@biglume: Its definitely a struggle getting all the right pieces 🤦🏽‍♂️ #fypシ #fyp #xzyabc #streetwear #grwm #fashiontiktok #fashion

vincent
vincent
Open In TikTok:
Region: US
Monday 01 April 2024 23:41:41 GMT
184409
7913
72
638

Music

Download

Comments

myles67441
myles🃏 :
you fr ptso ( where did u get jeans n what size is u bc im big asf too 😭 )
2024-04-02 01:35:53
48
dinglesonez
dinglesonez :
How tall are u?
2024-04-02 00:34:16
9
natedileche
ntdlch :
pants from where 😔
2024-11-02 12:22:22
10
big.mato
mato :
W man
2024-04-03 04:29:09
2
ashleyyy__03
Ash :
Where that black and pink hoodie from
2025-11-09 04:00:32
0
aiden.s23x6
🦦 :
Fanum got drip 😭 wdym
2024-04-05 00:18:49
23
iwantyourssn
J. :
Type shh
2024-04-02 01:14:05
1
dumbocozie
Dumbo :
You put that shit on frfr ! 🗣️💯
2024-04-01 23:57:15
1
lll00901
フクロウ :
Bet watch me
2024-06-21 21:22:32
1
itsbadrumfs
Badr :
Where I can find the T-shirts ?
2025-03-13 17:28:32
2
darrendaboss3dogs
Dec :
This made me feel sm better, I’m kinda large yet people say I’m skinny and I jsut don’t feel it. I feel like I have to be skinny to wear these kinda clothes idk, but this made me feel better
2025-02-02 17:39:26
1
26null
null :
Bro I need some baggy widows jeans with size 40 waist
2024-11-09 02:16:53
1
stkscrr
stkscrr :
Bro might aswell be a chef 🙏
2025-05-21 23:22:44
0
_kingofmycity_
Sgt San Antonio :
do u got like a spreadsheet where u get all your clothes?
2024-12-25 22:29:07
3
hoodgv
️ :
Rodman tee from?
2025-03-31 04:59:05
0
troy_joshua2006
Troy :
your my hero bro, I've been my whole life and am only now looking into my fashion
2025-07-02 16:21:20
0
itsfatswag
fat! :
W
2024-04-03 08:15:47
1
allthingsunspokenn
Unspokenn :
Listen we have XLS you gon find what you need over here
2024-04-09 04:30:57
0
907jr
Daniel :
ik it ain't for sports or anything but a phillies hat and a braves hat is crazy 😭😭
2025-01-16 07:35:37
0
neverlvnd7a
Abdulrahman🇵🇸🇲🇦 :
guess fits r impeccable
2025-01-28 22:45:58
0
who_tf.is_joshua
Josh :
damn bro, look how far youve come
2025-11-22 22:41:56
0
xsnuzzyx
XsnuzzyX :
Where you get the jeans?
2025-01-19 00:39:45
0
gbrl3l
𝙂𝘼𝘽 :
GIVE ME ALL REF PLEASE
2026-01-01 17:40:33
0
_domenico_23
𝓓𝓸𝓶𝓮𝓷𝓲𝓿𝓸 🍫 :
From where The jacket from the First fit ? And where Can i search for big sizes ?
2025-09-23 17:32:49
0
backpit_
backpit_ :
fyeee
2024-04-10 14:41:01
0
To see more videos from user @biglume, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Renungan hari ini 22-4-26 tentang : *KETAATAN LAHIR DARI BUAH KASIH* Dalam konteks pernikahan Kristen, istilah tunduk atau taat (to submit) terkadang menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan kegelisahan. Tidak sedikit orang memahaminya sebagai bentuk penundukan sepihak, hilangnya kebebasan, atau relasi yang timpang. Akibatnya, ketaatan dipersepsikan sebagai sesuatu yang berlawanan dengan kasih, seolah-olah kasih dan ketaatan tidak mungkin berjalan bersama. Padahal, Alkitab tidak pernah menempatkan ketaatan sebagai alat penindasan, melainkan sebagai ekspresi kasih yang dewasa dalam relasi yang sehat.      