambut kamu di tarik kencang.  “Saya bilang lepas!” Tanganmu sibuk mencakar tangan yang menarikmu itu. Kamu sudah tahu ini. Kasus yang di tangani Jake sebenarnya bukanlah kasus biasa, melainkan tentang pengeboman tersembunyi di rumah salah seorang Jaksa—ia sedang menyelidiki dugaan suap kepada awak korupsi beberapa bulan lalu.  Bahkan, terkait pernikahan yang kamu paksakan hanya untuk Jake. Itu semua… demi Jake.  Sedari dulu, kamu sudah menyukainya. Jauh sebelum ia bertemu Arumi. Perasaan milikmu tumbuh dengan sendirinya, bahkan hingga kini.  Tumit milikmu sakit, seretan yang dilakukan mereka juga semakin parah. Memasuki van, kamu dilempar begitu saja. Tubuh kamu sakit. Walaupun begitu, dengan bodohnya, kamu berharap Jake bisa menyelamatkan nanti.  ——— Pandangan Jake kini kosong. Kamu, sednag terbaring di ruanganmu dengan segala alat bantu untuk menyambung hidupmu. Kini, tangis lelaki itulah yang luruh. Kertas penandatanganan untuk menyetujui kepergianmu ada pada dirinya. Tidak, bukan hanya dirimu. Begitu juga dengan janin kecil yang ada di dalam dirimu.  #Jake #pov #enhypen #fyp #foryouu
POV:Kamu… terlalu memaksa. Hubungan yang seharusnya tidak pernah ada ini, kamu munculkan. Dengan andilnya dirimu di dalam kisah percintaan lelaki yang kamu taksir, sepenuhnya dan secara sadar, kamu hanyalah benalu baginya. ——— Rasa nyeri begitu saja menyeruak masuk. Adrenalin serta degup jantung milikmu semakin menjadi-jadi. Jake, suami kamu, baru saja mendorongmu paksa setelah ia berhasil menyempurnakan kesadarannya. “Pergi.” Suaranya yang dingin itu menusuk perasaan mu. “Saya tidak mengharapkan kamu yang ada di depan saya. Saya hanya butuh Arumi, (y/n). Berhentilah bertingkah menjengkelkan. Pernikahan ini sudah lebih dari cukup.” Setelah menghela napas berat, kamu berbalik pergi. Meskipun hatimu rapuh, tidak akan pernah sekalipun kamu menampakkan kesedihan sial itu di hadapan Jake. Tidak, akan, pernah. Langkah kaki yang perlahan jauh dari Jake itu, kamu masih dapat mendengar gumaman nya. Nadanya dalam, juga perih. “Seharusnya kamu yang memiliki cincin pernikahan itu, Rum. Bukan dia.” Tangisan yang semula itu kamu tahan, akhirnya keluar. Air mata itu luruh, diikuti dengan racauan rindu Jake kepada mantan kekasihnya dahulu. Posisi tubuh yang membelakangi Jake itu, membuatnya tidak melihat pipi milikmu yang sudah basah karena air mata. ——— “Kamu harus datang, Jake. Aku tahu, jika kasus di persidangan kamu beberapa minggu ini tidak sesusah itu,” “Lancang!” Potong Jake. “Arumi bahkan tidak pernah meremehkan kasus yang aku tangani, (y/n)! Kamu pikir, kamu itu siapa, sih? Saya semakin tidak sudi menjadi suami kamu.” Tubuhmu reflek terkejut. Saat bentakan itu perlahan-lahan dilontarkan oleh Jake. Awalnya, kamu berniat membawakan cemilan ke ruang kerja Jake. Sambilan membujuknya untuk mengikuti acara yang didakan oleh keluargamu. “Maaf.” Ucap kamu pelan. “Aku gak, ah…” Kepala kamu pening. Setiap harinya, kalian hanya bertengkar. Itupula hanya di dominasi oleh Jake yang selalu membentak. “Keluar. Saya sibuk dengan kasus baru saya.” ——— Acara itu berjalan memalukan, saat kabar mengenai kamu dan Jake menikah tetapi ia tidka menemani kamu. Sesegera mungkin, kamu pulang. Hingga di jalan saat pulang, mobil milikmu di hentikan seseorang. Ajudan yang mengawal juga bersiaga. Mereka membawa pistol, lalu tak lama, ajudan serta supir kamu tewas. Kamu ketakutan. Tubuh kamu gemetaran. Dan tanpa basa-basi, orang-orang itu menyeretmu masuk ke dalam van mereka. Rambut yang di tata rapi, berharap walaupun sekilas Jake bisa melihatnya di rumah. Kini harus berantakan setelah rambut kamu di tarik kencang. “Saya bilang lepas!” Tanganmu sibuk mencakar tangan yang menarikmu itu. Kamu sudah tahu ini. Kasus yang di tangani Jake sebenarnya bukanlah kasus biasa, melainkan tentang pengeboman tersembunyi di rumah salah seorang Jaksa—ia sedang menyelidiki dugaan suap kepada awak korupsi beberapa bulan lalu. Bahkan, terkait pernikahan yang kamu paksakan hanya untuk Jake. Itu semua… demi Jake. Sedari dulu, kamu sudah menyukainya. Jauh sebelum ia bertemu Arumi. Perasaan milikmu tumbuh dengan sendirinya, bahkan hingga kini. Tumit milikmu sakit, seretan yang dilakukan mereka juga semakin parah. Memasuki van, kamu dilempar begitu saja. Tubuh kamu sakit. Walaupun begitu, dengan bodohnya, kamu berharap Jake bisa menyelamatkan nanti. ——— Pandangan Jake kini kosong. Kamu, sednag terbaring di ruanganmu dengan segala alat bantu untuk menyambung hidupmu. Kini, tangis lelaki itulah yang luruh. Kertas penandatanganan untuk menyetujui kepergianmu ada pada dirinya. Tidak, bukan hanya dirimu. Begitu juga dengan janin kecil yang ada di dalam dirimu. #Jake #pov #enhypen #fyp #foryouu

About