@ghalib._.804: lines❤️‍🩹

⚡ 𝐒𝐡𝐞𝐫𝐨 ⚡
⚡ 𝐒𝐡𝐞𝐫𝐨 ⚡
Open In TikTok:
Region: PK
Friday 18 October 2024 05:39:19 GMT
175663
22837
306
1838

Music

Download

Comments

_munir_00
منیر جی❤️‍🩹 :
dream bike 😞😔😓
2024-10-18 20:11:43
39
ahmedkhan.15a
AHMED :
Inshallah ❤️
2026-09-11 13:46:46
0
london_london_999
️ :
Back ground sound name please🤕🥺heart touching sound
2024-10-19 09:29:45
6
jutti.0527
😈:𝆺𝅥⃝𝒅𝒆𝒗𝒊𝒍✿︎𝑸𝒖𝒆𝒆𝒏ᥫ᭡ :
Ha g 🔥🙌💯
2026-08-15 08:17:50
0
mahar00088
👑MAHAR🚩 :
Asia he bat ha 😳
2024-10-19 12:16:57
3
abdullah_ijaz007
SiKaNdAr Abdullah ijaz :
waaaah g waaaah kia bat h nice naseeb ho 🥰🥰🥰
2024-10-19 08:59:18
3
majeed.watoo4
💸𝑴𝑨𝑱𝑬𝑬𝑫 𝑾𝑨𝑻𝑻𝑶😎 :
beshak😂😳🥰
2024-10-19 13:45:52
3
ch.fadi313
𝙁 𝘼 𝘿 𝙄 💀🚩 :
right 👍
2025-08-26 09:54:06
0
gujjar_awais4
👑بالا گجر فحرے گجرات🔥 :
Background music name 🫣😢
2025-05-15 16:31:16
0
ch.umair956
꧁𓊈𒆜🆄🅼🅰🅸🆁𒆜𓊉꧂ :
Han geeee
2024-11-09 18:05:49
2
known_smile
known_smile :
in sh Allah one day
2024-12-11 10:47:31
0
abdullahkashmari
️عبداللہ کشمیری🚩 :
کمال ✌✌✌✌
2025-06-08 15:23:44
0
manibrand792
🥀 :
ماشاءاللّٰه
2024-11-05 06:02:32
0
aliahmedsaith123
🕋❤️صراطِ مستقیم❤️🕋 :
😁😁😁
2024-12-03 11:32:24
1
aliahmedsaith123
🕋❤️صراطِ مستقیم❤️🕋 :
🥰🥰🥰
2024-12-03 11:32:26
1
sheikhcandy1
شیخ🚩 :
🥰🥰🥰
2024-11-20 09:33:11
1
hussnainsandhu3738
S A N D H U👑 :
@TD〆PROFESSOR
2024-10-18 18:35:35
4
mavlogsyt
♛ :
@farحan maلik❤️
2024-10-19 02:39:01
3
arham.gujjar.0
Aʀʜᴀᴍ Gᴜᴊᴊᴀʀ🤍 :
@𝙃 𝙐 𝙈 𝙕 𝙞 𝙞 🦅
2024-11-22 03:20:18
1
raja_hashir_7
ح ا ش ر 🏴‍☠️ :
🔥♥️👈
2024-10-18 08:31:05
2
mubasharjut4
🏴‍☠️『J么TT🐊 :
@Abubaker Rajpoot64
2024-10-19 17:03:12
1
muneeb_x69
Muneeb⚜🏴 :
🖤🍇🌸
2024-10-18 05:41:08
3
_ahmad_829
𝘼𝙝𝙢𝙖𝙙 𝙎𝙝𝙖𝙝🦅 :
🥰🥰
2024-10-18 07:28:47
2
saqibynot
ꜱᴀʀᴀɪᴋɪ ʙᴏʏ 🖤 :
🥰🥰🥰
2024-10-18 06:30:54
1
To see more videos from user @ghalib._.804, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada Yang Mengintip Dari Bilik Tembok  Basement Lawang Sewu Aku menuruni tangga basement Lawang Sewu sendirian. Udara lembap menyelimuti setiap inci kulitku, dinginnya menusuk tulang. Lampu senterku menari-nari, menyorot dinding tua yang retak, cat mengelupas, dan bayangan yang seolah bergerak sendiri. Di ujung lorong, aku merasakan sesuatu. Sesosok tinggi, kurus, dengan rambut panjang tergerai ke belakang, muncul dari balik tembok retak. Wajahnya pucat, matanya menatap lurus ke arahku. Ia mengintip dari balik tembok, sesekali maju sedikit, tapi tetap menempel di dinding. Tubuhnya seperti melayang, langkahnya hening, tapi aku bisa merasakan aura dinginnya menyelimuti seluruh lorong. Aku menelan ludah, mencoba bicara dengan suara gemetar: “Mbah… permisi, mbah…” Hanya keheningan yang menjawab. Lalu terdengar bisikan pelan namun menusuk: “Aja ninggalake aku…” Aku melangkah mundur, tapi sosok itu mengintip lebih dekat. Tiba-tiba, tangan kurusnya