Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@djenenounkou:
Djenenounkoun
Open In TikTok:
Region: GN
Sunday 24 November 2024 08:40:14 GMT
3710
304
6
6
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.37MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.37MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Mrs O.N 💍Bintou :
🥰🥰🥰
2024-11-24 11:23:38
0
Kallo mame :
🥰🥰🥰
2024-11-24 12:25:39
0
😉😉 :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2024-11-24 13:14:35
0
fatim :
👍👍👩🎓👩🎓💄💄💄💄🇬🇳🇬🇳
2024-11-24 15:25:18
0
Awa ❤️❤️ :
🥰🥰🥰🥰
2024-11-26 15:30:32
0
oumarlambaloucama :
❤️❤️❤️
2024-11-29 15:53:11
0
To see more videos from user @djenenounkou, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#keşfet #fyp
Hộp quà hoa áo thun @IDEVERRAY VN #reviewquanao #mixandmatch #outfitideas #aothun #ideverray
አበርታኝ ገብርኤል #መዝሙር_ዘኦርቶዶክስ_ተዋህዶ #ኦርቶዶክስ_ተዋህዶ_ፀንታ_ለዘለዓለም_ትኑር #ገብርኤል #ቅዱስገብርኤል
⚡🌞 MẠCH SẠC & XẢ NLMT MINI 5 CỌC – NHỎ NHƯNG CÓ VÕ! 💥 Giải pháp gọn nhẹ cho hệ điện mặt trời mini! ✔️ Tự sạc ban ngày – tự cấp điện ban đêm 🌤️🌙 ✔️ Chống quá sạc – chống xả sâu bảo vệ ắc quy 🔋 ✔️ Cọc siết tiện lợi – đấu dây nhanh, không cần hàn 🔧 ✔️ Kết nối: pin NLMT – ắc quy – tải đầy đủ ⚡ ✔️ Kích thước siêu nhỏ – dễ lắp mọi không gian 👉 Phù hợp: đèn NLMT, hệ DIY, chiếu sáng sân vườn! 🔥 Nhỏ gọn – dễ dùng – giá tốt – chốt đơn ngay! #nangluongmattroi #machmini #solardiy #sacxa #acquy ⚡🌞
Bộ kít smilee extra này ngoài làm trắng răng thì nó còn rất an toàn nhé. Bộ kít có kèm sẵn hộp 3 bút gel trắng răng rồi nha. #vienvova88 #smileeextra #lamtrangrang #trangrangtainha #geltrangrang
#pov : Ada perasaan cemburu saat kamu melihat Juhoon bersama Anya, sang ketua OSIS angkatan kalian. Anya berdiri di depan Juhoon dengan senyum manis dan berkas proposal di tangannya. Suara cewek itu begitu lembut, kontras sekali dengan nada melengkingmu yang setiap hari mewarnai hari-hari Juhoon. Dan yang paling membuat hatimu makin mencelos, Juhoon menanggapi Anya dengan sangat kooperatif, bahkan menunduk sedikit untuk mendengarkan penjelasan cewek itu. Kamu melepaskan pegangan pada tali tasmu, mendengus kencang. Pipimu yang tadi merona karena godaan Mami mendadak mendingin. Tanpa pamit atau menunggu Juhoon melangkah bersamamu lagi, kamu memutar badan dan berjalan cepat meninggalkan mereka berdua menuju kelas. "Eh, mau ke mana?!" teriak Juhoon refleks dari kejauhan begitu sadar kamu tiba-tiba ngeluyur pergi. Kamu berpura-pura tuli. Kakimu menyapu lantai koridor dengan hentakan kesal yang sukses membuat beberapa murid menepi bingung. ♡♡♡ Sepanjang sisa hari itu, suasana hatimu benar-benar berada di titik terendah. Saat jam istirahat di kantin, Ian dan Rora sampai menyenggol lenganmu pelan karena kamu tidak berhenti menusuk-nusuk bakso di mangkukmu hingga hancur berkeping-keping. "Lo kenapa sih? Dari tadi mukanya cemberut banget kayak baju belum disetrika," tanya Ian sambil mengunyah siomaynya. "Nggak apa-apa," jawabmu singkat, ketus. "Bohong. Itu bakso udah kayak adonan batagor lo ulek," Rora menimpali, menatapmu curiga. "Ini ada hubungannya sama Juhoon, ya?" "Nggak ada ya! Siapa juga yang mikirin si Kulkas?!" sangkalmu cepat, suara tinggi khasmu kembali. Tapi matamu malah mencuri pandang ke meja sudut kantin, di mana Juhoon sedang duduk bersama tim basketnya dan Anya yang baru saja menaruh minuman dingin di meja cowok itu. Di seberang sana, Juhoon sempat melirik ke arah mejamu. Pandangan kalian bertemu. Bukannya memberi tatapan galak seperti biasa, kamu justru melemparkan tatapan paling dingin yang kamu punya, lalu membuang muka tajam-tajam. Juhoon di ujung sana tampak mengernyitkan dahi. Dia menghentikan suapannya, menatap bingung ke arah mejamu. Kamu bisa melihat raut wajahnya yang mendadak tidak tenang, seolah otaknya sedang dipaksa memecahkan soal fisika kuantum demi menebak kesalahan apa yang sudah dia perbuat kali ini. Latihan pemandu sorak sore harinya pun jadi pelampiasan. Kamu melompat dan berputar dua kali lebih bertenaga dari biasanya, sama sekali tidak melirik ke seberang net pembatas. Juhoon beberapa kali sengaja memantulkan bola lebih keras di dekat net untuk memancing perhatianmu, tapi kamu berpura-pura seolah cowok itu cuma angin lalu. ♡♡♡ Pukul sembilan malam. Kamar tidurmu remang-remang, hanya diterangi lampu tidur di sudut meja. Kamu bersedekap di atas tempat tidur, memeluk boneka beruangmu erat-erat sambil menatap langit-langit kamar dengan pikiran melayang. Rasa kesal, gengsi, dan degupan asing di dadamu bercampur aduk menjadi satu gumpalan sesak yang menyebalkan. Tuk! Suara ketukan nyaring yang sangat kamu kenal menghantam kaca pintu balkonmu. Kamu tidak bergerak. Kamu memejamkan mata rapat-rapat, mengacuhkan bunyi itu. Tuk! Tuk! Bunyi kelereng kedua dan ketiga terdengar lebih beruntun dan sedikit lebih keras dari biasanya. Juhoon jelas sedang berdiri di luar sana, menunggumu seperti malam-malam sebelumnya. "Biarin. Minta temenin Anya sana," gumammu sinis pada boneka beruang di pelukanmu. Di balkon sebelah, Juhoon berdiri memegang dua butir kelereng tersisa di tangannya. Sweter hitamnya berkibar pelan ditiup angin malam. Matanya menatap bingung ke arah pintu kaca kamarmu yang tertutup rapat dengan tirai tebal yang sengaja kamu tutup penuh, hal yang tidak pernah kamu lakukan sebelumnya. Juhoon menarik napas panjang. Dia menyisir rambutnya ke belakang dengan jari-jarinya, memasukkan kelereng ke dalam saku, lalu bersandar pada pagar pembatas besi yang memisahkan balkon kalian. "Oy," panggil Juhoon. (comsec+++) #JUHOON #fyp #xcyzba #alternativeuniverse
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy