@avaadore45: Mood

Ava adore
Ava adore
Open In TikTok:
Region: NG
Wednesday 04 December 2024 03:05:40 GMT
1803
196
32
6

Music

Download

Comments

gregglee33
Gregg Lee :
that thing is fat
2026-06-29 23:42:54
0
derztown26
Der#178$ :
you're beautiful
2025-09-27 19:47:45
0
tommy_1981_
Tommy :
badass tattoos
2025-08-21 18:45:48
0
stephengardner949
wide open :
love ur ink
2025-01-15 05:27:00
1
stevehanson65
stevehanson65 :
u need hear the rest of story!
2026-01-22 15:40:04
1
alex.fun.guy.77
Alex fun guy 77 :
Damn girl
2025-04-10 15:48:37
1
mohammed01644
Mohammed :
Very beautiful
2024-12-04 11:42:36
1
brian.carroll33
Brian Carroll :
😁
2025-11-01 12:28:16
1
francisco.covarru407
Francisco Covarrubias :
😁
2025-01-18 10:25:05
2
joselobato78
Jose Lobato988 :
😘
2025-02-04 00:58:00
1
joselobato78
Jose Lobato988 :
🥰
2025-02-04 00:57:55
1
francisco.covarru407
Francisco Covarrubias :
😏
2025-01-18 10:25:04
1
joselobato78
Jose Lobato988 :
🌹
2025-02-04 00:57:59
1
joselobato78
Jose Lobato988 :
🥰
2025-01-17 00:20:19
1
grog335
Grog :
😍
2025-01-18 07:06:54
1
joselobato78
Jose Lobato988 :
🌹
2025-01-17 00:20:28
1
joselobato78
Jose Lobato988 :
😘
2025-01-17 00:20:29
1
frankie.ornelas8
Frankie Ornelas :
🥰
2025-12-29 17:46:13
0
robertojuniodossa
robertojuniodossa :
🥰
2025-09-16 05:28:28
0
frankie.ornelas8
Frankie Ornelas :
2025-12-29 17:46:13
0
hassangacem519
Lishen :
🥰🥰🥰
2025-08-01 22:47:00
0
To see more videos from user @avaadore45, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Lima tahun yang lalu, kamu resmi bercerai dengan sunghoon. Di saat perpisahan itu terjadi, sebenarnya kamu sedang mengandung anaknya. Namun, sampai sekarang kamu tidak pernah memberi tahu Sunghoon tentang kehamilan tersebut. Sejak hari perceraian itu, kalian tidak pernah bertemu lagi. bertahun-tahun berlalu begitu saja, sementara Sunghoon tetap hidup tanpa mengetahui bahwa ia memiliki seorang anak darimu. ________________ Hari ini kamu mengajak anakmu pergi jalan-jalan untuk menghabiskan waktu bersama. seharian penuh kalian tertawa, bermain, dan menikmati suasana kota yang ramai. Senyum kecil di wajah anakmu membuat lelahmu seolah menghilang begitu saja. Ia terlihat sangat bahagia berada di sisimu. namun di sela-sela kebahagiaan itu, anakmu beberapa kali menanyakan tentang ayahnya. pertanyaan polos itu selalu membuat langkahmu terdiam sesaat. meski begitu, kamu tetap tersenyum lembut sambil menggenggam tangan kecilnya lebih erat. “Mama, aku mau es krim,” ucap anakmu sambil menunjuk ke arah stand es krim dengan mata berbinar. “Kamu mau es krim? Yaudah, tunggu di sini sebentar, jangan ke mana-mana ya” balasmu lembut sambil mengusap kepalanya pelan. Anakmu hanya mengangguk kecil sambil memainkan bola yang ada di tangannya dengan senyum manis di wajahnya, lalu duduk tenang menunggumu membeli es krim. Kamu masih berdiri di antrean karena tempat itu cukup ramai. Sementara itu, anakmu asyik memainkan bola kecil di tangannya sambil menunggumu yang sedang membeli es krim. namun tanpa sengaja, bola itu terlepas dan menggelinding hingga ke tengah jalan raya. anakmu yang masih kecil langsung berlari mengejar bolanya tanpa berpikir panjang. kamu sama sekali tidak menyadarinya karena masih fokus mengantre. sampai tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang nyaring di sekitar jalan. sebuah mobil melaju cukup cepat dan hampir menabrak anakmu. Di detik terakhir, seseorang dengan cepat menarik tubuh kecil anakmu menjauh dari jalan. Anakmu langsung dipeluk erat oleh orang itu, sementara mobil tadi melintas begitu saja di depan mereka. Situasi itu terjadi begitu cepat hingga membuat beberapa orang di sekitar ikut terkejut. “Hey, kamu tidak apa-apa?” ucap pria itu panik sambil berjongkok di depan anakmu. Tangannya masih memegang pundak kecil anakmu agar tidak kembali berlari ke jalan. “Kamu bikin om kaget tahu nggak? jalan raya itu bahaya” lanjutnya lembut, meski napasnya masih terdengar tidak tenang karena panik tadi. Ia lalu mengambil bola milik anakmu yang jatuh di dekat trotoar dan menyerahkannya pelan. “Kalau mau ambil bola, harus sama orang dewasa dulu, ya. Jangan lari sendiri lagi” Kamu akhirnya selesai membeli es krim setelah menunggu cukup lama di antrean. namun saat kembali ke tempat tadi, langkahmu langsung terhenti. anakmu tidak ada di sana. panik mulai menyelimuti dirimu. kamu menoleh ke segala arah sambil terus mencari sosok kecil itu di tengah keramaian. “Sayang?” panggilmu cemas. “Kamu di mana?” Namun tidak ada jawaban. Jantungmu mulai berdetak semakin cepat, tanganmu sampai gemetar karena takut terjadi sesuatu. Kamu terus berjalan sambil memanggil nama anakmu berulang kali. Sampai akhirnya, kamu melihat anakmu berdiri di pinggir trotoar bersama seseorang. napasmu langsung lega. Kamu buru-buru menghampiri mereka lalu memeluk anakmu erat. “Kamu kenapa di sini? tadi kan mama bilang kamu jangan kemana-mana” ucapmu panik sekaligus lega.   sambil memeriksa tubuh kecilnya, takut ada sesuatu yang terjadi. kamu bahkan belum sempat melihat siapa orang yang berdiri di samping anakmu itu. sampai suara familiar yang sudah lama tidak kamu dengar terdengar memanggil namamu pelan.
