Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@tokoteknopro: Full RGB Armaggeddon GMK100 Wireless Mechanical Keyboard #keyboardasmr #wirelesskeyboard #mechanicalkeyboard #rgbkeyboard #keyboardrgb
TokoTeknoPro
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 06 November 2024 02:51:33 GMT
33765
520
11
31
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.05MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.56MB
)
Watermark .mp4 (
2.58MB
)
Music .mp3
Comments
Milano :
restock yang spring
2025-01-05 15:12:22
0
BHAMS ID :
bisa 1 warna min?
2024-11-06 08:43:46
0
ғєαʀʟєss :
keyboard jadul gw merk armagedon udah 7 taun masi awet😅
2024-12-10 18:40:45
1
Ranger Perak :
yg warna winter gaada ih☹️
2024-12-10 06:25:36
0
Randra H :
bisa 1 warna, warna putih gk min?
2024-11-12 03:15:20
1
pura🥉 :
😹
2024-12-03 11:01:51
0
spinback :
nooo udh naik lagi, semalem pdhl bisa 320k😭
2024-12-10 06:41:13
0
moli :
dapat free tambahan keycaps gak
2024-12-12 06:23:24
0
Fauzii :
spill keranjang kuning
2025-01-18 09:39:08
0
To see more videos from user @tokoteknopro, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
These minecraft mods are something different 😭😭 #Minecraft #tornado #viralvideo #funny
#amen #jesuslovesyou
Miu buru-buru naik ke lantai atas. Mengambil hoodie hitamnya lalu mengenakan topi yang biasa ia pakai saat tidak ingin dikenali orang. Langkahnya cepat. Di depan rumah, mesin mobil menyala. Dari kejauhan, Oom yang belum benar-benar pergi hanya tersenyum kecil. "Aku tauu... kau akan datang Miu..." Mobil Miu melaju meninggalkan halaman rumah. Oom langsung menghubungi teman-temannya yang berada di rumah sakit. "Cepat tinggalkan Lena sekarang." "Ada hal penting." Sesampainya di rumah sakit Miu berjalan dengan langkah hati-hati. Seperti pencuri. Topi menutupi sebagian wajahnya. Hoodie menutupi kepalanya. Ia takut. Takut jika teman-temannya masih berada di sana. Takut jika harus menjawab terlalu banyak pertanyaan. Setelah bertanya mengenai ruanah Lena, Miu berjalan menuju lorong yang dimaksud. Langkahnya semakin lambat. Semakin berat. Sampai akhirnya ia berdiri tepat di depan pintu kamar. Sunyi. Tidak ada suara ramai. Tidak ada tanda-tanda adanya orang lain didalam Miu menatap gagang pintu beberapa detik. Ragu. Lalu perlahan ia meraih gagang pintu itu. Pintu terbuka. Miu masuk. Ruangan itu tenang. Lena sedang tidur. Wajahnya pucat. Miu berdiri diam. Hanya memandangi wajah Lena. Entah berapa lama. Sampai tiba-tiba... mata Lena terbuka. Refleks. Begitu melihat Miu berdiri di sana, Lena langsung menarik tangan Miu. "Kamu" Tarikan itu terlalu mendadak. Miu yang tidak siap langsung kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terdorong ke depan. Wajah mereka mendadak sangat dekat. Sangat dekat. Miu langsung menahan tubuhnya sebelum benar-benar jatuh. Rahangnya mengeras. Ia segera menarik tangannya. "Lena, apa yang kamu lakukan?" Kalau bukan karena ini rumah sakit... rasanya Miu ingin berteriak. Sedangkan Lena hanya menatapnya. Mata yang masih sedikit sembab itu langsung berkaca-kaca. "Kamu tidak jadi pergi?" tanya Lena pelan. Miu mengalihkan pandangan. "Jangan terlalu percaya diri." "Jika aku masih di sini, itu bukan karena mu." "Mommy ku pulang ke Thailand." "Jadi aku membatalkan penerbangan." ucap Miu datar. Lena tetap menatapnya. "Lalu kamu kesini... karna?" tanyanya lagi. Miu diam beberapa saat. Lalu menjawab tanpa melihatnya. "Karna takut kamu mati." Lena membeku. "Bukan takut peduli." "Kalau kamu mati karena kecelakaan itu..." "orang-orang akan menyalahkan ku." "Aku tak ingin masuk penjara." Alasan yang bahkan terdengar tidak masuk akal. Tapi Lena hanya mengangguk pelan. "Begitu ya..." gumamnya. Hening kembali memenuhi ruangan. Beberapa saat kemudian Lena kembali bertanya. "Apa kamu lama di sini?" Miu tidak menjawab. Ia hanya menarik kursi di samping tempat tidur. Lalu duduk. "Sudahlah." "Tidur saja." "Jangan banyak tanya." "Aku malas." ucap Miu. Lalu ia menyandarkan tubuhnya ke kursi. Memejamkan mata. Berusaha terlihat tidak peduli. Namun Lena justru terus memandangi wajahnya. Tanpa berkedip. Tanpa mengalihkan pandangan. Beberapa menit berlalu. Sampai akhirnya Miu membuka suara tanpa membuka mata. "Aku menyuruh mu tidur." "Bukan memandangi ku." Lena langsung terkejut. Bagaimana bisa dia tahu? Cepat-cepat Lena memejamkan matanya. Berpura-pura tidur. Ruangan kembali tenang. Sesaat kemudian... Miu membuka mata perlahan. Sangat perlahan. Takut Lena masih terjaga. Saat memastikan Lena benar-benar menutup mata, Miu menghela nafas panjang. Lalu pandangannya turun ke arah kaki Lena yang tertutup selimut. Sejak datang tadi, satu pertanyaan terus mengganggu pikirannya. Ada apa dengan kaki Lena? Miu berdiri pelan. Lalu menyingkap sedikit ujung selimut. ia menghela napas lega. "Kakinya masih ada..." gumamnya. Miu bahkan baru sadar betapa bodohnya pikiran yang tadi memenuhi kepalanya. Ia menggeleng cepat. "Tidak, tidak..." "Aku bukan peduli pada nya." "Aku hanya takut jika dia kenapa-kenapa karna ku." "Jika itu terjadi..." "maka itu akan membawa dampak buruk pada ku." ucapnya pelan, mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Tiba-tiba Pintu kamar terbuka. Seorang dokter masuk. "Maaf, apakah anda kerabatnya?" Miu terdiam. Ragu. Namun beberapa detik kemudian ia mengangguk kecil. "Mari ikut saya sebentar." ucap dokter tersebut. #lena #lenamiu #miu #miunatsha #lalinalena
Đổi bọc vô lăng, nhìn xe khác hẳn luôn! 🚗#BocVoLang #VoLangTheThao #PhuKienXe #TaiXe #XeDuLich
Many may not realize that Mackenyu comes from a legendary action-movie family. His father was none other than Sonny Chiba. 🕊 The Japanese martial arts icon passed away five years ago today, at the age of 82. Long before Mackenyu became internationally recognized as Roronoa Zoro, his father had already built a career that crossed Japanese martial-arts cinema and Hollywood. Some of Sonny Chiba’s most recognizable roles were Hattori Hanzo in Kill Bill, Takuma Tsurugi in The Street Fighter, Lord Conqueror in The Storm Riders, and Uncle Kamata in The Fast and the Furious: Tokyo Drift. Today, Mackenyu carries the acting legacy into a new generation through Roronoa Zoro in One Piece, Yukishiro Enishi in Rurouni Kenshin: The Final, Seiya in Knights of the Zodiac, and Ryoichi in Pacific Rim: Uprising. Father and son found international audiences in very different eras, but both became known for bringing action-heavy characters to life. Remembering the legendary Sonny Chiba five years after his passing. His legacy continues both through his films and through the next generation. ❤ #remembering #rip #mackenyu #onepiece #sonnychiba
#ئەکتیڤبن🥀🖤ـہہـ٨ــہ #hede_kurd #rasty_lak #onthisday #foryoupage @sinan.mala
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy