@shusha.112: #CapCut کوا قژ سورەکان 😂❤️

خۆشناو🖤🦅
خۆشناو🖤🦅
Open In TikTok:
Region: IQ
Thursday 25 July 2024 21:47:25 GMT
749
37
2
6

Music

Download

Comments

aven_2226
princess aven🖤 :
اوةتام ☹️😂
2026-06-01 01:54:35
0
kcha_rwse99
𝚔𝚌𝚑𝚊.𝚛𝚞𝚜𝚒♥︎√ :
🥺🥺🥺❣️❣️
2024-07-26 09:58:13
1
To see more videos from user @shusha.112, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Loh Bang? Di Video Kok Meriamnya Gneisenau Beda?  Jadi Gini Ya, Awalnya Jerman Emang Berencana Ganti meriam Gneisenau Jadi 6 × 38 cm SK C/34, Tapi... Itu Proyek gak pernah selesai karena Perang dan Fokus industri Jerman beralih ke U-Boat. > Kita Lanjut Ke Pembahasan Utama KMS Gneisenau adalah salah satu kapal perang paling terkenal milik Jerman pada era World War II. Kapal ini merupakan bagian dari Scharnhorst Class, Keduanya dikenal sebagai The Raider Sisters/The Atlantic Raider karena kemampuan mereka melakukan operasi penyerangan jarak jauh terhadap jalur perdagangan Sekutu di Samudra Atlantik. Gneisenau Dibangun di kota Kiel pada tahun 1935 dan resmi bertugas pada tahun 1938, Gneisenau memiliki desain yang sangat modern untuk zamannya. Dengan panjang hampir 235 meter dan bobot lebih dari 38 ribu ton saat full load, kapal ini termasuk Battleship Cepat yang mampu mencapai kecepatan sekitar 31 knot. Kecepatan tersebut membuatnya lebih lincah dibanding banyak Battleship lain pada era itu. Kapal ini ditenagai oleh 12 boiler tekanan tinggi Wagner dan tiga steam turbine besar yang menghasilkan tenaga sekitar 160 Ribu horsepower. Senjata utama Gneisenau terdiri dari sembilan meriam 28cm SK C/34 yang ditempatkan dalam Tiga turret triple. Meriam ini terkenal sangat akurat dengan reload yang cepat serta kecepatan proyektil tinggi. Walaupun kaliber 283mm dianggap lebih kecil dibanding Battleship lain seperti Bismarck yang memakai meriam 380mm, senjata milik Gneisenau tetap sangat mematikan terhadap cruiser maupun kapal dagang Sekutu. Selain itu, kapal ini juga dilengkapi meriam sekunder 15 cm untuk melawan destroyer.  Armor Gneisenau juga terbilang sangat kuat. Belt armor utamanya mencapai sekitar 350mm, sedangkan turret depan dilindungi lapisan baja tebal. Jerman dikenal memiliki desain armor yang efisien, dan hal itu terlihat jelas pada Gneisenau. Kapal ini juga termasuk salah satu kapal Kriegsmarine awal yang menggunakan radar Seetakt, sebuah teknologi radar modern pada masanya yang membantu pendeteksian target dan penembakan malam hari. Karier Kapal Ini dimulai Pada invasi Norwegia tahun 1940. Bersama Scharnhorst, kapal ini berhasil menenggelamkan HMS Glorious, Ardent, Dan Acasta. Peristiwa itu menjadi salah satu momen paling terkenal dalam sejarah Perang laut karena sangat jarang sebuah Kapal Induk berhasil dihancurkan langsung oleh tembakan meriam battleship. Setelah itu, Gneisenau beroperasi di Atlantik sebagai Commerce Raider, menyerang konvoi dan kapal dagang Sekutu untuk melemahkan jalur logistik Inggris. Karena kecepatannya tinggi, kapal ini sangat sulit dikejar oleh armada Royal Navy. Pada tahun 1941, Gneisenau dan Scharnhorst menjalankan Operation Berlin, sebuah operasi penyerangan di Atlantik yang sukses menghancurkan banyak kapal dagang Sekutu. Keberadaan duo maut ini membuat Inggris sangat khawatir karena mereka muncul secara tiba² lalu menghilang sebelum armada besar Inggris datang. Tahun berikutnya, Gneisenau ikut dalam Operation Cerberus atau Channel Dash, sebuah operasi berani ketika Gneisenau, Scharnhorst, dan Prinz Eugen berhasil melewati English Channel tepat di bawah Ancaman RAF dan Royal Navy. Operasi ini dianggap sebagai salah satu pelayaran paling berani Kriegsmarine selama perang. Namun Karir Gneisenau mulai berakhir pada tahun 1942 ketika kapal ini terkena serangan udara Inggris di pelabuhan Kiel. Sebuah Bom menghantam bagian depan kapal dan memicu Ledakan Amunisi besar yang menghancurkan haluan. Kerusakan tersebut sangat parah hingga proyek modernisasi besar pun dihentikan. Jerman sebenarnya berencana mengganti seluruh meriam utama Gneisenau dengan 6 meriam seperti milik Bismarck (38cm SK C/34), Tapi Rencana itu gak pernah selesai akibat kondisi perang yang semakin buruk dan fokus industri Jerman yang beralih ke produksi U-Boat. #kmsgneisenau #kriegsmarine #masukberanda #militaryedit #fusouchan