POV: Lima tahun yang lalu, kamu resmi bercerai dengan sunghoon. Di saat perpisahan itu terjadi, sebenarnya kamu sedang mengandung anaknya. Namun, sampai sekarang kamu tidak pernah memberi tahu Sunghoon tentang kehamilan tersebut. Sejak hari perceraian itu, kalian tidak pernah bertemu lagi. bertahun-tahun berlalu begitu saja, sementara Sunghoon tetap hidup tanpa mengetahui bahwa ia memiliki seorang anak darimu. ________________ Hari ini kamu mengajak anakmu pergi jalan-jalan untuk menghabiskan waktu bersama. seharian penuh kalian tertawa, bermain, dan menikmati suasana kota yang ramai. Senyum kecil di wajah anakmu membuat lelahmu seolah menghilang begitu saja. Ia terlihat sangat bahagia berada di sisimu. namun di sela-sela kebahagiaan itu, anakmu beberapa kali menanyakan tentang ayahnya. pertanyaan polos itu selalu membuat langkahmu terdiam sesaat. meski begitu, kamu tetap tersenyum lembut sambil menggenggam tangan kecilnya lebih erat. “Mama, aku mau es krim,” ucap anakmu sambil menunjuk ke arah stand es krim dengan mata berbinar. “Kamu mau es krim? Yaudah, tunggu di sini sebentar, jangan ke mana-mana ya” balasmu lembut sambil mengusap kepalanya pelan. Anakmu hanya mengangguk kecil sambil memainkan bola yang ada di tangannya dengan senyum manis di wajahnya, lalu duduk tenang menunggumu membeli es krim. Kamu masih berdiri di antrean karena tempat itu cukup ramai. Sementara itu, anakmu asyik memainkan bola kecil di tangannya sambil menunggumu yang sedang membeli es krim. namun tanpa sengaja, bola itu terlepas dan menggelinding hingga ke tengah jalan raya. anakmu yang masih kecil langsung berlari mengejar bolanya tanpa berpikir panjang. kamu sama sekali tidak menyadarinya karena masih fokus mengantre. sampai tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang nyaring di sekitar jalan. sebuah mobil melaju cukup cepat dan hampir menabrak anakmu. Di detik terakhir, seseorang dengan cepat menarik tubuh kecil anakmu menjauh dari jalan. Anakmu langsung dipeluk erat oleh orang itu, sementara mobil tadi melintas begitu saja di depan mereka. Situasi itu terjadi begitu cepat hingga membuat beberapa orang di sekitar ikut terkejut. “Hey, kamu tidak apa-apa?” ucap pria itu panik sambil berjongkok di depan anakmu. Tangannya masih memegang pundak kecil anakmu agar tidak kembali berlari ke jalan. “Kamu bikin om kaget tahu nggak? jalan raya itu bahaya” lanjutnya lembut, meski napasnya masih terdengar tidak tenang karena panik tadi. Ia lalu mengambil bola milik anakmu yang jatuh di dekat trotoar dan menyerahkannya pelan. “Kalau mau ambil bola, harus sama orang dewasa dulu, ya. Jangan lari sendiri lagi” Kamu akhirnya selesai membeli es krim setelah menunggu cukup lama di antrean. namun saat kembali ke tempat tadi, langkahmu langsung terhenti. anakmu tidak ada di sana. panik mulai menyelimuti dirimu. kamu menoleh ke segala arah sambil terus mencari sosok kecil itu di tengah keramaian. “Sayang?” panggilmu cemas. “Kamu di mana?” Namun tidak ada jawaban. Jantungmu mulai berdetak semakin cepat, tanganmu sampai gemetar karena takut terjadi sesuatu. Kamu terus berjalan sambil memanggil nama anakmu berulang kali. Sampai akhirnya, kamu melihat anakmu berdiri di pinggir trotoar bersama seseorang. napasmu langsung lega. Kamu buru-buru menghampiri mereka lalu memeluk anakmu erat. “Kamu kenapa di sini? tadi kan mama bilang kamu jangan kemana-mana” ucapmu panik sekaligus lega. sambil memeriksa tubuh kecilnya, takut ada sesuatu yang terjadi. kamu bahkan belum sempat melihat siapa orang yang berdiri di samping anakmu itu. sampai suara familiar yang sudah lama tidak kamu dengar terdengar memanggil namamu pelan. "Y/n" Kamu menoleh perlahan ke arah pria itu, dan seketika napasmu terasa tercekat. mata kalian bertemu untuk pertama kalinya setelah lima tahun lamanya. #pov #sunghoon #fyp #foryou #enhypenpov

About