@neorthailand: Beoka Super Mini Q1 - ปืนนวดพกพารุ่นใหม่ล่าสุด ขนาดกะทัดรัด น้ำหนักเพียง 230 กรัม 5 ระดับความแรง สูงสุด 8 กก. หัวนวด 5 แบบ เพื่อการใช้งานที่หลากหลาย เหมาะสำหรับผู้ที่ต้องการผ่อนคลายกล้ามเนื้อหลังออกกำลังกายหรือทำงาน ชมวิดีโอแกะกล่องด้านล่าง และสอบถามข้อมูลเพิ่มเติมได้ที่เพจ NeorThailand #BeokaSuperMiniQ1 #MassageGun #NeorThailand #ปืนนวด #ปืนนวดพกพา #ปืนนวดคลายกล้ามเนื้อ #ปวดคอบ่าไหล่ #นั่งทำงาน

Neor Thailand
Neor Thailand
Open In TikTok:
Region: TH
Friday 19 July 2024 03:15:58 GMT
547
12
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @neorthailand, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagian 197 | “MEREKA JUGA C4PEK DAN INGIN DIGANTI” ADMIN SPBU JELASKAN KONDISI PETUGAS SAAT ANTREAN BBM MEMANJANG DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster, terlibat perdeb4tan dengan sejumlah petugas wanita di SPBU 54.801.48, Jalan Diponegoro, Kota Denpasar, pada Rabu malam, 14 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi saat Koster meninjau langsung antrean panjang kendaraan di tengah kendala pasokan BBM yang dilaporkan terjadi di wilayah Bali. Dalam kunjungan tersebut, Koster meminta SPBU di kawasan Denpasar dan Badung beroperasi selama 24 jam untuk membantu mengurai antrean kendaraan. Namun, sejumlah petugas menyampaikan keberatan karena mengaku sudah bekerja hingga larut malam dan membutuhkan waktu istirahat. Situasi kemudian mem4nas ketika petugas menyampaikan keluhan mereka kepada gubernur.  “Kami ini manusia, Pak, bukan robot! Dari pagi kami mel4yani antrean sepanjang ini sampai kelelahan. Sekarang kami malah diminta bekerja 24 jam!” ujar seorang petugas SPBU. Dalam rekaman yang beredar, percakapan antara petugas dan gubernur berlanjut ketika keluhan mengenai jam operasional disampaikan. Para petugas tampak berusaha menjelaskan kondisi mereka di tengah antrean kendaraan yang belum terurai. Pada salah satu bagian rekaman, terdengar respons singkat dari Koster ketika seorang petugas masih menyampaikan keberatannya. “Diam kamu!” ucap Wayan Koster dalam rekaman percakapan tersebut. Setelah respons itu terdengar, petugas yang bersangkutan kembali menyampaikan keberatannya terhadap instruksi pembukaan layanan selama 24 jam. Ia meminta agar kondisi para pekerja turut dipertimbangkan sebelum perubahan jam operasional diberlakukan. “Jangan suruh saya diam, Pak! Kalau Bapak ingin SPBU ini langsung buka 24 jam, Bapak saja yang berdiri di sini dan melayani mereka seperti kami!” ujar petugas tersebut. Sementara itu, untuk menjelaskan kondisi di balik kejadian tersebut, Tria selaku admin SPBU 54.801.48 memberikan keterangan kepada media pada Kamis, 15 Oktober 2026. Menurut Tria, SPBU tempatnya bekerja biasanya beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA. Namun, dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan yang panjang membuat para petugas harus melayani masyarakat hingga melewati jam operasional normal. Tria juga menjelaskan bahwa perubahan jam kerja secara mendadak menjadi tantangan tersendiri bagi pihak pengelola, terutama karena keterbatasan jumlah operator yang tersedia. “Para operator tentu kaget ketika diminta membuka layanan selama 24 jam. Apalagi, ada salah satu operator kami yang masih menyusui,” jelas Tria. Menurut Tria, kondisi para petugas yang telah bekerja dalam waktu panjang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Mereka membutuhkan waktu istirahat dan pergantian sif, sementara mencari tenaga pengganti tidak dapat dilakukan secara instan. “Mereka juga sudah capek dan ingin diganti. Namun, mencari orang untuk menggantikan mereka tentu tidak bisa dilakukan secepat itu,” ujar Tria. Tria menyebutkan bahwa SPBU tersebut memiliki total 12 operator yang dibagi ke dalam dua sif kerja. Dengan jumlah tenaga yang terbatas, pihak pengelola masih perlu membicarakan kesiapan personel apabila jam operasional harus diperpanjang menjadi 24 jam. Ia menjelaskan bahwa pihak manajemen masih mendiskusikan solusi yang memungkinkan agar kebutuhan masyarakat terhadap BBM tetap dapat dil4yani, tanpa mengab4ikan kesiapan tenaga kerja di lapangan. #ikutiberitapenting #pakputrifebiolasitorus
