@newsnexussa: #newsnexussa #incaseyoumissedit #southafricatiktok🇿🇦 #newsnexus #newsstories

NewsNexusOfficial
NewsNexusOfficial
Open In TikTok:
Region: ZA
Sunday 12 May 2024 18:14:19 GMT
25997
248
8
12

Music

Download

Comments

uthokozi
Thokozi :
174 discharge is a disgrace for the prosecution authority.
2024-05-12 18:35:00
2
phiwe86mlaba
Phiwe Mlaba :
Apart from Zuma who else has been arrested from ANC since Ramalala took over????😎😎😎
2024-05-12 21:48:08
2
skhumbuzofixernkosi
Ving vong style :
😂
2024-05-13 16:21:27
0
masayi_7
Ice-Man :
Recruitment drive, remember NPA is ANC,
2024-05-13 17:38:21
0
og_noreaga
iNcwasmende🤵🏽 :
kubuya izinduku zikaThumbeza uma kunje
2024-05-15 01:40:12
0
sbu30971
sbu30971_🇿🇦 :
Can we please for individual MPs not just a party?this is not real democracy..weneedreal democracy not this nonsense
2024-05-15 05:05:58
0
To see more videos from user @newsnexussa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Terpukau Dengan Kecantikan 3  Pragina Keraton Di Bali” ‼️ Sejak pertama mereka menari, mataku tak mampu berpaling dari tiga penari itu. Kecantikan mereka bukan yang membuat jantung berdebar, tapi yang membuat pikiran diam. Seolah aku lupa siapa diriku, lupa sedang bermimpi, lupa cara takut. Gerakan mereka begitu lentik. Jari-jari melengkung sempurna, leher meliuk anggun, mata mereka menatapku dengan kelembutan yang terasa… terlalu dalam. Setiap senyum mereka seperti janji—tenang, aman, diterima. Aku melangkah maju tanpa sadar. Semakin dekat, kecantikan itu justru semakin jelas. Kulit halus bercahaya, bibir merah lembut, mata bening seperti air pura. Aku merasa disambut, bukan diancam. Lalu—wajah salah satu penari berkedip. Hanya sepersekian detik. Senyum manis itu berubah menjadi seringai lebar. Taring tajam muncul di balik bibir. Matanya menghitam, menatapku bukan sebagai tamu… tapi sebagai milik. Aku tersentak. Namun tubuhku tetap maju. Wajah itu kembali cantik. Bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Penari kedua menari lebih dekat. Saat ia berputar, bayangan wajahnya di lantai berbeda—mulutnya terbuka, mata merah menyala, lidah hitam menjulur. Tapi ketika aku menatap wajah aslinya, yang kulihat hanya kecantikan yang membuat napasku tertahan. “Ragane dados nyingakin, iraga memang kawentenang antuk punika”. | “Kau boleh menatap, Kami memang diciptakan untuk itu”. Bisik mereka bertiga..  Aku sadar… rasa terpukau ini bukan kekaguman. Ini mantra. Penari ketiga mengangkat tangannya. Jarinya menyentuh pipiku. Dingin, tapi menenangkan. “Sampunang ragane tangi. Driki sampun dados umah ragane.” | “Jangan bangun. Di sini sudah menjadi rumahmu.” Bisiknya lembut.. Kerajaan siluman di sekelilingku berpendar pelan, seolah merayakan kedatanganku. Gamelan kembali berbunyi, mengalun lembut, memanggil. Aku ingin bertanya… tapi yang keluar hanya satu pikiran: Jika ini mimpi, mengapa aku ingin tinggal? Dan saat itulah aku tahu— kecantikan mereka bukan untuk dilihat. Melainkan untuk membuatku lupa pulang.  Walaupun aku sudah kembali ke Bandung, anehnya sampai saat ini aku merindukan 3 sosok Pragina Keraton tersebut. #ceritahoror #penaribali #bali #horrorstory #balinese
Terpukau Dengan Kecantikan 3 Pragina Keraton Di Bali” ‼️ Sejak pertama mereka menari, mataku tak mampu berpaling dari tiga penari itu. Kecantikan mereka bukan yang membuat jantung berdebar, tapi yang membuat pikiran diam. Seolah aku lupa siapa diriku, lupa sedang bermimpi, lupa cara takut. Gerakan mereka begitu lentik. Jari-jari melengkung sempurna, leher meliuk anggun, mata mereka menatapku dengan kelembutan yang terasa… terlalu dalam. Setiap senyum mereka seperti janji—tenang, aman, diterima. Aku melangkah maju tanpa sadar. Semakin dekat, kecantikan itu justru semakin jelas. Kulit halus bercahaya, bibir merah lembut, mata bening seperti air pura. Aku merasa disambut, bukan diancam. Lalu—wajah salah satu penari berkedip. Hanya sepersekian detik. Senyum manis itu berubah menjadi seringai lebar. Taring tajam muncul di balik bibir. Matanya menghitam, menatapku bukan sebagai tamu… tapi sebagai milik. Aku tersentak. Namun tubuhku tetap maju. Wajah itu kembali cantik. Bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Penari kedua menari lebih dekat. Saat ia berputar, bayangan wajahnya di lantai berbeda—mulutnya terbuka, mata merah menyala, lidah hitam menjulur. Tapi ketika aku menatap wajah aslinya, yang kulihat hanya kecantikan yang membuat napasku tertahan. “Ragane dados nyingakin, iraga memang kawentenang antuk punika”. | “Kau boleh menatap, Kami memang diciptakan untuk itu”. Bisik mereka bertiga.. Aku sadar… rasa terpukau ini bukan kekaguman. Ini mantra. Penari ketiga mengangkat tangannya. Jarinya menyentuh pipiku. Dingin, tapi menenangkan. “Sampunang ragane tangi. Driki sampun dados umah ragane.” | “Jangan bangun. Di sini sudah menjadi rumahmu.” Bisiknya lembut.. Kerajaan siluman di sekelilingku berpendar pelan, seolah merayakan kedatanganku. Gamelan kembali berbunyi, mengalun lembut, memanggil. Aku ingin bertanya… tapi yang keluar hanya satu pikiran: Jika ini mimpi, mengapa aku ingin tinggal? Dan saat itulah aku tahu— kecantikan mereka bukan untuk dilihat. Melainkan untuk membuatku lupa pulang. Walaupun aku sudah kembali ke Bandung, anehnya sampai saat ini aku merindukan 3 sosok Pragina Keraton tersebut. #ceritahoror #penaribali #bali #horrorstory #balinese

About