@lamyn.day: Trả lời @天 妆🫶🏻🫦 Dạ đây ạ. #Lamneohong #xuhuong #lamneocungmy #nailart #songelphukiennailmi #nails #nailboxthietke #nailbox #nail #nailmoimoingay #nailsartvideos #nails💅 #nails #naildesigns #fyp #xh #maunailxuhuong #maunail

Là Myn Đây ✌️
Là Myn Đây ✌️
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 14 June 2024 04:43:20 GMT
19600
911
20
31

Music

Download

Comments

demroilamnailthoi
Đêm rồi , làm nail thôi ! :
Đẹp quá ạ
2024-07-07 07:17:18
1
tiem.nha.tien
Tiệm nhà Tiên bị flop :
đẹp quá 🥰🥰🥰
2024-07-24 15:24:26
1
03_kimanh
Kim Ánh :
hướng dẫn làm hoa tulip đi bà🌷
2024-06-14 07:33:18
1
shopbodymist1
shopbodymist1 :
đẹp lắm chị ơi
2024-08-03 08:00:53
0
meme.nailbox
Meme Nailbox :
Xinh quá ạ
2024-08-01 15:00:54
0
c_anh16
Canh :
giá bộ này sao ạ
2024-07-05 08:49:19
0
duongbichngoc90
Ngọ9090 :
Làm sao để móng k bị co ạ
2024-09-09 07:41:34
0
trkimnhung07
Tran thị-kim nhung♥️ :
Chị làm chậm đc khum ạ
2024-06-15 03:40:43
0
tiem.nha_linhkhoi
Tiệm Nhà Linh Khôi :
C gắn nail bằng keo gì ấy ạ
2024-06-17 10:18:15
0
1m72.nails
1m72.nails :
Đẹppp nha sốp ❤️
2024-06-14 11:51:01
0
mebesamt3
Mẹ bé sam🍼 :
@Quin🐰
2024-07-05 13:44:17
0
ytaplon
Ý Tập Lớn :
😘😘😘😘
2024-07-03 01:01:42
0
.trucly28
Ly emm 🎀 :
Ty
2024-06-19 16:37:37
0
To see more videos from user @lamyn.day, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#RYUL || Hari-hari pertama beradaptasi, Ryul nyaris tidak pernah terlihat sendirian. Selalu ada saja yang mengelilinginya. Tertawa di bangku belakang, ikut nimbrung saat istirahat, bahkan dengan cepat sudah punya circle sendiri yang anehnya langsung cocok tanpa proses canggung seperti murid baru pada umumnya. Ia terlalu cepat beradaptasi. Itu yang membuatmu merasa janggal. Kamu memperhatikannya dari kejauhan. Bukan karena tertarik, tapi lebih ke mengamati. Ryul bukan tipe yang berisik, tapi juga bukan pendiam. Ia tahu kapan harus bicara, kapan harus diam. Sikapnya santai, tapi tidak pernah benar-benar membuka diri. Seperti seseorang yang sengaja mengatur jarak. “Lo merhatiin dia mulu, kenapa?” tanya salah satu temanmu suatu hari. “Nggak, biasa aja,
#RYUL || Hari-hari pertama beradaptasi, Ryul nyaris tidak pernah terlihat sendirian. Selalu ada saja yang mengelilinginya. Tertawa di bangku belakang, ikut nimbrung saat istirahat, bahkan dengan cepat sudah punya circle sendiri yang anehnya langsung cocok tanpa proses canggung seperti murid baru pada umumnya. Ia terlalu cepat beradaptasi. Itu yang membuatmu merasa janggal. Kamu memperhatikannya dari kejauhan. Bukan karena tertarik, tapi lebih ke mengamati. Ryul bukan tipe yang berisik, tapi juga bukan pendiam. Ia tahu kapan harus bicara, kapan harus diam. Sikapnya santai, tapi tidak pernah benar-benar membuka diri. Seperti seseorang yang sengaja mengatur jarak. “Lo merhatiin dia mulu, kenapa?” tanya salah satu temanmu suatu hari. “Nggak, biasa aja," elakmu. Padahal tidak. Ada beberapa hal kecil yang mulai kamu sadari. Ryul jarang sekali membahas masa lalunya. Setiap kali ada yang bertanya soal sekolah lamanya di Bogor, jawabannya