@sudeusssta: Şaka şaka ironi**

Sudeussta1
Sudeussta1
Open In TikTok:
Region: TR
Thursday 12 September 2024 17:09:08 GMT
20049
223
5
19

Music

Download

Comments

kim.alisa0
Kim.Alisa :
inanmamışam zatennn🤣🤣🤣
2024-09-12 17:46:00
0
kadir__1_3
Kadir_1_3 :
obje
2024-09-12 18:05:32
0
mevol3k
mevo :
burak abi ayb
2024-09-12 19:16:09
0
dlrsn
dlrsn :
🤣🤣🤣🤣
2024-12-26 17:37:58
0
To see more videos from user @sudeusssta, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pemerintah Kabupaten Mesuji membatalkan sayembara berhadiah Rp 50 juta untuk menangkap tapir (trenung) dalam kondisi hidup. Pencabutan dilakukan setelah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bengkulu-Lampung berkoordinasi dengan Pemkab Mesuji terkait potensi dampak yang dapat ditimbulkan dari sayembara tersebut. “Secara prinsip memang tidak perlu ada sayembara. Kami khawatir informasi yang sifatnya sensitif diketahui publik dan menjadi ladang perburuan baru,” kata Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, Senin (7/7).  Ia menjelaskan, kemunculan tapir di luar kawasan hutan diduga berkaitan dengan kondisi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Hal itu dapat menyebabkan berkurangnya sumber air di habitat alami satwa sehingga mendorong satwa liar keluar kawasan hutan untuk mencari air maupun pakan.  Itno menegaskan, tapir merupakan satwa dilindungi dengan populasi yang terus terancam. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri saat menemukan satwa liar di kawasan permukiman, perkebunan, maupun lahan pertanian.  “Jangan langsung dilakukan tindakan sendiri. Laporkan dan jaga keamanannya, nanti petugas dari BKSDA, pemerintah daerah, Damkar, maupun aparat setempat yang akan melakukan upaya pengamanan lebih lanjut,” katanya.  📸: Dok. Istimewa.  Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R120 | E164  #bicarafaktalewatberita #kumparan
Pemerintah Kabupaten Mesuji membatalkan sayembara berhadiah Rp 50 juta untuk menangkap tapir (trenung) dalam kondisi hidup. Pencabutan dilakukan setelah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bengkulu-Lampung berkoordinasi dengan Pemkab Mesuji terkait potensi dampak yang dapat ditimbulkan dari sayembara tersebut. “Secara prinsip memang tidak perlu ada sayembara. Kami khawatir informasi yang sifatnya sensitif diketahui publik dan menjadi ladang perburuan baru,” kata Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, Senin (7/7). Ia menjelaskan, kemunculan tapir di luar kawasan hutan diduga berkaitan dengan kondisi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Hal itu dapat menyebabkan berkurangnya sumber air di habitat alami satwa sehingga mendorong satwa liar keluar kawasan hutan untuk mencari air maupun pakan. Itno menegaskan, tapir merupakan satwa dilindungi dengan populasi yang terus terancam. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri saat menemukan satwa liar di kawasan permukiman, perkebunan, maupun lahan pertanian. “Jangan langsung dilakukan tindakan sendiri. Laporkan dan jaga keamanannya, nanti petugas dari BKSDA, pemerintah daerah, Damkar, maupun aparat setempat yang akan melakukan upaya pengamanan lebih lanjut,” katanya. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About