@osmeninosdogui: Qual sua opinião? #turma #turmadogui

Turma do Gui⚡️
Turma do Gui⚡️
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 30 October 2024 22:24:25 GMT
549729
18046
119
106

Music

Download

Comments

carlos.robertomon
Carlos Robertomontes :
gt espetacular
2024-11-01 14:38:11
0
user3302672190030
28 Grado de marketing :
Yo kiero una Brasileña🥰🥰🥰
2024-11-21 12:15:24
2
shaine.minott6
Shaine Minott :
English language please
2024-11-17 04:46:53
0
user80233083
Tim :
U girls beautiful ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2024-10-31 17:22:22
0
jackryansx
Jack Ryan :
what is this place
2024-11-05 05:33:07
0
stan4488
stan :
Perfect white top🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2024-10-31 08:17:51
0
srinivas.1981olam
srinivas 1981olam :
nice booo
2024-11-01 13:56:36
0
appleuser9523750
appleuser9523750 :
Small one plz
2024-11-01 09:29:58
0
bigoneforyou1994
user8931589796106 :
Goddess body nice colour
2024-11-01 08:53:06
0
beaut.fatale49
Autant apporte le vent :
Hola amor
2024-11-06 01:23:02
0
tria456
Miguel :
Que mujeres mas lindas! 🥰🥰🥰
2024-11-01 00:18:50
0
wellingtonrobert576
wellingtonrobert576 :
lindos gut gut WoW
2024-10-31 04:59:32
2
muetto1123
Muetto :
a tia é linda demais mano
2024-10-31 01:36:50
1
tamires.oliveira3796
Tamires Oliveira dos Santos Sa :
quero entrar na turma
2025-01-10 18:32:23
0
coelho.rj
€ŁIΔŞ Μ€IŘ€Ł€Ş :
vixi
2024-12-27 04:41:06
0
marcos.vinicius4264
Marcos Vinicius :
Só muito fã Di vocês
2024-12-26 14:27:46
0
stevewolfe_1995
M A X :
belle ragazze 😍
2024-12-26 06:49:04
0
teliojoel
teliojoel :
muito lindas todas
2024-11-25 03:07:12
0
luis013luis
Luís Fernando Pedras :
Pago td pra Babu. 😎
2024-11-22 04:31:06
0
tayfuntayfun990
tayfuntayfun990 :
dayı nerde yaşıyorsun ya 😁
2024-11-21 14:08:49
0
maiko.rodrigues.v
Maiko Rodrigues Vieira :
essa beibe e linda
2024-11-21 00:39:00
0
scamargo22
Camargo :
são lindos
2024-11-19 00:05:31
0
neyllon.rafael.57
neyllon Rafael :
eu só Fasso para a de cabelo cacheado porque ela já e bonita
2024-11-18 22:21:05
0
fernandoatilas362
Fernando atilas de oliveira :
baby linda
2024-11-18 14:47:49
0
To see more videos from user @osmeninosdogui, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sekali mengamuk 20 nyawa melayang - Arsip Majalah Tempo edisi 25 April 1987 Suwirjo Bagai pendekar mabuk dalam film silat,Dengan clurit di tangan kanan dan parang di tangan kiri, 32 Korban tersungkur. Dia Gila? PAGI, Rabu pekan lalu (15 April 1987). Di belakang rumahnya, Suwirjo mengasah parang dan celuritnya. Sekali-sekali ia mengamati Sri Renny dan Arbaiyah. Kedua anak berumur empat tahun ini riang bermain gundukan pasir di depan rumah Suwirjo.  Sekonyong, Wirjo, 42 tahun, yang bercelana pendek dan telanjang dada itu berlari. Sambil membawa celuri dan parang, kemudian diarahkan pada anak angkatnya sendiri, Renny. Anak ini berhasil berkelit, dan lari. Begitu anak itu lolos dari babatan celurit, Wirjo mengalihkan ke leher Arbaiyah Ssreet. Anak itu tewas dan lehernya hampir putus.  Melihat temannya terkapar, Renny lari ke tengah sawah. Tak jauh dari tempat kejadian itu, ibunya sedang membersih kan rumput. Dengan gugup Renny bercerita pada ibunya. Mereka lari ke jalan raya. Mencari pertolongan.  Wirjo tak mengejar mereka. Tapi ia mencari mangsa lain ke rumah Maskur, di sebelah rumahnya. Tanpa permisi, dia masuk lewat belakang, menuju dapur. Wirjo menemukan Nyonya Maskur, 40, sedang menanak nasi.  Tanpa menyapa, Wirjo kemudian menebaskan celuritnya ke leher ibu itu. Juga hampir putus. Perempuan itu terkapar. Sang suami yang sedang di ruang tengah mau menolong istrinya. Tapi karena usianya sudah 80 tahun, usahanya itu sia-sia. Lehernya justru ikut jadi mangsa ketiga, dimakan celurit Wirjo.  Para sasaran banyak yang lolos dari amukan Wirjo. Mereka segera minta bantuan pada warga desa - yang kemudian berbondong mendatangi tempat kejadian. Tapi hasilnya? Mereka malah menemukan mayat Nyonya Isah, tergeletak di tengah pematang sawah. Ternyata, setelah gagal membabat Gimin, kemudian Wirjo beralih pada ibu berusia 40 tahun itu. Isah ketika itu sedang membersihkan rumput. Dia adalah korban keempat.  Sambil mengacungkan senjatanya yang berlumur darah, Wirjo terus berjalan menyusur pematang, ke arah barat. Di sini dia bertemu dengan Istianah, 15, pelajar SMP Kosgoro. Wirjo yang berjalan berlawanan arah kemudian mengayunkan celuritnya ke leher anak tersebut. Gadis ini sempat berteriak histeris. Tapi akhirnya ia roboh bersimbah darah.
