@mink.suxs: 🎉 | #horimiya #yoshikawa #horimiyaedit #yoshikawaedit #manga #mangaedit #anime #animeedit #edit #ae #fyp #minksuxs

mink
mink
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 04 December 2024 18:49:00 GMT
49850
5055
107
365

Music

Download

Comments

infinitelyimportant
ty :
sending a virtual açaí bowl to you rn
2024-12-04 19:05:53
32
sai_aep
sai :
how did u make that cube thing
2025-07-24 20:58:46
1
focusiseverywhere
Unidentified :
Can you please give me you motion blur settings [happy]🙏🏻
2024-12-10 11:12:35
1
cfrx_kk
has ae :
i have no words
2024-12-04 19:30:49
2
mack.eap
mack :
OHHH OUU WOAHHHH💘
2024-12-04 19:37:10
1
marucaeii
poo :
where have you been
2024-12-04 19:46:57
0
_st.chroma
Chroszn :
bros gunna edit the teacher next calling it rn
2024-12-05 04:50:27
0
mhyuta
mathias† :
this is amazing
2024-12-04 19:19:21
1
tebthetub
teb (◕‿◕)♡ :
I LOVE THIS SO MUCH OMG
2024-12-04 22:12:52
1
traceourpast
traceourpast :
i love this sm
2024-12-06 17:24:40
1
leafyuna
katie :
YESSSS
2024-12-07 16:54:32
1
hu.tao.k
𝐻𝓊 𝓉𝒶𝑜 𝓀. :
SO SMOOTH
2024-12-05 11:42:22
1
5osuke
aizen :
Hallo
2024-12-04 19:48:40
1
jeezurs
jeezurs :
SO good
2024-12-04 20:47:45
1
reze.sx
៹estrela!☆ :
horimiya mentioned
2024-12-04 20:12:32
2
joke.ae
Joke :
MINKK!!!!!!
2024-12-04 19:23:51
1
kalijah.aep
kalijah :
Beautiful
2024-12-05 18:08:17
1
rykiwii
riki :
i want to edit like you
2024-12-05 17:09:36
1
p1utonn
eye patch :
the goat posted
2024-12-04 20:20:01
1
.azar96
ኣዛር(*Azar*) :
Holy😭
2024-12-06 02:28:38
1
traceourpast
traceourpast :
even tho im late YOLO’
2024-12-06 17:24:49
1
purplenote0
purple :
cold
2024-12-04 18:51:21
1
zxneditz14
𝘻𝘹𝘯 :
Amazing and so smooth
2024-12-04 19:21:57
1
To see more videos from user @mink.suxs, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hidup tidak pernah sepi dari ujian. Ada kalanya ia datang lembut seperti bisikan yang memikat, ada kalanya hadir keras seperti api yang membakar tanpa ampun.  Saat itu dada terasa sempit, iman terguncang, hati goyah. Namun di balik nyala api itulah jiwa ditempa. Seperti emas yang dibakar, bukan untuk dimusnahkan, melainkan untuk dimurnikan. Akar kata فَتَنَ (fatana) dalam bahasa Arab berarti menguji dengan api. Di masa silam, orang Arab memakainya ketika membakar emas atau perak demi mengukur kemurniannya. Dari tungku inilah lahir makna yang lebih luas: ujian hidup, cobaan batin, godaan iman.  Hidup, pada akhirnya, adalah tungku ujian; manusia dimasukkan ke dalamnya agar yang palsu terbakar dan yang murni semakin bersinar. Dari sini lahir berbagai bentuk sarat makna. فُتِنَ (futina), “ia diuji, ia terjerumus,” melukiskan rapuhnya manusia ketika menghadapi cobaan. يَفْتِنُ (yaftinu) menunjuk pada ujian yang sedang berlangsung, fitnah yang bekerja halus menjerat hati.  Ungkapan فِتْنَة (fitnah) adalah kata yang paling populer, ujian, godaan, kekacauan, bahkan syirik dan peperangan. Bila manusia terseret di dalamnya, ia disebut مَفْتُون (maftūn), yang diuji atau terfitnah. Tidak hanya korban, ada pula pelaku. فَاتِن (fātin), penggoda, yang memalingkan. Lebih tajam lagi, فَتَّان (fattān), penguji besar, penggoda ulung; julukan yang disematkan pada syaitan, tapi juga bagi dua malaikat kubur, Munkar dan Nakir.  Lalu ada اِفْتَتَنَ (iftatana), manusia yang larut dalam fitnah, serta فُتُون (futūn), masdar yang menggambarkan proses ujian berulang, perjalanan iman yang tak henti. Dalam metafora puitis, الفَتِين (al-fatīn) dipakai untuk sesuatu yang memikat hati, sebagaimana tanah hitam atau sesuatu yang terbakar. الفَتَّانَان (al-fattānān) adalah dua penguji: pagi dan sore, yang setiap hari mendatangi manusia dengan cobaan.  Kata الفِتَان (al-fitān) bahkan menunjuk kulit pelana dalam syair Arab, seolah mengingatkan bahwa benda sederhana pun bisa jadi lambang ujian. الفَتَائِن (al-fatā’in) menggambarkan tanah hitam, simbol godaan dunia, sementara الفِتْنَان (al-fitnān) menyingkap dua wajah kehidupan: manis dan pahit, keduanya sama-sama fitnah. Maka jelaslah, dari makna konkret api yang membakar, kata fatana berkembang menjadi kosmos makna: ujian, cobaan, fitnah, godaan, kekacauan, bahkan ujian kubur. Semua itu hadir untuk mengungkap hakikat hati. Di zaman ini, fitnah bukan hanya berita bohong yang beredar, melainkan juga ujian digital, sosial, dan ekonomi. Media sosial bisa menjadi tungku fitnah: membakar ego, melahap waktu, menguji kejujuran.  