Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@aguyishere: Replying to @aguyishere #googlemaps #canada🇨🇦 #fyp
aguy ishere
Open In TikTok:
Region: CA
Wednesday 04 December 2024 16:13:29 GMT
788
6
2
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.68MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.97MB
)
Watermark .mp4 (
1.61MB
)
Music .mp3
Comments
aguy ishere :
F
2024-12-04 16:24:37
0
To see more videos from user @aguyishere, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#creatorsearchinsights إذا كان هناك فتاة طال الزمان على خطبتها ولم تتزوج فعليها أن تكثر من قول ⤵️ #الشيخ_كشك_رحمه_الله #مواعظ_مؤثرة #خطب #مواعظ
#imrankhan #asimmunir #pakarmy #pakistanarmy #pakistan
Boogie Wonderland. Its been 2 years, so I had to remake it with the new model. Remix by @djstathis
@eduardodasi_ @fernandodasi_ #fernandodasi #eduardodasi #irmaosdasiclipfy
POV | Kamu selalu bilang Keonho adalah mantanmu paling brengsek. Dia dikenal sebagai anggota geng motor, sekaligus street racer paling ditakuti di lintasan ilegal. Dia sadar dirinya sempurna. Dicintai banyak wanita sudah bukan hal baru baginya. Dan mungkin… itu juga alasan kenapa dia tak pernah belajar setia. Keonho terbiasa dikejar, bukan mengejar. Terbiasa dipuja, bukan mempertahankan. Sampai kamu datang di hidupnya, dan entah kenapa dia memilih berhenti sebentar dari dunianya. Lima bulan. Cuma lima bulan. Cukup untuk membuatmu percaya… bahwa mungkin dia bisa berubah. Namun ternyata tidak. Kamu masih ingat malam itu. Malam di mana semuanya runtuh dengan cara paling klise… dan paling menyakitkan. Keonho, dengan santainya… berboncengan dengan wanita lain di sebuah balapan liar. Malam itu juga kepercayaanmu ikut hancur. “Aku mau putus.” Suaramu tegas, meski hampir pecah karena emosi. Keonho diam sebentar, menatapmu. Lalu terkekeh pelan. “Gak.” Air matamu jatuh tanpa izin. “Aku gak peduli. Pokoknya kita putus!” Kamu berbalik, tapi tangannya lebih dulu menangkap lenganmu, memaksamu menghadapnya lagi. Tatapannya turun ke wajahmu yang berantakan. Tangannya terangkat, seolah tanpa dosa—hendak menghapus air matamu. Kamu langsung menepisnya. “Jangan sentuh gue, br3ngsek.” Cengkeramannya menguat, menarikmu lebih dekat. “Gak ada kata putus.” Suaranya rendah, tegas. Tatapannya menggelap, keras, posesif. “Lo boleh sama siapa aja…” bisiknya pelan, nyaris tanpa jarak. “Tapi lo tetep punya gue.” Karena muak, kamu reflek mendorong dadanya. “Akal dipake. Lo urusin aja cewek sialan itu.” Dan malam itu, mungkin untuk pertama kali dalam hidupnya ada seseorang yang berani meninggalkannya tanpa ragu. Karena kamu tahu, perasaan mu jauh lebih penting. ••• Seharusnya itu akhir. Seharusnya Keonho benar-benar kembali ke dunianya yang lama. Wanita, balapan, dan kebebasan tanpa batas. Dan dia memang melakukannya. Bahkan… lebih parah dari sebelumnya. Lebih liar. Lebih tak terkendali. Lebih brengsek. Dan yang lebih menjengkelkan, ia tak pernah berhenti menggagumu dengan kehadirannya. Kerap ia memintamu untuk kembali, tapi kamu selalu menolak. ••• Di tengah riuhnya kantin, matamu kini tertuju pada segerombolan siswa di meja seberang. Tawa dan candaan mereka memenuhi ruangan, terlalu keras untuk diabaikan. Tapi dari semuanya, fokusmu hanya pada satu orang. Keonho. Dia duduk santai di tengah, diapit dua siswi yang tertawa terlalu keras, terlalu dekat. Seolah dunia ini memang berputar di sekelilingnya. Kalea menyenggol bahumu pelan. “Mantan lo makin brengsek aja gue liat-liat. Ngajak balikan, tapi tingkahnya masih kayak playboy kelas kakap.” Kamu hanya menggeleng kecil, muak. Dan di saat yang sama, mata kalian bertemu. Sial. Itu bagian yang paling kamu benci. Bukan cuma karena dia masih berani menatapmu, tapi karena… tatapannya tak berubah sama sekali. Masih sama seperti dulu. Terlalu dalam. Terlalu yakin. Seolah kamu… masih miliknya. Tak lama, senyum tipis itu terbit di wajahnya. Dan sialnya, kamu tahu persis artinya. Keonho bangkit dari duduknya. Kursinya bergeser pelan, tapi cukup membuat beberapa orang menoleh. Langkahnya terlalu santai saat berjalan ke arahmu. “Eh, anjir. Dia mau ke sini,” bisik Kalea pelan. Kamu langsung berdiri. “Gue duluan.” Tanpa menunggu respon, kamu berbalik dan melangkah cepat keluar kantin. Namun terlalu cepat untuk disebut tak peduli. Dan itu cukup untuk dia tau, jika kamu masih lari dan menghindar darinya. ••• Langkah kaki di belakangmu terdengar jelas—mendekat. “Y/n.” Kamu terus mempercepat langkah saat melewati koridor. Sampai tiba-tiba—sebuah tarikan di pergelangan tanganmu menghentikan langkahmu paksa. “Ayo balikan.” Napasmu tercekat sejenak. Kamu berbalik, raut wajahmu jelas muak. “Gue gak nerima cowo brengsek tukang main cewek kayak lo.” Keonho menatapmu tanpa goyah. Seolah kata-katamu tak ada artinya. Bahkan, kamu tak melihat rasa bersalah dari wajahnya. “Jangan cemburu.” (+💬 ) #pov #keonho #keonhocortis #keonhoedit #fyp
#MentalHealth #parati #sacameenparati #viral #fyp
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy