@lindsforthegirls: 11g of fiber in CHOCOLATE? Yes please 🤤🍫 I love sweet treats that don’t mess with your fitness goals and are DELICIOUS @Gatsby Chocolate #sweettreats #healthydessert

lindsforthegirls
lindsforthegirls
Open In TikTok:
Region: US
Monday 06 May 2024 20:10:44 GMT
6128
151
0
6

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @lindsforthegirls, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tongkat komando Korps Bhayangkara resmi berpindah ke Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026, Suyudi langsung membawa sejumlah agenda penegakan hukum yang membuat publik menaruh perhatian. Salah satu yang mencuri perhatian adalah sikap tegas Suyudi terhadap aktivitas debt collector, terutama praktik yang berkaitan dengan premanisme, pemerasan, dan kejahatan jalanan. Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Suyudi secara terang menyatakan bahwa premanisme, pemerasan, kejahatan jalanan, tawuran, hingga debt collector akan menjadi bagian dari prioritas penegakan hukum Polri. Bukan hanya itu. Korupsi, kejahatan siber, judi daring, penipuan digital, perdagangan orang, penyelundupan, pencucian uang, hingga kejahatan terorganisasi juga masuk dalam daftar persoalan yang menjadi perhatian dalam agenda penegakan hukum yang dipaparkannya. Debt Collector Jadi Sorotan Pernyataan mengenai debt collector menjadi perhatian karena praktik penagihan utang kerap bersinggungan dengan intimidasi, pemaksaan, maupun gangguan terhadap ketertiban masyarakat. Suyudi menegaskan pendekatan Polri harus tetap tegas terhadap kejahatan, namun tidak boleh berubah menjadi tindakan sewenang-wenang. Prinsip yang diusungnya adalah tegas terhadap kejahatan dan humanis kepada masyarakat. Korupsi Juga Masuk Radar Di sisi lain, masuknya korupsi dalam daftar prioritas menunjukkan bahwa perhatian kepemimpinan baru Polri tidak hanya diarahkan kepada kejahatan yang terlihat di jalanan. Suyudi juga membawa agenda pembenahan internal Polri. Ia menekankan pentingnya meritokrasi, rekam integritas, pengawasan, transparansi pelayanan, serta menutup ruang bagi praktik titipan, transaksi, dan sponsorship dalam tubuh institusi. Kini publik menanti apakah komitmen tersebut benar-benar akan terlihat dalam tindakan. Sebab, setelah pergantian pucuk pimpinan Polri, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa daftar prioritas itu tidak berhenti sebagai janji di atas podium. Debt collector ilegal, premanisme, pemerasan hingga korupsi kini masuk radar Kapolri Suyudi. Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi sasaran penindakan pertama? #KapolriSuyudi #SuyudiArioSeto #KapolriBaru #Polri #Kepolisian
Tongkat komando Korps Bhayangkara resmi berpindah ke Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026, Suyudi langsung membawa sejumlah agenda penegakan hukum yang membuat publik menaruh perhatian. Salah satu yang mencuri perhatian adalah sikap tegas Suyudi terhadap aktivitas debt collector, terutama praktik yang berkaitan dengan premanisme, pemerasan, dan kejahatan jalanan. Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Suyudi secara terang menyatakan bahwa premanisme, pemerasan, kejahatan jalanan, tawuran, hingga debt collector akan menjadi bagian dari prioritas penegakan hukum Polri. Bukan hanya itu. Korupsi, kejahatan siber, judi daring, penipuan digital, perdagangan orang, penyelundupan, pencucian uang, hingga kejahatan terorganisasi juga masuk dalam daftar persoalan yang menjadi perhatian dalam agenda penegakan hukum yang dipaparkannya. Debt Collector Jadi Sorotan Pernyataan mengenai debt collector menjadi perhatian karena praktik penagihan utang kerap bersinggungan dengan intimidasi, pemaksaan, maupun gangguan terhadap ketertiban masyarakat. Suyudi menegaskan pendekatan Polri harus tetap tegas terhadap kejahatan, namun tidak boleh berubah menjadi tindakan sewenang-wenang. Prinsip yang diusungnya adalah tegas terhadap kejahatan dan humanis kepada masyarakat. Korupsi Juga Masuk Radar Di sisi lain, masuknya korupsi dalam daftar prioritas menunjukkan bahwa perhatian kepemimpinan baru Polri tidak hanya diarahkan kepada kejahatan yang terlihat di jalanan. Suyudi juga membawa agenda pembenahan internal Polri. Ia menekankan pentingnya meritokrasi, rekam integritas, pengawasan, transparansi pelayanan, serta menutup ruang bagi praktik titipan, transaksi, dan sponsorship dalam tubuh institusi. Kini publik menanti apakah komitmen tersebut benar-benar akan terlihat dalam tindakan. Sebab, setelah pergantian pucuk pimpinan Polri, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa daftar prioritas itu tidak berhenti sebagai janji di atas podium. Debt collector ilegal, premanisme, pemerasan hingga korupsi kini masuk radar Kapolri Suyudi. Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi sasaran penindakan pertama? #KapolriSuyudi #SuyudiArioSeto #KapolriBaru #Polri #Kepolisian

About