Harta dan jabatan pun bisa menjelma penggoda. Namun bagi jiwa yang sabar, semuanya hanyalah api pemurni. Allah berfirman: وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ “Ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah ujian, dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” (QS. Al-Anfāl [8]:28) Maka, apakah kita akan larut dalam fitnah dunia, atau menjadikannya tungku pemurni iman? Apakah kita akan terbakar habis, atau justru bersinar murni karenanya? Ya Allah, jadikanlah setiap fitnah sebagai jalan mendekat kepada-Mu, setiap ujian sebagai tangga peningkat iman, dan setiap godaan sebagai pengingat akan rahmat-Mu. Wallāhu a‘lam. #JejakMakna #RenunganIslam #QuranicWisdom #FaithJourney #SpiritualGrowth
Hidup tidak pernah sepi dari ujian. Ada kalanya ia datang lembut seperti bisikan yang memikat, ada kalanya hadir keras seperti api yang membakar tanpa ampun. Saat itu dada terasa sempit, iman terguncang, hati goyah. Namun di balik nyala api itulah jiwa ditempa. Seperti emas yang dibakar, bukan untuk dimusnahkan, melainkan untuk dimurnikan. Akar kata فَتَنَ (fatana) dalam bahasa Arab berarti menguji dengan api. Di masa silam, orang Arab memakainya ketika membakar emas atau perak demi mengukur kemurniannya. Dari tungku inilah lahir makna yang lebih luas: ujian hidup, cobaan batin, godaan iman. Hidup, pada akhirnya, adalah tungku ujian; manusia dimasukkan ke dalamnya agar yang palsu terbakar dan yang murni semakin bersinar. Dari sini lahir berbagai bentuk sarat makna. فُتِنَ (futina), “ia diuji, ia terjerumus,” melukiskan rapuhnya manusia ketika menghadapi cobaan. يَفْتِنُ (yaftinu) menunjuk pada ujian yang sedang berlangsung, fitnah yang bekerja halus menjerat hati. Ungkapan فِتْنَة (fitnah) adalah kata yang paling populer, ujian, godaan, kekacauan, bahkan syirik dan peperangan. Bila manusia terseret di dalamnya, ia disebut مَفْتُون (maftūn), yang diuji atau terfitnah. Tidak hanya korban, ada pula pelaku. فَاتِن (fātin), penggoda, yang memalingkan. Lebih tajam lagi, فَتَّان (fattān), penguji besar, penggoda ulung; julukan yang disematkan pada syaitan, tapi juga bagi dua malaikat kubur, Munkar dan Nakir. Lalu ada اِفْتَتَنَ (iftatana), manusia yang larut dalam fitnah, serta فُتُون (futūn), masdar yang menggambarkan proses ujian berulang, perjalanan iman yang tak henti. Dalam metafora puitis, الفَتِين (al-fatīn) dipakai untuk sesuatu yang memikat hati, sebagaimana tanah hitam atau sesuatu yang terbakar. الفَتَّانَان (al-fattānān) adalah dua penguji: pagi dan sore, yang setiap hari mendatangi manusia dengan cobaan. Kata الفِتَان (al-fitān) bahkan menunjuk kulit pelana dalam syair Arab, seolah mengingatkan bahwa benda sederhana pun bisa jadi lambang ujian. الفَتَائِن (al-fatā’in) menggambarkan tanah hitam, simbol godaan dunia, sementara الفِتْنَان (al-fitnān) menyingkap dua wajah kehidupan: manis dan pahit, keduanya sama-sama fitnah. Maka jelaslah, dari makna konkret api yang membakar, kata fatana berkembang menjadi kosmos makna: ujian, cobaan, fitnah, godaan, kekacauan, bahkan ujian kubur. Semua itu hadir untuk mengungkap hakikat hati. Di zaman ini, fitnah bukan hanya berita bohong yang beredar, melainkan juga ujian digital, sosial, dan ekonomi. Media sosial bisa menjadi tungku fitnah: membakar ego, melahap waktu, menguji kejujuran. Harta dan jabatan pun bisa menjelma penggoda. Namun bagi jiwa yang sabar, semuanya hanyalah api pemurni. Allah berfirman: وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ “Ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah ujian, dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” (QS. Al-Anfāl [8]:28) Maka, apakah kita akan larut dalam fitnah dunia, atau menjadikannya tungku pemurni iman? Apakah kita akan terbakar habis, atau justru bersinar murni karenanya? Ya Allah, jadikanlah setiap fitnah sebagai jalan mendekat kepada-Mu, setiap ujian sebagai tangga peningkat iman, dan setiap godaan sebagai pengingat akan rahmat-Mu. Wallāhu a‘lam. #JejakMakna #RenunganIslam #QuranicWisdom #FaithJourney #SpiritualGrowth

About