selalu singkat, kadang malah dialihkan ke topik lain. Tidak pernah ada cerita panjang, tidak ada nostalgia seperti murid pindahan lain. Dan satu lagi, Ryul tidak pernah dijemput. Setiap pulang sekolah, ia selalu pergi sendiri dengan motor sport hitamnya. Tidak pernah terlihat orang tua, tidak ada yang menunggu di gerbang. Kamu merasa kehadirannya itu sudah diatur. “Lo ngerasa nggak sih, dia agak aneh?” akhirnya kamu bicara pada salah satu temanmu saat jam kosong. Temanmu mengangkat bahu. “Aneh gimana? Biasa aja. Anak baru doang.” ・・・ Sebulan berjalan sejak hari pertama Ryul masuk ke kelas itu. Tidak banyak yang berubah, kecuali satu hal—keberadaannya sudah dianggap biasa oleh semua orang. Kecuali oleh dirimu. Sore itu, langit menggantung kelabu. Angin berhembus lebih dingin dari biasanya, membawa aroma hujan yang sudah hampir turun. Halaman sekolah mulai sepi, hanya menyisakan beberapa siswa yang menunggu jemputan. Kamu berdiri di dekat gerbang, tasmu diselempangkan di satu bahu, matamu sesekali melirik ke arah jalan. Belum ada jemputan. Kami menghela napas pelan, mulai merasa tidak nyaman dengan cuaca yang semakin tidak bersahabat. Kamu menoleh. Suara mesin motor berhenti tepat di hadapanmu. Pengendara motor itu menoleh. Ryul. Motor sport hitam itu berhenti terlalu pas, seolah memang ditujukan untukmu. Ryul melepas helmnya, rambutnya sedikit berantakan tertiup angin, tapi ekspresinya tetap santai seperti biasa. “Belum dijemput?” tanyanya, nada suaranya ringan. Kamu mengernyit. “Iya. Kenapa?” Ryul mengangguk kecil, matanya sempat melirik ke langit. “Bentar lagi hujan.” Tanganmu menengadah. Awan sudah semakin gelap. “Terus?” balasnya singkat. Ryul menyeringai tipis. “Gue anterin.” “Nggak usah, makasih,” ucapmu. “Kenapa? Takut?” tanyanya santai. “Rumah gue jauh,” kamu masih bisa mengelak. “Alamat?” tanya Ryul langsung. Kamu menjawab dengan singkat. “Ah, searah sama rumah gue,” sahut Ryul. Rintik hujan mulai turun. Ryul mengambil helm cadangan dari motornya, lalu mengulurkannya ke arahnya. “Pake, habis itu buruan naik.” Kamu menatap helm itu beberapa detik, lalu kembali menatap Ryul. “Lo yakin?” tanyanya pelan. Ryul mengangguk. “Daripada lo sakit gara-gara hujan.” ・・・ Kamu mengernyit di balik helm. Tanganmu yang semula hanya berpegangan di ujung jaket Ryul sedikit menguat. “Ryul,” panggilmu, suaramu tertahan oleh helm dan suara hujan. Tidak ada jawaban. Motor itu justru berhenti di depan sebuah warung sederhana yang cukup ramai meski hujan turun. Lampu kuningnya temaram, papan kecil bertuliskan pecel lele tergantung di atas. “Makan dulu, gue laper,” Ryul berjalan masuk, berniat untuk memesan. Hujan di luar semakin deras, suara rintiknya memenuhi ruang warung yang sederhana itu. Dan untungnya kamu dan Ryul sudah berada di dalam warung. “Gue sebenernya duda.” Kamu tersedak. Teh hangat yang baru saja kamu minum hampir keluar lagi. Kamu buru-buru menutup mulutmu, batuk beberapa kali, matamu langsung melotot ke arah Ryul. comsec 💬 + bantu salin link yh [ #lngshot #pov #4u #fyp ]

About