@knichole.95: How do I get that range top spot off?! #dreamhome #newbuild #cleaning

Kelsey Nichole
Kelsey Nichole
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 05 December 2024 20:51:49 GMT
73221
7239
102
29

Music

Download

Comments

hannah_3452
Hannah :
My blue collar man just strips wherever he pleases
2024-12-05 21:02:03
35
ava_.mariee
ava :
what is on Harley ears ?
2024-12-05 22:13:28
10
idaho_brit
🌻RootedAndGrowing🌻 :
It’s definitely a blue collar man thing 😂. There’s a tote in our living room that collects my husbands sweaters and his pants at the end of the day haha
2024-12-06 00:57:31
8
stephaniefurry0
Stephanie Furry :
I love love love your house and wish I could do that exact thing to my fixer-upper that I just bought. But there's one thing driving me crazy those hangers.!!! They need to match🤣
2024-12-05 22:37:45
3
chelseamgreen
ChelseaMGreen :
My house is also brand new and with 2 kids age 8 & 3.. I feel like I am wiping walls,appliances every other day !! Ugh
2024-12-05 23:27:46
3
koayres
Katlyn Ayres :
Bar Keepers Friend works on everything 🤩🤞🏼
2024-12-05 21:34:46
2
alie_lie418
Alie Lie :
I clean houses for a living and my clients prefer me using a furniture polish on their stainless steel appliances over then cleaner. I use the one with oil in it. u have to polish it with the grain of
2024-12-06 00:59:03
4
strauby159
Aaron :
What does your husband do for work?
2024-12-06 15:08:22
1
hannah2772
hannah2772 :
No bc my blue collar man does the same thing😂
2024-12-05 21:51:53
4
jordieb1030
jordieb1030 :
What blinds are you thinking?
2024-12-06 03:07:12
1
evandoren
Emily :
Omg spurs 😂😂
2024-12-05 21:25:59
3
minnesotamama007
Farmmamaofsix❤️ :
Omg your dog is so pretty
2024-12-06 02:31:50
1
jenniferlingrossbrown
Jennifer Brown :
Your house is definitely becoming a home. So beautiful
2024-12-06 07:18:56
1
mallorylynn05
Mallory Lynn :
I love your dog
2024-12-05 22:50:43
2
brittany_lea_bivens
🖤🫧🤘🏼✨B✨🤘🏼🫧🖤 :
Girl I’m the same way I want it to look show ready at all times haha. 🤣
2024-12-07 15:08:42
1
mamawalker22
Felicity | Boy Mama💙 :
My MIL stapled my FIL clothes to the floor because he kept leaving them on the floor so as a joke she stapled them.😂
2024-12-07 17:12:38
1
jossielu018
Jossie Lu🧿🐘🍀 :
Oh my god yesss, my husband does the same! I have men clothes and shoes all over 😂😂😂
2024-12-06 18:35:48
1
lauractay
lauractay :
All the cleaning is so motivating 😆
2024-12-08 09:48:34
1
kaliephillips
Kalie Phillips :
Where are the barstools from? Sorry if i’ve missed you already saying 😅
2024-12-07 18:40:11
1
idk.melinda
idk.melinda :
what breed is harley
2024-12-06 05:41:54
1
princesscaritx
Cari :
Go up and down on the fridge you go with the grain on stainless steel do it doesn’t scratch.
2024-12-06 03:31:22
1
brynlee080
♣️⚡️Brynlee⚡️♣️ :
I like your shoes
2024-12-07 14:15:28
1
whiskeryshrimp
WhiskeryShrimp :
How do you like your grand Cherokee L? I’ve heard mixed reviews. What year and have you had any issues ? Looking at getting one
2024-12-06 14:00:52
1
logansmith954
Logan Smith :
Range stove, wet paper towel and dry with a microfiber towel. Works so great!
2024-12-07 03:37:21
1
lisawright839
Lisa Wright :
What is the color of your cabinets and what brand?
2024-12-08 14:41:55
1