Sekali mengamuk 20 nyawa melayang - Arsip Majalah Tempo edisi 25 April 1987 Suwirjo Bagai pendekar mabuk dalam film silat,Dengan clurit di tangan kanan dan parang di tangan kiri, 32 Korban tersungkur. Dia Gila? PAGI, Rabu pekan lalu (15 April 1987). Di belakang rumahnya, Suwirjo mengasah parang dan celuritnya. Sekali-sekali ia mengamati Sri Renny dan Arbaiyah. Kedua anak berumur empat tahun ini riang bermain gundukan pasir di depan rumah Suwirjo. Sekonyong, Wirjo, 42 tahun, yang bercelana pendek dan telanjang dada itu berlari. Sambil membawa celuri dan parang, kemudian diarahkan pada anak angkatnya sendiri, Renny. Anak ini berhasil berkelit, dan lari. Begitu anak itu lolos dari babatan celurit, Wirjo mengalihkan ke leher Arbaiyah Ssreet. Anak itu tewas dan lehernya hampir putus. Melihat temannya terkapar, Renny lari ke tengah sawah. Tak jauh dari tempat kejadian itu, ibunya sedang membersih kan rumput. Dengan gugup Renny bercerita pada ibunya. Mereka lari ke jalan raya. Mencari pertolongan. Wirjo tak mengejar mereka. Tapi ia mencari mangsa lain ke rumah Maskur, di sebelah rumahnya. Tanpa permisi, dia masuk lewat belakang, menuju dapur. Wirjo menemukan Nyonya Maskur, 40, sedang menanak nasi. Tanpa menyapa, Wirjo kemudian menebaskan celuritnya ke leher ibu itu. Juga hampir putus. Perempuan itu terkapar. Sang suami yang sedang di ruang tengah mau menolong istrinya. Tapi karena usianya sudah 80 tahun, usahanya itu sia-sia. Lehernya justru ikut jadi mangsa ketiga, dimakan celurit Wirjo. Para sasaran banyak yang lolos dari amukan Wirjo. Mereka segera minta bantuan pada warga desa - yang kemudian berbondong mendatangi tempat kejadian. Tapi hasilnya? Mereka malah menemukan mayat Nyonya Isah, tergeletak di tengah pematang sawah. Ternyata, setelah gagal membabat Gimin, kemudian Wirjo beralih pada ibu berusia 40 tahun itu. Isah ketika itu sedang membersihkan rumput. Dia adalah korban keempat. Sambil mengacungkan senjatanya yang berlumur darah, Wirjo terus berjalan menyusur pematang, ke arah barat. Di sini dia bertemu dengan Istianah, 15, pelajar SMP Kosgoro. Wirjo yang berjalan berlawanan arah kemudian mengayunkan celuritnya ke leher anak tersebut. Gadis ini sempat berteriak histeris. Tapi akhirnya ia roboh bersimbah darah. "Saya ketika itu sempat mendengar teriakannya. Tapi, ketika saya menuju tempat kejadian Wirjo sudah kabur," tutur Temu, Pak RT setempat. Usaha pencarian Wirjo terus dilakukan. Hasilnya, bukannya menemukan Wirjo. Justru yang dijumpai adalah mayat Mbok Suwendah, 73, dan Mbah Taman, 75. Leher mereka menganga dan hampir putus. Penduduk jadi sibuk mengurus mayat mereka. Ketika mendengar ada kegaduhan Djam'i langsung keluar dari rumahnya. Di halaman rumahnya, anggota Kamra (Keamanan Rakyat) di desa itu berpapasan dengan Wirjo. "wir, ono paran," tegur Djam'i dalam bahasa Osing Banyuwangi, artinya, "Wir, ada apa." Tapi tak ada jawaban. Seraya mendekat, Wirjo menyembunyikan senjata, di balik punggungnya. Sadar ada sesuatu yang tak beres, Djam'i melangkah mundur. Ia mengambil jarak. Wirjo mengayunkan celuritnya, berkelebat dengan cepat. Anggota Kamra yang pintar silat ini menepis. Hasilnya, malah dua jarinya putus terpapas dengan ketajaman celurit Wirjo. Djam'i akhirnya memilih langkah seribu sambil melolong minta bantuan. Bala bantuan dari polisi datang, walau terlambat. Padahal, petani yang tamat SMP ini sambil berjalan terus -- mengumbar ketajaman parang dan celuritnya. Akibat perbuatannya, total 32 orang: 18 tewas di tempat kejadian, dua lagi meninggal di Rumah Sakit Blambangan, Banyuwangi Ja-Tim. Sisanya luka-luka, dan kini masih dalam perawatan. Penduduk Banjarsari dihantui rasa ketakutan, karena sampai matahari terbenam Wirjo belum juga ditemukan. Tim gabungan aparat keamanan, yang bersenjata lengkap, bergerak. Dengan membawa obor, ikut membantu penduduk setempat yang bersenjata seadanya, bak melakukan perang gerilya. Mereka terus melacak jejak Wirjo. Esok harinya, Wirjo ditemukan sudah jadi mayat,

About