@dungtiti99: #luangprabang #ellahairsalon🇻🇳🇱🇦 em xin phép làm ly trong khi chờ chị em tới mần đẹp ạ 🥹

DUNG Tỉ Tỉ
DUNG Tỉ Tỉ
Open In TikTok:
Region: LA
Wednesday 18 September 2024 04:04:12 GMT
432
18
1
1

Music

Download

Comments

chieclacuonbay6789
S a r a n g h a e y o 💋 :
😊🥰😊😊😊
2024-09-18 21:20:13
0
To see more videos from user @dungtiti99, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kutipan dalam gambar tersebut berasal dari pemikiran Epictetus, seorang filsuf Stoa (Stoikisme), dan berbunyi:
Kutipan dalam gambar tersebut berasal dari pemikiran Epictetus, seorang filsuf Stoa (Stoikisme), dan berbunyi: "Jika kamu berubah agar bisa dicintai, mungkin Epictetus akan bilang, 'Itu bukan cinta, tapi validasi.' Dan validasi adalah bentuk candu yang bahkan filsuf pun belajar untuk menolaknya." Berikut penjelasannya secara luas dan mudah dipahami, dari sisi psikologi, filsafat, dan kehidupan nyata: 🧠 APA ITU VALIDASI? Validasi adalah kebutuhan untuk diakui, diterima, atau dianggap berharga oleh orang lain. Contohnya: Ingin dipuji agar merasa cukup. Takut ditolak, jadi mengubah diri supaya orang lain suka. Validasi tidak salah, karena sebagai manusia kita memang butuh pengakuan. Tapi jika kita bergantung pada itu, hidup kita bisa berputar hanya untuk menyenangkan orang lain, bukan untuk menjadi diri sendiri. 💔 “BERUBAH AGAR DICINTAI” = MENCARI VALIDASI Misalnya: Kamu mulai berpura-pura jadi orang yang ceria, padahal hatimu sedang gelap — hanya agar disukai. Kamu menahan prinsipmu, hanya agar tidak ditinggalkan. Kamu rela kehilangan jati diri, asal orang itu tetap mencintaimu. Ini bukan cinta sejati. Ini adalah usaha keras untuk mendapatkan "pengakuan" (validasi). 💣 MASALAH UTAMA DARI VALIDASI YANG BERLEBIHAN Kamu kehilangan jati diri Lama-lama, kamu lupa siapa dirimu karena terus berubah demi orang lain. Cinta jadi transaksional "Aku akan disayang kalau aku nurut." Padahal cinta sejati menerima tanpa syarat. Kamu lelah dan kecewa Karena kamu hidup dengan topeng, bukan keaslian. Orang yang kamu dapatkan bukan orang yang tepat Mereka mencintai versi palsu dari dirimu — bukan kamu yang sebenarnya. 🧘‍♂️ FILSAFAT STOA: BELAJAR MENERIMA DIRI Epictetus mengajarkan bahwa: Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan atau rasakan. Yang bisa kita kontrol adalah sikap dan pikiran kita sendiri. Maka jika kamu ingin bahagia: Jangan mengorbankan keaslian demi cinta. Cinta sejati hadir ketika kamu tidak harus menyamar. 💡 JADI, APA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN? ✅ Kenali diri sendiri Apa yang kamu suka, apa nilai hidupmu, apa yang membuatmu tenang — itulah fondasi cintamu. ✅ Berubah untuk bertumbuh, bukan untuk disukai Perubahan boleh, asal bukan untuk merayu orang lain, tapi untuk jadi versi terbaik dari dirimu sendiri. ✅ Cintai tanpa mengemis cinta Karena cinta yang sehat adalah dua orang yang saling menerima, bukan saling menuntut. ✅ Latih diri agar tidak candu validasi Setiap kali kamu ingin disukai, tanya ke dirimu: “Apakah aku melakukan ini karena aku benar-benar ingin? Atau karena aku takut tidak diterima?” 🌿 PENUTUP: Cinta bukan tentang mengubah diri agar diterima. Tapi tentang menemukan orang yang tetap tinggal, bahkan ketika kamu jadi dirimu sendiri. – terinspirasi dari Epictetus Kalau kamu pernah merasa harus berubah agar dicintai, itu wajar. Tapi sekarang kamu berhak memilih untuk cinta yang sehat dan tulus, bukan sekadar validasi sementara. #berusahasembuh #ketenangan #kehidupan #psicologia #hubungan

About