@elismorais42: #fy #meme #humor #tiktok

🏳️‍🌈Elis Morais🏳️‍🌈🍀❤️
🏳️‍🌈Elis Morais🏳️‍🌈🍀❤️
Open In TikTok:
Region: BR
Friday 13 September 2024 00:06:55 GMT
66764
5015
150
16

Music

Download

Comments

cristianelima842
🪬𝕮𝖗𝖎𝖘 𝕷𝖎𝖒𝖆🪬🏳️‍🌈 :
kkkkk
2024-09-13 00:15:43
3
lucasvinicius628
Lucas Vinicius :
linda demais top
2024-09-14 00:50:46
1
williacrz
williacrz :
uiii😏🔥😍😈
2024-09-13 13:14:13
1
paulocesarpolastrirodrig
paulocesarpolastr :
Lindíssima
2024-09-13 23:27:57
1
luizalbertocrf
user31342953444258 :
linda maravilhosa
2024-09-13 18:15:54
1
marceloaraujoneve
Marcelo :
show linda
2024-09-13 19:00:26
3
vivisilva2298
Vivi Silva🌈 :
Eitaaa😏😏😻
2024-09-13 01:02:04
1
cezar.rodrigues32
Cezar Rodrigues :
chamaaaaaa
2024-09-14 00:10:26
1
robertopaixao27
robertopaixao27 :
💋linda
2024-09-17 22:55:55
0
edsonmarinspinheiro13
Edson Marins Pinheiro :
linda 😍😍😍
2024-09-13 08:58:00
2
muryeldasilvateixeira
japa :
hehehe
2024-09-13 03:13:28
2
c.gomes74
C.gomes :
💘❤️😋maravilhosa
2024-09-17 12:14:25
0
morenogmail
Moreno :
venha😉
2024-09-13 13:20:01
1
user53366706538181
Mario :
ta linda demais
2024-09-17 18:14:59
0
divani.teixeira.d
Divani Teixeira :
vixe boa noite 😍
2024-09-13 00:12:48
1
user43235073126615
Moreno :
Linda de +
2024-09-17 01:08:16
0
ademarzanco
ademarzanco :
bonitalida💓💓💃
2024-09-13 14:56:41
2
henriquecvr84
Henrique :
vem pro litoral do Paraná, guaratuba
2024-09-16 03:03:20
0
renatoamor777
príncipe do amor 💘 :
aonde?
2024-09-16 18:42:07
0
mota27820
mota :
Maravilhosa🥰
2024-09-16 09:40:31
0
rodolfodias801
rodolfodias :
eu deixo vc brincar comigo 🥰😈
2024-09-26 14:34:30
0
brunooliva8
marcelão :
🥰❤ameiii
2024-09-17 19:34:15
0
jeova.rodrigues
Jeova Rodrigues :
boa gata 😉
2024-09-17 22:01:43
0
maria.de.lourdes0497
cédinha césar :
vc é top demais
2024-09-14 09:41:52
0
To see more videos from user @elismorais42, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Seonghyeon—anak kelas sepuluh yang terkenal friendly dan dicap playboy karena ketampanannya—baru saja berhasil meruntuhkan kutukan kekalahan dari SMA Harapan Bangsa.  Wajahnya terpampang di layar raksasa stadion bersamaan dengan bunyi bel panjang dari papan skor yang memekakkan telinga. Gol penentunya di detik-detik terakhir tidak hanya membawa kemenangan, tetapi juga menghancurkan dominasi sang juara bertahan yang bertahun-tahun tak terkalahkan. Di tribun tempatmu berdiri, jerit kemenangan langsung pecah. confetti kertas berterbangan di udara, dan teman-teman sesama cheerleader saling berpelukan, menangis haru merayakan akhir dari masa-masa sulit sekolah kalian.  Namun, di tengah lautan manusia yang melompati pagar pembatas untuk turun ke lapangan, kamu justru membeku. Sorak-sorai yang mengguncang stadion mendadak meredam di telingamu, tergantikan oleh detak jantungmu sendiri yang berpacu panik. Aroma rumput basah pasca-hujan sore dan bau asap suar yang menyengat terasa mencekik.  Matamu terpaku pada sosok adik kelasmu itu, sang MVP baru, yang kini tengah digendong di atas bahu rekan timnya. Dia tersenyum begitu lebar ke arah kamera, memamerkan deretan giginya yang rapi di bawah sorotan lampu stadion yang menyilaukan. Ingatanmu langsung terlempar pada kejadian sebulan lalu di pinggir lapangan sekolah. Saat itu, Seonghyeon dengan segala pesona menyebalkannya suka sekali mengganggumu saat kamu sedang memimpin latihan cheerleader. Dengan gaya tengilnya, dia memamerkan kegiatan, kalau dia baru saja mendaftar seleksi tim sepak bola—yang lapangannya tepat bersebelahan dengan tempat latihanmu—hanya supaya punya alasan untuk bisa melihatmu setiap hari. Karena sudah mencapai batas muak dan tidak ingin berurusan dengan cowok yang didekati banyak siswi itu, kamu mencari alibi paling rasional untuk menolaknya agar dia mundur secara halus. Kamu tahu betul bahwa tim sepak bola SMA Harapan Bangsa selalu menjadi bulan-bulanan dan tidak pernah lolos dari babak penyisihan selama bertahun-tahun. Maka, dengan menyilangkan tangan dan tatapan ketus yang dingin, kamu memberi syarat yang mustahil.
