@isaaaacnavejas: Diseñé esta pequeña instalacion en casa. Aqui puedes controlar el efecto con las manos, dependiendo cual muevas ajusta el angulo de la imagen y tambien detecta si estan abiertas o cerradas. Funciona en tiempo real. #visual #visualasmr #motiongraphics

isaaaacnavejas
isaaaacnavejas
Open In TikTok:
Region: MX
Wednesday 18 September 2024 02:48:25 GMT
2836
164
11
0

Music

Download

Comments

_angel_ortiz_oo
Angel Ortiz :
wooooow el efecto y la canción son alucinantes , nuevo descubrimiento me encanto 👌
2024-09-18 03:51:07
1
soyyesi0
yesi :
que se sentirá que contestes este comentario saludando 🥺🥰
2024-09-18 02:52:58
0
andreschamorro45
Andres Chamorro :
amo tu trabajo isaac, espero un dia poder tener una foto contigo
2024-09-18 15:54:50
1
...76agy
Said :
que cool Isaac!!, saludos!
2024-09-18 02:55:18
1
chyngcst
evi :
te quiero mucho isaac, esta muy padre
2024-09-18 02:54:35
1
_whereisalaska
Alaska :
que talentoso eres te amo
2024-09-18 06:44:36
1
astridglow
Astrid González :
Te amo!! 🖤
2024-09-18 15:26:05
0
luishitrash
Luishitrash 🪳❕ :
Te quedó fascinante, Isaac:o
2024-09-18 02:57:06
1
rosalindaolivaresphoto
Rosalinda Olivares 📸 :
uff y con beth gibbons cantando ✨
2024-09-18 03:42:18
1
To see more videos from user @isaaaacnavejas, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

[WAKE UP CALL‼️] Negara ini bukan sekadar krisis ekonomi atau politik. Ia sedang sakit.. lebih dalam dari itu. Sakit jiwa. Ketika kursi kekuasaan dipenuhi orang-orang dengan gejala Narcissistic Personality Disorder (NPD), yang terjadi bukan kepemimpinan, melainkan penyanderaan kolektif. Dan rakyat muak, bukan karena benci negaranya, tapi karena harus hidup di bawah ego yang membengkak. Berikut 7 gejala yang kita saksikan setiap hari: ⸻ 1. Empati Lumpuh Rakyat menjerit, aparat membunuh. Alih-alih merangkul, mereka memilih represi. Seolah rasa sakit manusia tak lebih penting dari citra institusi. ⸻ 2. Hasrat Dikagumi Tanpa Batas Mereka haus panggung. Tiap kebijakan dibungkus pencitraan, bukan pelayanan. Yang diutamakan bukan kebenaran, tapi likes dan sorak sorai semu. Parahnya menjadi Tuhan-Tuhanan. ⸻ 3. Manipulasi Jadi Bahasa Resmi Janji manis diumbar, realita dipelintir. Fakta diputarbalikkan, dan rakyat dipaksa menelan ilusi seolah kebohongan adalah bentuk “stabilitas nasional.” ⸻ 4. Arogansi Kebal Hukum Satu hukum untuk rakyat, hukum lain untuk penguasa. Kesalahan rakyat = dihukum keras. Kesalahan aparat/DPR = dilindungi sistem. Inilah wajah nyata KOMUNAL NPD: merasa dirinya di atas aturan. ⸻ 5. Eksploitasi Demi Kuasa Rakyat jadi pion. Dipakai untuk kepentingan, lalu dibuang setelah pemilu usai. Bagi mereka, manusia hanyalah “resources”, bukan jiwa yang harus dijaga martabatnya. ⸻ 6. Sensitivitas Rapuh Kritik sedikit → disebut makar. Protes kecil → dibungkam dengan gas air mata bahkan DILINDAS. Mental yang rapuh dibungkus seragam dan jabatan, itulah kombinasi paling berbahaya bagi sebuah bangsa. ⸻ 7. Ilusi Kebesaran, Realita Kehancuran Mereka ingin disebut “wakil rakyat” dan “pelindung masyarakat”. Padahal, mereka justru simbol betapa sakitnya bangsa ini bukan oleh rakyatnya, tapi oleh segelintir pengidap narsisme kolektif yang memegang kuasa. ⸻ 📌 Jika bangsa ini ingin sembuh, maka kita harus berani mendiagnosis penyakitnya dengan jujur. Dan langkah pertama adalah sadar: kita sedang disandera,bukan dipimpin. #SergioKarrar #KomunalNPD #NegaraSakit #menhelpingmen
[WAKE UP CALL‼️] Negara ini bukan sekadar krisis ekonomi atau politik. Ia sedang sakit.. lebih dalam dari itu. Sakit jiwa. Ketika kursi kekuasaan dipenuhi orang-orang dengan gejala Narcissistic Personality Disorder (NPD), yang terjadi bukan kepemimpinan, melainkan penyanderaan kolektif. Dan rakyat muak, bukan karena benci negaranya, tapi karena harus hidup di bawah ego yang membengkak. Berikut 7 gejala yang kita saksikan setiap hari: ⸻ 1. Empati Lumpuh Rakyat menjerit, aparat membunuh. Alih-alih merangkul, mereka memilih represi. Seolah rasa sakit manusia tak lebih penting dari citra institusi. ⸻ 2. Hasrat Dikagumi Tanpa Batas Mereka haus panggung. Tiap kebijakan dibungkus pencitraan, bukan pelayanan. Yang diutamakan bukan kebenaran, tapi likes dan sorak sorai semu. Parahnya menjadi Tuhan-Tuhanan. ⸻ 3. Manipulasi Jadi Bahasa Resmi Janji manis diumbar, realita dipelintir. Fakta diputarbalikkan, dan rakyat dipaksa menelan ilusi seolah kebohongan adalah bentuk “stabilitas nasional.” ⸻ 4. Arogansi Kebal Hukum Satu hukum untuk rakyat, hukum lain untuk penguasa. Kesalahan rakyat = dihukum keras. Kesalahan aparat/DPR = dilindungi sistem. Inilah wajah nyata KOMUNAL NPD: merasa dirinya di atas aturan. ⸻ 5. Eksploitasi Demi Kuasa Rakyat jadi pion. Dipakai untuk kepentingan, lalu dibuang setelah pemilu usai. Bagi mereka, manusia hanyalah “resources”, bukan jiwa yang harus dijaga martabatnya. ⸻ 6. Sensitivitas Rapuh Kritik sedikit → disebut makar. Protes kecil → dibungkam dengan gas air mata bahkan DILINDAS. Mental yang rapuh dibungkus seragam dan jabatan, itulah kombinasi paling berbahaya bagi sebuah bangsa. ⸻ 7. Ilusi Kebesaran, Realita Kehancuran Mereka ingin disebut “wakil rakyat” dan “pelindung masyarakat”. Padahal, mereka justru simbol betapa sakitnya bangsa ini bukan oleh rakyatnya, tapi oleh segelintir pengidap narsisme kolektif yang memegang kuasa. ⸻ 📌 Jika bangsa ini ingin sembuh, maka kita harus berani mendiagnosis penyakitnya dengan jujur. Dan langkah pertama adalah sadar: kita sedang disandera,bukan dipimpin. #SergioKarrar #KomunalNPD #NegaraSakit #menhelpingmen

About