Alkitab mengajarkan bahwa, ketaatan tidak identik dengan paksaan atau subordinasi yang merendahkan martabat manusia. Ketaatan yang alkitabiah selalu lahir dari relasi, bukan dari tekanan. Ia bertumbuh dari pengenalan yang benar, kepercayaan yang mendalam, dan kasih yang terus dimurnikan. Karena itu, dalam pernikahan Kristen, ketaatan tidak boleh dipisahkan dari kasih, penghormatan, dan tanggung jawab bersama di hadapan Allah. Yesus sendiri memberikan kerangka yang sangat jelas mengenai ketaatan. Ia berkata, *“Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-Ku”* (Yoh. 14:15). Urutannya sangat penting: kasih mendahului ketaatan. *Ketaatan bukan syarat untuk memperoleh kasih Allah, melainkan buah dari relasi kasih yang hidup dalam persekutuan dengan-Nya.* Dari sini kita belajar bahwa ketaatan yang murni lahir dari hati yang telah disentuh oleh kasih Allah, bukan akibat tekanan dari luar.      Kasih Kristus bersifat tanpa syarat, tidak manipulatif, dan tidak pernah menyalahgunakan kuasa. Kristus tidak menuntut ketaatan demi kepentingan diri-Nya, melainkan demi pemulihan manusia. Karena itu, *ketaatan kepada Kristus selalu membawa kehidupan, bukan ketakutan; membawa pembentukan, bukan penindasan.* Prinsip inilah yang seharusnya menjadi dasar dalam setiap relasi Kristen, termasuk pernikahan. Pernikahan Kristen bukan sekadar ikatan sosial atau emosional, melainkan panggilan rohani. Di dalamnya, suami dan istri dipanggil untuk bersama-sama belajar hidup taat kepada Allah. Ketaatan ini bukan berarti satu pihak menguasai pihak lain, melainkan kedua pihak sama-sama menundukkan diri kepada kehendak Tuhan. Ketika Allah menjadi pusat ketaatan, relasi suami-istri tidak lagi berorientasi pada dominasi, melainkan pada keselarasan.      Di sinilah peran Roh Kudus menjadi sangat penting. Roh Kudus menolong orang percaya memahami bahwa ketaatan bukan beban, melainkan tindakan iman dan penyembahan. Ia membimbing pasangan Kristen untuk melihat bahwa ketaatan kepada Tuhan membentuk karakter, memurnikan motivasi, dan menumbuhkan kasih yang semakin menyerupai kasih Kristus. Tanpa karya Roh Kudus, ketaatan mudah disalahpahami sebagai kewajiban yang kaku. Namun di bawah pimpinan Roh Kudus, ketaatan menjadi jalan pertumbuhan rohani. Dalam kehidupan sehari-hari, ketaatan kepada Tuhan tercermin dalam sikap saling menghormati, kerelaan mengampuni, kesediaan untuk mendengar, dan komitmen untuk hidup benar. Semua itu bukan dilakukan semata-mata karena aturan, melainkan karena kasih yang tulus kepada Kristus. Ketika kasih kepada-Nya bertumbuh, ketaatan pun mengalir secara alami.      Ketaatan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berakar pada kasih—baik dalam relasi dengan Allah, dalam pernikahan, dalam hubungan antara anak dan orang tua, antara bawahan dan atasan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bergereja. Ketaatan yang sejati hanya mungkin terwujud apabila kasih Kristus menjadi fondasinya. Di sanalah ketaatan berubah dari kewajiban menjadi sukacita, dan dari tekanan menjadi penyembahan. *ketaatan bukan hasil pemaksaan atau keterpaksaan, melainkan lahir secara alami sebagai buah dari kasih.* create: chd #kotbahkristen #pdtridwanhutabarat #firmantuhan  #creatorsearchinsight
