@maeve.touhey:

maeve
maeve
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 30 March 2024 14:30:40 GMT
82398
5378
21
88

Music

Download

Comments

aquareef92
AquaReef92 :
lights on, no one's home
2024-03-31 14:04:17
14
wcd397
wcd397 :
Sure
2024-03-31 07:04:19
2
sexandthesyddyy
sexandthesyddyy :
earrkngs from where?
2024-04-09 05:11:39
1
thaivang617
Tysin :
Girls are amazing 🔥🔥🔥
2024-03-31 17:24:04
1
zaddy_dude
Blueblah :
Wow🔥🔥
2024-03-31 18:43:12
1
j.oppa
jOppa :
Y’all r gorgeous 🌸
2024-03-31 09:11:49
2
yoltec
Yoltec :
Hola
2024-03-31 07:03:58
1
dr.cracks
Dr.Cracks :
🔥
2024-03-30 17:19:17
1
samantha.sersi
Samantha.Sersi🧿 :
🔥💯🥰
2024-04-06 22:30:06
1
blissfuldreamer7
BlissfulDreamer7 :
🥰
2024-03-31 19:08:21
0
sagejt
oogway :
I told my mom about us btw
2024-03-30 14:42:25
1
zaddy_daddy73
zaddy_daddy :
Holy shite
2024-03-31 20:19:09
0
illbeyourzaddy
illbeyourzaddy :
Happy Easter
2024-03-31 15:01:54
2
within.agi
Quantum computers :
Full team and one BBC
2024-03-31 08:53:57
1
xaviersuro
X :
Matter of fact, where are all of you from? @kat
2024-03-31 15:04:02
1
thomas_naclerio
Tommy :
coming over for Easter?
2024-03-31 01:41:55
0
caroooooll22
caroooooll22 :
Dr cracks
2024-04-02 01:37:21
0
abraham1128s
Abraham :
Let’s make a deal
2024-03-31 22:26:52
0
caroooooll22
caroooooll22 :
God damn
2024-04-02 01:32:04
0
To see more videos from user @maeve.touhey, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Komunikasi terakhir Alfonsius Albinus Mehan dengan ibunya, Maria Sukarti Yam, sebelum gugur dalam insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menyisakan kenangan mendalam bagi keluarga. Dalam percakapan tersebut, Alfonsius sempat menyampaikan rencana untuk pulang ke Kabupaten Sikka pada Desember 2026. Namun, rencana itu kini tinggal kenangan setelah dokter hewan yang telah hampir sembilan tahun mengabdi di Papua tersebut menjadi korban penembakan pada Rabu (9/9/2026). “Dia telepon bilang, 'Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.’ Dia selalu perhatikan saya, sering kirim uang walau saya bilang tidak usah,” tutur Maria sambil menahan tangis. Suasana duka kini menyelimuti rumah keluarga Alfonsius di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Maria mengenang putranya sebagai sosok yang baik, peduli dan memiliki jiwa sosial tinggi. “Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak 2018,” ungkap Maria dengan suara bergetar. Sejak awal, Maria mengaku berat melepas Alfonsius bertugas di Papua karena khawatir dengan kondisi keamanan di wilayah tersebut. Namun, tekad putranya untuk mengabdi membuat Maria akhirnya merelakan kepergiannya. “Waktu itu dia nekat, dia bilang, ‘Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja.’ Satu hari penuh kami jalan cari pakaian untuk ke sana, barang-barang di sana kan mahal,” kenangnya. Menurut Maria, Alfonsius juga dikenal sulit menolak ketika ada warga yang membutuhkan bantuan. Sang istri bahkan sempat menceritakan kebiasaan Alfonsius yang selalu sigap menjalankan tugas kemanusiaan. “Istrinya bilang, dia susah dilarang kalau ada yang minta bantuan. Dia pokoknya dari sana kalau orang minta bantuan itu cepat sekali, pagi jam 5 sudah di bandara,” tutur Maria. Sebelum tragedi terjadi, Alfonsius sempat menghubungi Maria untuk meminta sejumlah dokumen keluarga, termasuk surat nikah paroki dan kartu keluarga. Sumber: Tribun Flores
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Komunikasi terakhir Alfonsius Albinus Mehan dengan ibunya, Maria Sukarti Yam, sebelum gugur dalam insiden penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menyisakan kenangan mendalam bagi keluarga. Dalam percakapan tersebut, Alfonsius sempat menyampaikan rencana untuk pulang ke Kabupaten Sikka pada Desember 2026. Namun, rencana itu kini tinggal kenangan setelah dokter hewan yang telah hampir sembilan tahun mengabdi di Papua tersebut menjadi korban penembakan pada Rabu (9/9/2026). “Dia telepon bilang, 'Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.’ Dia selalu perhatikan saya, sering kirim uang walau saya bilang tidak usah,” tutur Maria sambil menahan tangis. Suasana duka kini menyelimuti rumah keluarga Alfonsius di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Maria mengenang putranya sebagai sosok yang baik, peduli dan memiliki jiwa sosial tinggi. “Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak 2018,” ungkap Maria dengan suara bergetar. Sejak awal, Maria mengaku berat melepas Alfonsius bertugas di Papua karena khawatir dengan kondisi keamanan di wilayah tersebut. Namun, tekad putranya untuk mengabdi membuat Maria akhirnya merelakan kepergiannya. “Waktu itu dia nekat, dia bilang, ‘Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja.’ Satu hari penuh kami jalan cari pakaian untuk ke sana, barang-barang di sana kan mahal,” kenangnya. Menurut Maria, Alfonsius juga dikenal sulit menolak ketika ada warga yang membutuhkan bantuan. Sang istri bahkan sempat menceritakan kebiasaan Alfonsius yang selalu sigap menjalankan tugas kemanusiaan. “Istrinya bilang, dia susah dilarang kalau ada yang minta bantuan. Dia pokoknya dari sana kalau orang minta bantuan itu cepat sekali, pagi jam 5 sudah di bandara,” tutur Maria. Sebelum tragedi terjadi, Alfonsius sempat menghubungi Maria untuk meminta sejumlah dokumen keluarga, termasuk surat nikah paroki dan kartu keluarga. Sumber: Tribun Flores

About