Loh Bang? Di Video Kok Meriamnya Gneisenau Beda? Jadi Gini Ya, Awalnya Jerman Emang Berencana Ganti meriam Gneisenau Jadi 6 × 38 cm SK C/34, Tapi... Itu Proyek gak pernah selesai karena Perang dan Fokus industri Jerman beralih ke U-Boat. > Kita Lanjut Ke Pembahasan Utama KMS Gneisenau adalah salah satu kapal perang paling terkenal milik Jerman pada era World War II. Kapal ini merupakan bagian dari Scharnhorst Class, Keduanya dikenal sebagai The Raider Sisters/The Atlantic Raider karena kemampuan mereka melakukan operasi penyerangan jarak jauh terhadap jalur perdagangan Sekutu di Samudra Atlantik. Gneisenau Dibangun di kota Kiel pada tahun 1935 dan resmi bertugas pada tahun 1938, Gneisenau memiliki desain yang sangat modern untuk zamannya. Dengan panjang hampir 235 meter dan bobot lebih dari 38 ribu ton saat full load, kapal ini termasuk Battleship Cepat yang mampu mencapai kecepatan sekitar 31 knot. Kecepatan tersebut membuatnya lebih lincah dibanding banyak Battleship lain pada era itu. Kapal ini ditenagai oleh 12 boiler tekanan tinggi Wagner dan tiga steam turbine besar yang menghasilkan tenaga sekitar 160 Ribu horsepower. Senjata utama Gneisenau terdiri dari sembilan meriam 28cm SK C/34 yang ditempatkan dalam Tiga turret triple. Meriam ini terkenal sangat akurat dengan reload yang cepat serta kecepatan proyektil tinggi. Walaupun kaliber 283mm dianggap lebih kecil dibanding Battleship lain seperti Bismarck yang memakai meriam 380mm, senjata milik Gneisenau tetap sangat mematikan terhadap cruiser maupun kapal dagang Sekutu. Selain itu, kapal ini juga dilengkapi meriam sekunder 15 cm untuk melawan destroyer. Armor Gneisenau juga terbilang sangat kuat. Belt armor utamanya mencapai sekitar 350mm, sedangkan turret depan dilindungi lapisan baja tebal. Jerman dikenal memiliki desain armor yang efisien, dan hal itu terlihat jelas pada Gneisenau. Kapal ini juga termasuk salah satu kapal Kriegsmarine awal yang menggunakan radar Seetakt, sebuah teknologi radar modern pada masanya yang membantu pendeteksian target dan penembakan malam hari. Karier Kapal Ini dimulai Pada invasi Norwegia tahun 1940. Bersama Scharnhorst, kapal ini berhasil menenggelamkan HMS Glorious, Ardent, Dan Acasta. Peristiwa itu menjadi salah satu momen paling terkenal dalam sejarah Perang laut karena sangat jarang sebuah Kapal Induk berhasil dihancurkan langsung oleh tembakan meriam battleship. Setelah itu, Gneisenau beroperasi di Atlantik sebagai Commerce Raider, menyerang konvoi dan kapal dagang Sekutu untuk melemahkan jalur logistik Inggris. Karena kecepatannya tinggi, kapal ini sangat sulit dikejar oleh armada Royal Navy. Pada tahun 1941, Gneisenau dan Scharnhorst menjalankan Operation Berlin, sebuah operasi penyerangan di Atlantik yang sukses menghancurkan banyak kapal dagang Sekutu. Keberadaan duo maut ini membuat Inggris sangat khawatir karena mereka muncul secara tiba² lalu menghilang sebelum armada besar Inggris datang. Tahun berikutnya, Gneisenau ikut dalam Operation Cerberus atau Channel Dash, sebuah operasi berani ketika Gneisenau, Scharnhorst, dan Prinz Eugen berhasil melewati English Channel tepat di bawah Ancaman RAF dan Royal Navy. Operasi ini dianggap sebagai salah satu pelayaran paling berani Kriegsmarine selama perang. Namun Karir Gneisenau mulai berakhir pada tahun 1942 ketika kapal ini terkena serangan udara Inggris di pelabuhan Kiel. Sebuah Bom menghantam bagian depan kapal dan memicu Ledakan Amunisi besar yang menghancurkan haluan. Kerusakan tersebut sangat parah hingga proyek modernisasi besar pun dihentikan. Jerman sebenarnya berencana mengganti seluruh meriam utama Gneisenau dengan 6 meriam seperti milik Bismarck (38cm SK C/34), Tapi Rencana itu gak pernah selesai akibat kondisi perang yang semakin buruk dan fokus industri Jerman yang beralih ke produksi U-Boat. #kmsgneisenau #kriegsmarine #masukberanda #militaryedit #fusouchan

About