POV : Seonghyeon—anak kelas sepuluh yang terkenal friendly dan dicap playboy karena ketampanannya—baru saja berhasil meruntuhkan kutukan kekalahan dari SMA Harapan Bangsa. Wajahnya terpampang di layar raksasa stadion bersamaan dengan bunyi bel panjang dari papan skor yang memekakkan telinga. Gol penentunya di detik-detik terakhir tidak hanya membawa kemenangan, tetapi juga menghancurkan dominasi sang juara bertahan yang bertahun-tahun tak terkalahkan. Di tribun tempatmu berdiri, jerit kemenangan langsung pecah. confetti kertas berterbangan di udara, dan teman-teman sesama cheerleader saling berpelukan, menangis haru merayakan akhir dari masa-masa sulit sekolah kalian. Namun, di tengah lautan manusia yang melompati pagar pembatas untuk turun ke lapangan, kamu justru membeku. Sorak-sorai yang mengguncang stadion mendadak meredam di telingamu, tergantikan oleh detak jantungmu sendiri yang berpacu panik. Aroma rumput basah pasca-hujan sore dan bau asap suar yang menyengat terasa mencekik. Matamu terpaku pada sosok adik kelasmu itu, sang MVP baru, yang kini tengah digendong di atas bahu rekan timnya. Dia tersenyum begitu lebar ke arah kamera, memamerkan deretan giginya yang rapi di bawah sorotan lampu stadion yang menyilaukan. Ingatanmu langsung terlempar pada kejadian sebulan lalu di pinggir lapangan sekolah. Saat itu, Seonghyeon dengan segala pesona menyebalkannya suka sekali mengganggumu saat kamu sedang memimpin latihan cheerleader. Dengan gaya tengilnya, dia memamerkan kegiatan, kalau dia baru saja mendaftar seleksi tim sepak bola—yang lapangannya tepat bersebelahan dengan tempat latihanmu—hanya supaya punya alasan untuk bisa melihatmu setiap hari. Karena sudah mencapai batas muak dan tidak ingin berurusan dengan cowok yang didekati banyak siswi itu, kamu mencari alibi paling rasional untuk menolaknya agar dia mundur secara halus. Kamu tahu betul bahwa tim sepak bola SMA Harapan Bangsa selalu menjadi bulan-bulanan dan tidak pernah lolos dari babak penyisihan selama bertahun-tahun. Maka, dengan menyilangkan tangan dan tatapan ketus yang dingin, kamu memberi syarat yang mustahil. "Gue nggak suka cowok yang modal tampang doang tapi nggak punya pencapaian. Nih ye, bawa tim sepak bola sekolah kita juara turnamen musim ini, baru gue pertimbangin buat jadi pacar lo. Kalo nggak bisa, mending stop deket-deket gue lagi." Kamu mengira itu adalah strategi penolakan yang paling aman. Kamu yakin sejarah kekalahan sekolah tidak akan berubah hanya karena seorang anak baru yang aslinya adalah pemain basket. Namun, kamu salah besar. Kalimat ketus yang kamu gunakan sebagai benteng pelindung itu justru digenggam erat oleh Seonghyeon sebagai janji sakral. Kamu tidak pernah tahu bahwa demi meruntuhkan kemustahilan yang kamu ciptakan, si serba bisa itu rela berlatih mati-matian di bawah guyuran hujan malam hingga kakinya lebam. Sekarsng, saat papan skor digital mengunci angka kemenangan mutlak, kenyataan pahit itu menghantam telak. Benteng pelindungmu runtuh total. Di tengah riuhnya lapangan, Seonghyeon tiba-kira menoleh ke atas tribun. Di antara ribuan orang yang meneriakkan namanya, tatapan matanya mengunci posisimu dengan akurat. Dia menurunkan diri dari bahu temannya, lalu berjalan pelan menyusuri tepi lapangan menuju tempatmu berdiri, sambil menyugar rambutnya yang basah oleh keringat. Jantungmu berdegup dua kali lebih cepat. Kamu refleks memundurkan langkah, meremas ujung rok seragam pemandu sorakmu dengan gugup. Sifat ketusmu yang biasanya menjadi perisai andalan mendadak lumpuh saat melihat langkah mantap cowok kelas sepuluh itu yang semakin mengikis jarak. Kamu tahu apa yang akan dia tagih. Kamu tahu benteng yang kamu bangun sebulan lalu sudah hancur tak bersisa. 💬💬+ #xyzbca #eomseonghyeon #cortis #pov #fiction

About