@noamkleinstein: נועם מת״א vs יגל מעמק חפר @Yagel oshri #אירוניה

נועם קלינשטיין
נועם קלינשטיין
Open In TikTok:
Region: IL
Wednesday 07 August 2024 16:20:58 GMT
73859
3744
37
29

Music

Download

Comments

mayziino
MAYU🦋 :
✨קודם כל איפה הוולט ✨
2024-08-07 16:38:56
145
elay.revivo
Elay Revivo :
מושב? אתה גר בעמק חפר חיים
2024-08-09 11:47:40
6
mayashv_
מאיה :
יגל בא ממש חמוש עם טיעונים מראש
2024-08-07 17:03:56
39
elalavie
Ela Lavie :
יש לו וויב של אחיטוב
2024-08-08 04:05:43
4
emma_hertzberg
Emma :
רק נתניההה
2024-08-08 05:09:44
1
hr77040
hr :
אליכין זה לא עמק חפררר
2024-08-08 10:50:35
5
user1998471819761
יהלי לוי :
בתור אחת שגרה פעם בתל אביב יודעת שאין על תל אביב יש שם הכל
2024-08-07 16:29:13
1
spotify60984
Lihi🌺🌊 :
רק עמק חפרררר!!
2024-08-08 05:01:04
4
yalikalimi23
UsEr1234543 :
אין על מושב!!!!!!
2024-08-07 16:34:30
5
hadar_zouaretz
Hadar(: :
שגם קוראים לה נועם וגם שהיא מלכה
2024-08-07 16:38:39
1
aviadvinyl1
aviad :
טים העיר תנו לייק
2024-08-07 17:26:27
1
alinabramov10
𝙰𝙻𝙸𝙽 :
שניה עונה??
2024-08-07 16:27:58
0
usern1uuvtuncn
גילי טל :
מצד שני הסתלבט במושב
2024-08-12 07:01:21
0
ben213000
ben213000 :
בבקשה תעשי שיר עם שי טרא
2024-08-07 22:52:44
0
tahelll_1
tahelll_1 :
אני לא נושמתתתת
2024-08-08 15:42:01
0
dyx9qca8ewjt
מעיין כהן 🏳️‍🌈 :
אין על השקט של המושב ואין ריח של פרותת
2024-08-11 02:29:44
0
shoham126
Shohammmmm1 :
רק מושבבבב
2024-08-28 08:52:47
0
tahelll_1
tahelll_1 :
בא עם טיעונים
2024-08-08 15:42:49
0
na0mi198
נעמי🎗️🇮🇱 :
העיר יותר טובה במאה אחוז אבל אם לא היה מושב גם לא היה את השיר אז זאת דילמה
2024-08-07 16:45:39
7
nicole97931
💗Nicole💐 :
עמק חפר😍😍😍
2024-08-13 18:15:44
0
hallel613
Hallel :
בגלל זה הכי טוב זה מועצה אזורית 👍
2024-08-07 21:01:53
0
liat.yahav
Liat Yahav :
כל הכיף זה לשבת בשקט!
2024-08-07 16:40:36
0
mayziino
MAYU🦋 :
@Yagel oshri בא טעון
2024-08-07 16:38:45
0
maayan_ram
מעיין :
@mikameytal5 גם הוא מעמק חפר
2024-08-12 08:17:42
0
y08167
y🎧🫧 :
יש לי פרה 🤣😂😂😂😂
2024-08-08 07:42:36
1
To see more videos from user @noamkleinstein, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, masih dalam proses pemadaman hingga Selasa (30/6/2026) pukul 22:00 WIB. Kebakaran yang terjadi sejak siang hari itu disebut sudah berlangsung sekitar 10 jam. Petugas pemadam kebakaran masih berupaya menjinakkan api yang membakar tumpukan sampah di area TPA. Damkar Kabupaten Tangerang menyebut informasi kebakaran pertama kali diterima pada pukul 11.10 WIB.  Hingga malam hari, sebanyak 10 unit kendaraan damkar dan 45 personel dikerahkan ke lokasi untuk memaksimalkan proses pemadaman. Objek yang terbakar merupakan tumpukan sampah. DLHK Kabupaten Tangerang menyebut luas area terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 2 hektare.  Api disebut berawal dari titik kecil di sisi barat sejak pagi, lalu meluas karena cuaca panas dan angin kencang. Kondisi pemadaman juga terkendala medan di lokasi. Tumpukan sampah yang menyerupai gunung, akses kendaraan yang sulit, selang yang sudah cukup panjang, serta asap pekat membuat petugas kesulitan menjangkau titik api. BPBD Kabupaten Tangerang pun mengupayakan bantuan BNPB untuk mempercepat pemadaman.  Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan BNPB agar helikopter bisa diterjunkan untuk membantu penyemprotan air dari udara. “Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin,” kata Taufiq. Menurutnya, bantuan helikopter water bombing dinilai bisa lebih efektif karena penyemprotan dapat dilakukan dari atas, terutama pada titik api yang sulit dijangkau armada damkar. “Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu,” terangnya. Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid juga meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin pada malam hari untuk melihat proses penanganan di lapangan. Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari timbulan gas metana atau senyawa hidrokarbon yang mudah terbakar akibat cuaca panas ekstrem. Hingga kini, petugas masih terus melakukan pemadaman api.
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, masih dalam proses pemadaman hingga Selasa (30/6/2026) pukul 22:00 WIB. Kebakaran yang terjadi sejak siang hari itu disebut sudah berlangsung sekitar 10 jam. Petugas pemadam kebakaran masih berupaya menjinakkan api yang membakar tumpukan sampah di area TPA. Damkar Kabupaten Tangerang menyebut informasi kebakaran pertama kali diterima pada pukul 11.10 WIB. Hingga malam hari, sebanyak 10 unit kendaraan damkar dan 45 personel dikerahkan ke lokasi untuk memaksimalkan proses pemadaman. Objek yang terbakar merupakan tumpukan sampah. DLHK Kabupaten Tangerang menyebut luas area terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 2 hektare. Api disebut berawal dari titik kecil di sisi barat sejak pagi, lalu meluas karena cuaca panas dan angin kencang. Kondisi pemadaman juga terkendala medan di lokasi. Tumpukan sampah yang menyerupai gunung, akses kendaraan yang sulit, selang yang sudah cukup panjang, serta asap pekat membuat petugas kesulitan menjangkau titik api. BPBD Kabupaten Tangerang pun mengupayakan bantuan BNPB untuk mempercepat pemadaman. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan BNPB agar helikopter bisa diterjunkan untuk membantu penyemprotan air dari udara. “Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin,” kata Taufiq. Menurutnya, bantuan helikopter water bombing dinilai bisa lebih efektif karena penyemprotan dapat dilakukan dari atas, terutama pada titik api yang sulit dijangkau armada damkar. “Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu,” terangnya. Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid juga meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin pada malam hari untuk melihat proses penanganan di lapangan. Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari timbulan gas metana atau senyawa hidrokarbon yang mudah terbakar akibat cuaca panas ekstrem. Hingga kini, petugas masih terus melakukan pemadaman api.

About