To see more videos from user @knichole.95, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#creatorsearchinsights  Cinta di usia senja datang tanpa gegap gempita. Ia tidak mengetuk dengan terburu-buru, tidak datang dengan janji yang berlebihan. Ia hadir pelan, seperti cahaya sore yang menyentuh jendela—hangat, lembut, dan tidak ingin menguasai, hanya ingin menemani. Di usia ketika banyak hal telah dilewati, ketika luka telah menjadi guru, dan kehilangan telah menjadi bagian dari cerita hidup, menemukan seseorang untuk berbagi sisa perjalanan terasa seperti anugerah yang tak terduga. Bukan lagi tentang bunga yang mekar cepat, tetapi tentang akar yang saling menguatkan agar tetap berdiri saat angin datang. Dalam filsafat rasa, cinta di usia senja bukan tentang gairah yang menyala-nyala, melainkan tentang ketenangan yang mengalir. Tentang duduk berdampingan tanpa perlu banyak kata. Tentang memahami tanpa harus selalu bertanya. Tentang merasa aman hanya dengan keberadaan, bukan dengan pembuktian. Dua hati yang bertemu di usia ini telah membawa cerita panjang. Ada masa lalu yang tak bisa dihapus, ada kenangan yang tak ingin diusik, ada luka yang masih terasa bila disentuh. Namun justru karena itulah, mereka memilih berjalan dengan hati-hati, saling menghormati, saling menjaga, seolah tahu bahwa cinta yang terlambat bertemu harus dirawat dengan lebih lembut. Tak ada tuntutan untuk menjadi sempurna. Yang ada hanya keinginan sederhana: saling menemani saat pagi terasa sepi, saling menunggu ketika senja turun perlahan, saling mendoakan agar hari esok masih diberi waktu. Cinta di usia senja tidak ingin menaklukkan, ia hanya ingin menguatkan. Ada keharuan yang tak bisa dijelaskan ketika dua jiwa yang lelah akhirnya menemukan tempat untuk beristirahat. Ketika seseorang berkata, “kita tak perlu mengejar apa pun lagi, cukup berjalan bersama.” Kalimat itu sederhana, namun mengandung kedalaman yang hanya dipahami oleh mereka yang telah lama berjalan sendiri. Menemukan pasangan di usia senja juga berarti belajar menerima, bukan mengubah. Menerima kebiasaan, menerima keterbatasan, menerima sisa-sisa masa lalu yang masih tinggal. Namun di situlah keindahannya: cinta tidak lagi ingin membentuk, ia hanya ingin merawat. Ada rasa syukur yang lahir dari kesadaran bahwa pertemuan ini mungkin tidak panjang, tetapi bermakna. Bahwa waktu yang tersisa ingin diisi dengan ketenangan, bukan pertengkaran. Dengan kebersamaan, bukan kesepian. Dengan doa, bukan tuntutan. Cinta di usia senja juga mengajarkan bahwa tidak semua kebahagiaan datang di awal cerita. Sebagian datang di bab yang tak disangka-sangka. Datang ketika seseorang telah berhenti berharap, lalu kehidupan justru menghadiahkan teman seperjalanan—bukan untuk memulai hidup baru, tetapi untuk menyempurnakan yang tersisa. Dan di sanalah letak keharuannya. Bahwa setelah semua kehilangan, setelah semua kegagalan, setelah semua kesendirian, hidup masih bersedia memberi kesempatan untuk merasakan cinta yang tenang, cinta yang tidak terburu-buru, cinta yang tidak memaksa masa depan, hanya setia pada hari ini. Jika muda adalah tentang mencari, maka senja adalah tentang menemukan. Menemukan arti pulang dalam bentuk yang paling sederhana: seseorang yang duduk di samping, menggenggam tangan dengan pelan, dan berkata, “tak apa, kita sudah sampai.” Pada akhirnya, cinta di usia senja bukan tentang seberapa lama kebersamaan itu berlangsung, melainkan tentang seberapa damai ia dijalani. Ia bukan tentang membuktikan apa pun kepada dunia, melainkan tentang menyembuhkan diri sendiri, bersama-sama. Karena cinta yang datang di usia senja adalah pengingat paling lembut bahwa hidup, betapapun panjang dan melelahkan, selalu punya ruang untuk kehangatan—bahkan di saat matahari hampir tenggelam, ia masih sempat mewarnai langit dengan cahaya yang paling indah. #fyp #lovestory #ceritacinta #quotes