Renungan hari ini 22-4-26 tentang : *KETAATAN LAHIR DARI BUAH KASIH* Dalam konteks pernikahan Kristen, istilah tunduk atau taat (to submit) terkadang menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan kegelisahan. Tidak sedikit orang memahaminya sebagai bentuk penundukan sepihak, hilangnya kebebasan, atau relasi yang timpang. Akibatnya, ketaatan dipersepsikan sebagai sesuatu yang berlawanan dengan kasih, seolah-olah kasih dan ketaatan tidak mungkin berjalan bersama. Padahal, Alkitab tidak pernah menempatkan ketaatan sebagai alat penindasan, melainkan sebagai ekspresi kasih yang dewasa dalam relasi yang sehat. Alkitab mengajarkan bahwa, ketaatan tidak identik dengan paksaan atau subordinasi yang merendahkan martabat manusia. Ketaatan yang alkitabiah selalu lahir dari relasi, bukan dari tekanan. Ia bertumbuh dari pengenalan yang benar, kepercayaan yang mendalam, dan kasih yang terus dimurnikan. Karena itu, dalam pernikahan Kristen, ketaatan tidak boleh dipisahkan dari kasih, penghormatan, dan tanggung jawab bersama di hadapan Allah. Yesus sendiri memberikan kerangka yang sangat jelas mengenai ketaatan. Ia berkata, *“Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-Ku”* (Yoh. 14:15). Urutannya sangat penting: kasih mendahului ketaatan. *Ketaatan bukan syarat untuk memperoleh kasih Allah, melainkan buah dari relasi kasih yang hidup dalam persekutuan dengan-Nya.* Dari sini kita belajar bahwa ketaatan yang murni lahir dari hati yang telah disentuh oleh kasih Allah, bukan akibat tekanan dari luar. Kasih Kristus bersifat tanpa syarat, tidak manipulatif, dan tidak pernah menyalahgunakan kuasa. Kristus tidak menuntut ketaatan demi kepentingan diri-Nya, melainkan demi pemulihan manusia. Karena itu, *ketaatan kepada Kristus selalu membawa kehidupan, bukan ketakutan; membawa pembentukan, bukan penindasan.* Prinsip inilah yang seharusnya menjadi dasar dalam setiap relasi Kristen, termasuk pernikahan. Pernikahan Kristen bukan sekadar ikatan sosial atau emosional, melainkan panggilan rohani. Di dalamnya, suami dan istri dipanggil untuk bersama-sama belajar hidup taat kepada Allah. Ketaatan ini bukan berarti satu pihak menguasai pihak lain, melainkan kedua pihak sama-sama menundukkan diri kepada kehendak Tuhan. Ketika Allah menjadi pusat ketaatan, relasi suami-istri tidak lagi berorientasi pada dominasi, melainkan pada keselarasan. Di sinilah peran Roh Kudus menjadi sangat penting. Roh Kudus menolong orang percaya memahami bahwa ketaatan bukan beban, melainkan tindakan iman dan penyembahan. Ia membimbing pasangan Kristen untuk melihat bahwa ketaatan kepada Tuhan membentuk karakter, memurnikan motivasi, dan menumbuhkan kasih yang semakin menyerupai kasih Kristus. Tanpa karya Roh Kudus, ketaatan mudah disalahpahami sebagai kewajiban yang kaku. Namun di bawah pimpinan Roh Kudus, ketaatan menjadi jalan pertumbuhan rohani. Dalam kehidupan sehari-hari, ketaatan kepada Tuhan tercermin dalam sikap saling menghormati, kerelaan mengampuni, kesediaan untuk mendengar, dan komitmen untuk hidup benar. Semua itu bukan dilakukan semata-mata karena aturan, melainkan karena kasih yang tulus kepada Kristus. Ketika kasih kepada-Nya bertumbuh, ketaatan pun mengalir secara alami. Ketaatan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berakar pada kasih—baik dalam relasi dengan Allah, dalam pernikahan, dalam hubungan antara anak dan orang tua, antara bawahan dan atasan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bergereja. Ketaatan yang sejati hanya mungkin terwujud apabila kasih Kristus menjadi fondasinya. Di sanalah ketaatan berubah dari kewajiban menjadi sukacita, dan dari tekanan menjadi penyembahan. *ketaatan bukan hasil pemaksaan atau keterpaksaan, melainkan lahir secara alami sebagai buah dari kasih.* create: chd #kotbahkristen #pdtridwanhutabarat #firmantuhan #creatorsearchinsight

About