@anglerazu: limbo said okay this time #2bcosplay

azu🐈‍⬛
azu🐈‍⬛
Open In TikTok:
Region: CA
Saturday 12 October 2024 16:41:47 GMT
8632
858
5
93

Music

Download

Comments

vecill_
Antarc :
when does onion cosplay come back‼️
2024-10-12 16:49:40
1
bunryoko
bunRyoko :
what's on the other side of the pillow case u have on the wall? 😏
2024-11-01 12:35:54
0
aaaindubit
AAA :
2B Cosplays are too good 😩
2024-10-12 17:00:03
0
daleclarke11utd
daleclarke11utd :
absolutely stunning and beautiful and sexy looking and so fukin pretty best outfit I've seen yet xxxxxxxxxxxx
2024-10-13 13:38:19
0
To see more videos from user @anglerazu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kadang kita ini gampang banget dibikin panas dan marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya, kan? Begitu muncul judul berita provokatif:
Kadang kita ini gampang banget dibikin panas dan marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya, kan? Begitu muncul judul berita provokatif: "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN", linimasa langsung meledak. Banyak yang nyinyir dan menuduh seolah-olah Presiden memakai uang rakyat demi ibadah pribadinya. Tahan dulu emosinya, mari kita pakai akal sehat. Konteksnya sama sekali BUKAN begitu! Kita harus mulai cerdas membedakan posisi: Ada Prabowo sebagai pribadi, dan ada beliau sebagai Kepala Negara. Sebagai pribadi, beliau tentu berkurban secara personal. Tapi, 1.098 sapi ini masuk dalam Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Namanya saja sudah jelas: bantuan untuk masyarakat! Kenapa pakai APBN? Ya karena ini memang program resmi bantuan masyarakat yang dimandatkan melalui jabatan Presiden, bukan program amal pribadi. Sapi-sapi ini disalurkan merata ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas. Bantuan ini tidak masuk ke Istana, tidak untuk keluarga Presiden, dan apalagi untuk pesta para pejabat! Sebagai masyarakat, kita memang berhak dan wajib mengawasi. Silakan awasi penyalurannya! Apakah tepat sasaran? Apakah sampai ke masyarakat yang membutuhkan? Apakah transparan? Itu baru namanya kritik yang objektif dan sehat. Tapi, kalau dari awal narasinya sengaja dipelintir seolah-olah "Prabowo beramal pakai uang rakyat", itu bukan kritik. Itu adalah penggiringan opini yang licik. Kita bebas berbeda pilihan politik. Kita boleh tidak suka pada tokoh tertentu. Tapi, jangan sampai kebencian buta bikin kita ikut-ikutan menyebar fitnah dan menolak bantuan yang manfaatnya 100% kembali ke perut rakyat. Jadilah masyarakat yang cerdas, jangan mau diadu domba! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #AkalSehat #LawanHoax #BantuanRakyat #NetizenCerdas #SikatMafia #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About