#creatorsearchinsights Cinta di usia senja datang tanpa gegap gempita. Ia tidak mengetuk dengan terburu-buru, tidak datang dengan janji yang berlebihan. Ia hadir pelan, seperti cahaya sore yang menyentuh jendela—hangat, lembut, dan tidak ingin menguasai, hanya ingin menemani. Di usia ketika banyak hal telah dilewati, ketika luka telah menjadi guru, dan kehilangan telah menjadi bagian dari cerita hidup, menemukan seseorang untuk berbagi sisa perjalanan terasa seperti anugerah yang tak terduga. Bukan lagi tentang bunga yang mekar cepat, tetapi tentang akar yang saling menguatkan agar tetap berdiri saat angin datang. Dalam filsafat rasa, cinta di usia senja bukan tentang gairah yang menyala-nyala, melainkan tentang ketenangan yang mengalir. Tentang duduk berdampingan tanpa perlu banyak kata. Tentang memahami tanpa harus selalu bertanya. Tentang merasa aman hanya dengan keberadaan, bukan dengan pembuktian. Dua hati yang bertemu di usia ini telah membawa cerita panjang. Ada masa lalu yang tak bisa dihapus, ada kenangan yang tak ingin diusik, ada luka yang masih terasa bila disentuh. Namun justru karena itulah, mereka memilih berjalan dengan hati-hati, saling menghormati, saling menjaga, seolah tahu bahwa cinta yang terlambat bertemu harus dirawat dengan lebih lembut. Tak ada tuntutan untuk menjadi sempurna. Yang ada hanya keinginan sederhana: saling menemani saat pagi terasa sepi, saling menunggu ketika senja turun perlahan, saling mendoakan agar hari esok masih diberi waktu. Cinta di usia senja tidak ingin menaklukkan, ia hanya ingin menguatkan. Ada keharuan yang tak bisa dijelaskan ketika dua jiwa yang lelah akhirnya menemukan tempat untuk beristirahat. Ketika seseorang berkata, “kita tak perlu mengejar apa pun lagi, cukup berjalan bersama.” Kalimat itu sederhana, namun mengandung kedalaman yang hanya dipahami oleh mereka yang telah lama berjalan sendiri. Menemukan pasangan di usia senja juga berarti belajar menerima, bukan mengubah. Menerima kebiasaan, menerima keterbatasan, menerima sisa-sisa masa lalu yang masih tinggal. Namun di situlah keindahannya: cinta tidak lagi ingin membentuk, ia hanya ingin merawat. Ada rasa syukur yang lahir dari kesadaran bahwa pertemuan ini mungkin tidak panjang, tetapi bermakna. Bahwa waktu yang tersisa ingin diisi dengan ketenangan, bukan pertengkaran. Dengan kebersamaan, bukan kesepian. Dengan doa, bukan tuntutan. Cinta di usia senja juga mengajarkan bahwa tidak semua kebahagiaan datang di awal cerita. Sebagian datang di bab yang tak disangka-sangka. Datang ketika seseorang telah berhenti berharap, lalu kehidupan justru menghadiahkan teman seperjalanan—bukan untuk memulai hidup baru, tetapi untuk menyempurnakan yang tersisa. Dan di sanalah letak keharuannya. Bahwa setelah semua kehilangan, setelah semua kegagalan, setelah semua kesendirian, hidup masih bersedia memberi kesempatan untuk merasakan cinta yang tenang, cinta yang tidak terburu-buru, cinta yang tidak memaksa masa depan, hanya setia pada hari ini. Jika muda adalah tentang mencari, maka senja adalah tentang menemukan. Menemukan arti pulang dalam bentuk yang paling sederhana: seseorang yang duduk di samping, menggenggam tangan dengan pelan, dan berkata, “tak apa, kita sudah sampai.” Pada akhirnya, cinta di usia senja bukan tentang seberapa lama kebersamaan itu berlangsung, melainkan tentang seberapa damai ia dijalani. Ia bukan tentang membuktikan apa pun kepada dunia, melainkan tentang menyembuhkan diri sendiri, bersama-sama. Karena cinta yang datang di usia senja adalah pengingat paling lembut bahwa hidup, betapapun panjang dan melelahkan, selalu punya ruang untuk kehangatan—bahkan di saat matahari hampir tenggelam, ia masih sempat mewarnai langit dengan cahaya yang paling indah. #fyp #lovestory #ceritacinta #quotes

About