Bagian 197 | “MEREKA JUGA C4PEK DAN INGIN DIGANTI” ADMIN SPBU JELASKAN KONDISI PETUGAS SAAT ANTREAN BBM MEMANJANG DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster, terlibat perdeb4tan dengan sejumlah petugas wanita di SPBU 54.801.48, Jalan Diponegoro, Kota Denpasar, pada Rabu malam, 14 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi saat Koster meninjau langsung antrean panjang kendaraan di tengah kendala pasokan BBM yang dilaporkan terjadi di wilayah Bali. Dalam kunjungan tersebut, Koster meminta SPBU di kawasan Denpasar dan Badung beroperasi selama 24 jam untuk membantu mengurai antrean kendaraan. Namun, sejumlah petugas menyampaikan keberatan karena mengaku sudah bekerja hingga larut malam dan membutuhkan waktu istirahat. Situasi kemudian mem4nas ketika petugas menyampaikan keluhan mereka kepada gubernur. “Kami ini manusia, Pak, bukan robot! Dari pagi kami mel4yani antrean sepanjang ini sampai kelelahan. Sekarang kami malah diminta bekerja 24 jam!” ujar seorang petugas SPBU. Dalam rekaman yang beredar, percakapan antara petugas dan gubernur berlanjut ketika keluhan mengenai jam operasional disampaikan. Para petugas tampak berusaha menjelaskan kondisi mereka di tengah antrean kendaraan yang belum terurai. Pada salah satu bagian rekaman, terdengar respons singkat dari Koster ketika seorang petugas masih menyampaikan keberatannya. “Diam kamu!” ucap Wayan Koster dalam rekaman percakapan tersebut. Setelah respons itu terdengar, petugas yang bersangkutan kembali menyampaikan keberatannya terhadap instruksi pembukaan layanan selama 24 jam. Ia meminta agar kondisi para pekerja turut dipertimbangkan sebelum perubahan jam operasional diberlakukan. “Jangan suruh saya diam, Pak! Kalau Bapak ingin SPBU ini langsung buka 24 jam, Bapak saja yang berdiri di sini dan melayani mereka seperti kami!” ujar petugas tersebut. Sementara itu, untuk menjelaskan kondisi di balik kejadian tersebut, Tria selaku admin SPBU 54.801.48 memberikan keterangan kepada media pada Kamis, 15 Oktober 2026. Menurut Tria, SPBU tempatnya bekerja biasanya beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA. Namun, dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan yang panjang membuat para petugas harus melayani masyarakat hingga melewati jam operasional normal. Tria juga menjelaskan bahwa perubahan jam kerja secara mendadak menjadi tantangan tersendiri bagi pihak pengelola, terutama karena keterbatasan jumlah operator yang tersedia. “Para operator tentu kaget ketika diminta membuka layanan selama 24 jam. Apalagi, ada salah satu operator kami yang masih menyusui,” jelas Tria. Menurut Tria, kondisi para petugas yang telah bekerja dalam waktu panjang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Mereka membutuhkan waktu istirahat dan pergantian sif, sementara mencari tenaga pengganti tidak dapat dilakukan secara instan. “Mereka juga sudah capek dan ingin diganti. Namun, mencari orang untuk menggantikan mereka tentu tidak bisa dilakukan secepat itu,” ujar Tria. Tria menyebutkan bahwa SPBU tersebut memiliki total 12 operator yang dibagi ke dalam dua sif kerja. Dengan jumlah tenaga yang terbatas, pihak pengelola masih perlu membicarakan kesiapan personel apabila jam operasional harus diperpanjang menjadi 24 jam. Ia menjelaskan bahwa pihak manajemen masih mendiskusikan solusi yang memungkinkan agar kebutuhan masyarakat terhadap BBM tetap dapat dil4yani, tanpa mengab4ikan kesiapan tenaga kerja di lapangan. #ikutiberitapenting #pakputrifebiolasitorus

About