@ayyanvalluvan: வெறிதனமான பறை இசை #தமிழ் #தப்பாட்டம்

SaRa_Official
SaRa_Official
Open In TikTok:
Region: SG
Tuesday 26 March 2024 20:51:27 GMT
1374
51
1
14

Music

Download

Comments

user38490607181318
Samy samy :
தாத்தாவின் வெறித்தனமா ஆட்டம்...🔥🔥🔥
2026-01-04 15:12:21
1
To see more videos from user @ayyanvalluvan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ketegangan sempat menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (28/9) malam WIB saat laga sengit Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia yang berakhir imbang tanpa gol.  Pertandingan diwarnai drama kartu merah pada menit ke-37 yang menimpa gelandang andalan Indonesia, Thom Haye. Keputusan tersebut diambil wasit setelah meninjau asisten wasit video (VAR) akibat pelanggaran keras terhadap penyerang sayap Malaysia, Arif Aiman. Dalam konferensi pers selepas pertandingan, pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyikapi insiden tersebut dengan kepala dingin. Alih-alih meratapi kerugian akibat bermain dengan 10 orang, juru taktik asal Inggris ini justru melihat insiden itu sebagai berkah tersembunyi bagi perkembangan mentalitas Skuad Garuda. Berbekal pengalaman panjangnya di level internasional, Herdman menilai keputusan wasit dalam sepak bola akan selalu berputar secara adil seiring berjalannya waktu.  Baginya, situasi sulit di lapangan merupakan ujian mental yang sangat berharga. Momen krusial tersebut juga dianggapnya sebagai kesempatan bagi para pemain untuk mempererat kebersamaan dan belajar berjuang habis-habisan demi negara. Herdman juga menegaskan bahwa determinasi tinggi yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang laga dan menahan imbang Malaysia dengan 10 pemain adalah jawaban konkret atas keraguan publik selama ini.  Karenanya, ia melihat kartu merah tersebut sebagai pembuktian bahwa para pemain memiliki komitmen besar untuk menang. Herdman meyakini ujian ini akan memperkuat ambisi tim untuk mencetak sejarah baru dengan mengangkat trofi yang belum pernah diraih sebelumnya. “Kita tahu bahwa para pemain ini datang ke sini dan berjuang karena mereka peduli, ingin menang, serta ingin mengangkat trofi seperti yang belum pernah dilakukan oleh pemain, tim, maupun pelatih lain sebelumnya.
Ketegangan sempat menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (28/9) malam WIB saat laga sengit Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia yang berakhir imbang tanpa gol. Pertandingan diwarnai drama kartu merah pada menit ke-37 yang menimpa gelandang andalan Indonesia, Thom Haye. Keputusan tersebut diambil wasit setelah meninjau asisten wasit video (VAR) akibat pelanggaran keras terhadap penyerang sayap Malaysia, Arif Aiman. Dalam konferensi pers selepas pertandingan, pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyikapi insiden tersebut dengan kepala dingin. Alih-alih meratapi kerugian akibat bermain dengan 10 orang, juru taktik asal Inggris ini justru melihat insiden itu sebagai berkah tersembunyi bagi perkembangan mentalitas Skuad Garuda. Berbekal pengalaman panjangnya di level internasional, Herdman menilai keputusan wasit dalam sepak bola akan selalu berputar secara adil seiring berjalannya waktu. Baginya, situasi sulit di lapangan merupakan ujian mental yang sangat berharga. Momen krusial tersebut juga dianggapnya sebagai kesempatan bagi para pemain untuk mempererat kebersamaan dan belajar berjuang habis-habisan demi negara. Herdman juga menegaskan bahwa determinasi tinggi yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang laga dan menahan imbang Malaysia dengan 10 pemain adalah jawaban konkret atas keraguan publik selama ini. Karenanya, ia melihat kartu merah tersebut sebagai pembuktian bahwa para pemain memiliki komitmen besar untuk menang. Herdman meyakini ujian ini akan memperkuat ambisi tim untuk mencetak sejarah baru dengan mengangkat trofi yang belum pernah diraih sebelumnya. “Kita tahu bahwa para pemain ini datang ke sini dan berjuang karena mereka peduli, ingin menang, serta ingin mengangkat trofi seperti yang belum pernah dilakukan oleh pemain, tim, maupun pelatih lain sebelumnya." "Mereka bersedia berjuang demi hal itu, dan Anda telah menyaksikannya sendiri malam ini di tengah situasi yang sulit. Jadi, kartu merah itu merupakan anugerah sekaligus kutukan," ucap John Herdman.

About