@.snxzy_55: #defisolo

?𝓯𝓻𝓮𝓮𝓼𝓵𝓲𝓵𝓮 𝓭𝓸 🇧🇷
?𝓯𝓻𝓮𝓮𝓼𝓵𝓲𝓵𝓮 𝓭𝓸 🇧🇷
Open In TikTok:
Region: GA
Monday 05 August 2024 19:32:14 GMT
327
34
2
0

Music

Download

Comments

kalonacatherine
Bm_Akashi🌪 :
t'es trop fort ta pleins d'emode en plus tu fais headshot avec les coups poing si moi on me faisait cas.😭😭
2024-08-05 19:49:27
0
kalonacatherine
Bm_Akashi🌪 :
quoi?
2024-08-05 19:47:21
0
To see more videos from user @.snxzy_55, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SEMUA TUDUHAN DIPATAHKAN NADIEM: JAKSA GANTI NARASI TUDUHAN BARU, KINI MEMAKAI WHITE COLLAR CRIME Sikap jaksa yang ngotot menolak pledoi atau nota pembelaan Nadiem Makarim dalam perkara chromebook, sulit diterima dengan akal sehat. Soalnya, semua tuduhan jaksa terhadap Nadiem terkait dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook, sudah dipatahkan Nadiem Makarim dengan fakta dan bukti nyata dalam persidangan. Anehnya, dalam repliknya jaksa malah membuat tuduhan baru terhadap Nadiem, yakni dengan narasi white collar crime atau kejahatan kerah putih. Sikap jaksa dianggap tak masuk akal. Jangan heran bila hukum di Indnesia disebut sudah gila.  Banyaknya kejanggalan dalam proses hukum perkara chromebook ini, jadi sorotan berbagai media internasional, pebisnis dunia, hingga para diaspora Indonesia di luar negeri. Salah satunya datang dari warga Indonesia yang menetap di Australia, Helena McCormack. Menurut Helena, proses hukum yang dihadapi Nadiem Makarim, dinilai sudah gila, mirip dengan perkara Amsal Sitepu. Sementara Pieter Patonedi, diaspora Indonesia di Jerman, mengaku jadi enggan pulang ke Indonesia. Banyaknya kejanggalan dalam proses hukum perkara chromebook ini, juga membuat kesal dan jijik warga Indonesia sendiri, seperti yang dipaparkan Ferry Irwandi. Masalahnya, pejabat kementerian dan vendor yang menerima suap dan memberi suap, justru dibiarkan bebas. Sementara Ibrahim Arief yang hanya jadi konsultan teknologi, malah dituntut hukuman tinggi. Padahal, Ibrahim Arief tak terbukti menerima aliran dana, seperti yang dialami Nadiem Makarim. Hal ini membuat jijik Ferry Irwandi.
SEMUA TUDUHAN DIPATAHKAN NADIEM: JAKSA GANTI NARASI TUDUHAN BARU, KINI MEMAKAI WHITE COLLAR CRIME Sikap jaksa yang ngotot menolak pledoi atau nota pembelaan Nadiem Makarim dalam perkara chromebook, sulit diterima dengan akal sehat. Soalnya, semua tuduhan jaksa terhadap Nadiem terkait dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook, sudah dipatahkan Nadiem Makarim dengan fakta dan bukti nyata dalam persidangan. Anehnya, dalam repliknya jaksa malah membuat tuduhan baru terhadap Nadiem, yakni dengan narasi white collar crime atau kejahatan kerah putih. Sikap jaksa dianggap tak masuk akal. Jangan heran bila hukum di Indnesia disebut sudah gila. Banyaknya kejanggalan dalam proses hukum perkara chromebook ini, jadi sorotan berbagai media internasional, pebisnis dunia, hingga para diaspora Indonesia di luar negeri. Salah satunya datang dari warga Indonesia yang menetap di Australia, Helena McCormack. Menurut Helena, proses hukum yang dihadapi Nadiem Makarim, dinilai sudah gila, mirip dengan perkara Amsal Sitepu. Sementara Pieter Patonedi, diaspora Indonesia di Jerman, mengaku jadi enggan pulang ke Indonesia. Banyaknya kejanggalan dalam proses hukum perkara chromebook ini, juga membuat kesal dan jijik warga Indonesia sendiri, seperti yang dipaparkan Ferry Irwandi. Masalahnya, pejabat kementerian dan vendor yang menerima suap dan memberi suap, justru dibiarkan bebas. Sementara Ibrahim Arief yang hanya jadi konsultan teknologi, malah dituntut hukuman tinggi. Padahal, Ibrahim Arief tak terbukti menerima aliran dana, seperti yang dialami Nadiem Makarim. Hal ini membuat jijik Ferry Irwandi.

About