muncul dari balik tembok, nyaris menyentuhku. Suara Napas lembapnya terdengar di lorong, seolah di luar logika manusia. Jantungku berdegup kencang. Aku berlari, berbelok, tapi di setiap sudut, bayangan kurus tinggi itu selalu ada. Matanya menatap kosong, wajah pucatnya jelas terlihat, rambut panjangnya jatuh ke belakang tanpa menutupi ekspresinya. Setiap lorong terasa sempit, setiap langkahku diikuti keheningan yang menyesakkan. Saat akhirnya aku sampai di pintu keluar, aku menoleh sekali lagi. Dari retakan tembok basement, sosok itu menatapku, diam, menunggu. Bisikannya terdengar pelan tapi menusuk: “Balik maneh…” Sejak malam itu, aku tak pernah berani masuk ke basement Lawang Sewu lagi. Tapi kadang, saat lampu padam, aku merasa ada yang mengintip dari sudut gelap rumahku… sosok kurus tinggi, rambut panjang, menunggu dengan matanya yang kosong, napas lembapnya menempel di udara.
Ada Yang Mengintip Dari Bilik Tembok Basement Lawang Sewu Aku menuruni tangga basement Lawang Sewu sendirian. Udara lembap menyelimuti setiap inci kulitku, dinginnya menusuk tulang. Lampu senterku menari-nari, menyorot dinding tua yang retak, cat mengelupas, dan bayangan yang seolah bergerak sendiri. Di ujung lorong, aku merasakan sesuatu. Sesosok tinggi, kurus, dengan rambut panjang tergerai ke belakang, muncul dari balik tembok retak. Wajahnya pucat, matanya menatap lurus ke arahku. Ia mengintip dari balik tembok, sesekali maju sedikit, tapi tetap menempel di dinding. Tubuhnya seperti melayang, langkahnya hening, tapi aku bisa merasakan aura dinginnya menyelimuti seluruh lorong. Aku menelan ludah, mencoba bicara dengan suara gemetar: “Mbah… permisi, mbah…” Hanya keheningan yang menjawab. Lalu terdengar bisikan pelan namun menusuk: “Aja ninggalake aku…” Aku melangkah mundur, tapi sosok itu mengintip lebih dekat. Tiba-tiba, tangan kurusnya muncul dari balik tembok, nyaris menyentuhku. Suara Napas lembapnya terdengar di lorong, seolah di luar logika manusia. Jantungku berdegup kencang. Aku berlari, berbelok, tapi di setiap sudut, bayangan kurus tinggi itu selalu ada. Matanya menatap kosong, wajah pucatnya jelas terlihat, rambut panjangnya jatuh ke belakang tanpa menutupi ekspresinya. Setiap lorong terasa sempit, setiap langkahku diikuti keheningan yang menyesakkan. Saat akhirnya aku sampai di pintu keluar, aku menoleh sekali lagi. Dari retakan tembok basement, sosok itu menatapku, diam, menunggu. Bisikannya terdengar pelan tapi menusuk: “Balik maneh…” Sejak malam itu, aku tak pernah berani masuk ke basement Lawang Sewu lagi. Tapi kadang, saat lampu padam, aku merasa ada yang mengintip dari sudut gelap rumahku… sosok kurus tinggi, rambut panjang, menunggu dengan matanya yang kosong, napas lembapnya menempel di udara.

About