Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@williambranhamcitation: frère Israël mutombo de bosolo na politique explique l'amour que frère branham a prêcher. #messagedutempsdelafin🦅 #virale #amour
branham sermon📖
Open In TikTok:
Region: CD
Tuesday 05 November 2024 10:11:16 GMT
2364
134
4
37
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.38MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.38MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
user8501034442079 :
exactement frère
2024-11-06 18:55:21
1
Ngolela.chrispin :
amen
2024-11-11 05:53:53
0
berga ngoma :
amen amen
2024-11-22 10:49:58
0
Félix Lemba :
😁😁😁
2025-05-31 09:24:08
0
To see more videos from user @williambranhamcitation, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#سيدي__جيلالي #نهاري #تلمسان #الجزائر_تونس_المغرب #شعب_الصيني_ماله_حل😂😂 @𝒞’ℯ𝓈𝓉 𝒜𝓀𝓇𝒶𝒶𝒶𝓂 🐅🀄️
#f
#កែវភ្នែកបញ្ចាក់ក្តីស្រលាញ់ ភាគ ទី26 #fyp #viral #cdrama #deepaffectioneyes
Built by discipline, not validation. #MentorChange #App
POV | Bengkel itu bukan tempat yang biasa dikunjungi orang-orang “normal”. Apalagi jam lima sore, saat genk motor “Asphalt Wolves ” sedang ngumpul. Asap rokok, suara ketawa keras, dan knalpot modif meledak-ledak jadi latar yang biasa. Tapi hari itu, suasana berubah. Karena seorang cewek muncul di pintu. Langkahnya pelan. Ransel kecil warna pink di punggung. Sepatu putih, dan rambut diikat dua. “Kak... maaf...” suaramu pelan, hampir kalah sama suara bor di dalam bengkel. Satu per satu, kepala menoleh. Termasuk cowok yang duduk di tengah tongkrongan. Heeseung, pemimpin mereka. Jaket kulit terlipat di lututnya, helm digantung di siku, dan tatapan tajam khas orang yang biasa di jalanan. Dia mendongak. Menatap cewek itu seperti melihat makhluk dari planet lain. “Kamu siapa?” “Aku... Y/N. Disuruh papa nganterin ini,” ucapmu, lalu membuka tas dan mengeluarkan amplop coklat yang ditulis: ‘Untuk Bengkel Asphalt Wolves, via Heeseung’ Alasan pertama kamu datang ke bengkel itu… bukan cuma karena amplop dari papa. Tiga malam sebelumnya, kamu dengar papa nelpon seseorang. Suaranya pelan, tapi kamu bisa tangkap satu kalimat: “Aku masih hidup karena bocah itu.” Waktu kamu tanya, papa cuma bilang: “Namanya Heeseung. Dulu dia nyelametin Papa dari tabrakan. Kalau someday kamu ketemu dia... hargai.” Dan hari itu, saat papa minta kamu anterin amplop ke bengkel, kamu tahu: ini bukan soal pesan. Ini soal membalas sesuatu yang gak bisa dibayar dengan kata-kata. Makanya kamu datang. Dengan langkah pelan, ransel pink, dan suara gemetar. Bukan karena berani. Tapi karena kamu pengen orang yang pernah nolong keluargamu tahu… bahwa kebaikannya gak dilupain. ---- Heeseung menatapnya tanpa bergerak. Teman-temannya sudah mulai cekikikan. Tapi Y/N tetap berdiri, dua tangan memegang amplop, ekspresinya datar tapi tulus. “Maaf, tadi papa bilang ini penting…” “Lo yakin gak nyasar?” tanya salah satu anggota. “Y/N, ya?” Heeseung akhirnya berdiri, lalu berjalan mendekat. Tatapannya tajam, postur tingginya bikin cewek itu harus mendongak. “Tau tempat ini serem, kan?” Y/N mengangguk pelan. “Terus kenapa tetep dateng?” “Karena... papa aku bilang kamu orang yang bisa dipercaya.” Heeseung mendengus pelan. Amplop itu diambil dari tangan Y/N. Dan saat jemarinya menyentuh tangan kecil cewek itu—dia berhenti sebentar. Dingin. Lembut. Terlalu polos. “Kamu tau aku siapa?” Y/N mengangguk pelan. “Kata papa... kamu yang nyelametin dia dari tabrakan tiga tahun lalu.” Heeseung diam. Tak ada yang tahu soal itu, bahkan anak-anak genknya. Y/N menunduk, lalu membungkuk sopan. “Makasih, ya, Kak Hee.” Dan dia pergi begitu saja. Meninggalkan aroma permen stroberi dan suara langkah kecil yang makin menjauh. --- Sejak hari itu, Y/N muncul lagi. Kadang ngantar makan siang untuk mekanik, kadang cuma duduk di pinggir sambil nunggu bengkel selesai ngerjain motor ayahnya. Dia gak pernah banyak tanya. Gak pernah kepo. Tapi selalu muncul dengan hal-hal aneh—seperti bawa marshmallow, nempelin stiker smiley di kotak perkakas, atau menyapa semua orang dengan senyum. Anak-anak genk awalnya sebel. Tapi lama-lama… “Bro, marshmallow-nya enak juga ya.” “Dia bawa teh hangat, cuy.” “Eh, lu sadar gak... dia gak pernah takut ngeliat kita?” Tapi Heeseung tetap dingin. Memandang dari jauh. Walau kadang... matanya terlalu lama berhenti di arah Y/N duduk. “Heeseung,” ucap salah satu anak buahnya, “lu curiga gak sih?” “Curiga apaan?” “Kalau dia bukan polos… tapi sengaja masuk buat bikin salah satu dari kita ngerasa lunak.” Heeseung menatap temannya datar. Tapi yang ada di pikirannya justru satu hal: Kenapa setiap Y/N muncul, suasana yang kelam ini terasa... sedikit lebih ringan? --- [lanjut?] #heeseung #enhypen #au #pov #foryou #fyp
About
Robot
Legal
Privacy Policy