@susanti.mega: harus liat sendiri!!! krn takut buat diomongin! 🤣🤣 #art #pameranlukisan #affandi #ceritalukisan #ceritawarna #menggambar #melukis #lukisanindonesia

susanti mega
susanti mega
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 17 June 2024 07:27:25 GMT
480864
21275
80
73

Music

Download

Comments

chayaaa_s
telor ceplok 🍳 :
pertama
2024-06-17 07:34:11
1
maylopeq
Sanminj :
APAAAN YAHHHH YANG DI SENSORR
2024-08-22 13:52:39
69
aquasachettt0
ereeeehh :
jgn setengah setengah kak gk paham
2024-08-23 15:24:59
227
usernotfound18800
tiktok19292 :
udh pernah ke museum nya, tpi lupa kok ada ini ya heheh
2024-06-18 05:39:49
147
geosikepop
Geov :
ke 17
2024-06-18 00:31:31
1
lynn_as_amethio_gf
𐙚Amew_friww𖦹🍒 :
ehmmm..
2026-02-27 09:48:07
0
hanzz...lego
Hanzz. :
pertama
2024-06-17 07:30:49
1
ilovethewrongperson1
kelzie⚡️🌟 :
hah! affandi kek nama temen ku
2024-06-17 17:39:04
14
.rdk.17
- :
ayahh akuu ada lukisan avandi
2025-12-18 12:57:40
0
zahra_012344
⋆°𖦹 𝑗𝑎𝑟𝑟𝑟✩.ᐟ :
ke 5 nihh
2024-06-17 07:33:59
1
naffffffz
Raa. :
gercep nih
2024-06-17 13:06:13
1
mangolovelyy
mewing🤫_ :
keempat
2024-06-17 07:32:46
1
ccupcakeyss_018
scftchxrriee :
Gercep nih kakkkk
2024-06-17 10:34:45
1
ria68693
Zarrrrimuf💫💤 :
😁
2026-01-14 12:04:01
0
ttrnl_
iyan_. :
😁
2025-08-24 06:25:47
0
andinii_ecee
✧٭ Andinn // 1k ✦ ٭ :
😭
2025-09-16 11:00:07
0
aursfaa
aurr :
😁
2025-02-09 02:10:55
0
dso_cyoungbu
ceYbiaa 🐇. :
🔥
2025-08-20 10:23:59
0
rayyaa062
Arneyva🌊. :
😂
2025-02-06 07:40:35
0
shaqeenn.n
shaqeenn.n :
😭😭😭
2025-05-23 06:13:35
0
nuz_21
່ᯓ𝓾𝔃𝓶𝓪ᝰ.ᐟ :
🙏🏻
2025-02-11 15:10:01
0
hasmiat_ardianto81
Hasmiati wati :
😁
2025-02-09 07:43:43
0
guzz_ajjh
Sugusstop-motion :
😹
2025-08-22 08:00:39
0
ymnayuaa
🍸umnaa :
👍👍👍
2024-08-23 06:29:24
0
To see more videos from user @susanti.mega, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KOMDIGI BANTAH BATASI KONTEN KARHUTLA🔥 Pernyataan Meta Al yang menyebut pemblokiran sejumlah konten demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah berkaitan dengan permintaan hukum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi sorotan publik. Persoalan ini ramai diperbincangkan setelah tangkapan layar percakapan warganet dengan Meta Al beredar di media sosial pada Rabu (21/10/2026). Jawaban kecerdasan buatan milik Meta tersebut memicu pertanyaan mengenai alasan sejumlah akun dan unggahan yang berkaitan dengan aksi demonstrasi maupun kritik pemerintah tidak dapat diakses atau diduga mengalami pembatasan. Polemik tersebut semakin menjadi perhatian karena muncul di tengah keluhan pengguna media sosial mengenai penurunan jangkauan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam percakapan yang beredar, Meta AI menyebut sebagian pemblokiran akun terkait demonstrasi terjadi karena adanya permintaan hukum dari Komdigi. Chatbot tersebut juga menjelaskan bahwa platform dapat mengikuti permintaan resmi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, jawaban chatbot itu belum dapat dijadikan bukti bahwa Komdigi benar- benar mengeluarkan perintah untuk memblokir akun atau unggahan tertentu. Respons Meta Al tersebut merupakan jawaban chatbot terhadap pertanyaan pengguna, bukan pernyataan resmi perusahaan Meta mengenai kasus yang dipersoalkan. Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital membatasi informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video pada Rabu (21/10/2026), Meutya mengatakan informasi mengenai karhutla yang dibagikan masyarakat justru penting bagi pemerintah sebagai masukan dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan informasi faktual dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi di lapangan. Pemerintah juga menggunakan kanal media sosial untuk menyebarkan informasi terkait penanganan karhutla Komdigi turut mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola algoritma yang menentukan distribusi konten kepada pengguna. Meutya juga meminta masyarakat yang merasa unggahannya mengalami gangguan atau pembatasan jangkauan untuk mengajukan pengaduan maupun banding kepada platform terkait. Pengguna dapat melaporkan persoalan tersebut kepada Komdigi. #fyp
KOMDIGI BANTAH BATASI KONTEN KARHUTLA🔥 Pernyataan Meta Al yang menyebut pemblokiran sejumlah konten demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah berkaitan dengan permintaan hukum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi sorotan publik. Persoalan ini ramai diperbincangkan setelah tangkapan layar percakapan warganet dengan Meta Al beredar di media sosial pada Rabu (21/10/2026). Jawaban kecerdasan buatan milik Meta tersebut memicu pertanyaan mengenai alasan sejumlah akun dan unggahan yang berkaitan dengan aksi demonstrasi maupun kritik pemerintah tidak dapat diakses atau diduga mengalami pembatasan. Polemik tersebut semakin menjadi perhatian karena muncul di tengah keluhan pengguna media sosial mengenai penurunan jangkauan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam percakapan yang beredar, Meta AI menyebut sebagian pemblokiran akun terkait demonstrasi terjadi karena adanya permintaan hukum dari Komdigi. Chatbot tersebut juga menjelaskan bahwa platform dapat mengikuti permintaan resmi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, jawaban chatbot itu belum dapat dijadikan bukti bahwa Komdigi benar- benar mengeluarkan perintah untuk memblokir akun atau unggahan tertentu. Respons Meta Al tersebut merupakan jawaban chatbot terhadap pertanyaan pengguna, bukan pernyataan resmi perusahaan Meta mengenai kasus yang dipersoalkan. Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital membatasi informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video pada Rabu (21/10/2026), Meutya mengatakan informasi mengenai karhutla yang dibagikan masyarakat justru penting bagi pemerintah sebagai masukan dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan informasi faktual dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi di lapangan. Pemerintah juga menggunakan kanal media sosial untuk menyebarkan informasi terkait penanganan karhutla Komdigi turut mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola algoritma yang menentukan distribusi konten kepada pengguna. Meutya juga meminta masyarakat yang merasa unggahannya mengalami gangguan atau pembatasan jangkauan untuk mengajukan pengaduan maupun banding kepada platform terkait. Pengguna dapat melaporkan persoalan tersebut kepada Komdigi. #fyp

About