@asherheed: ngl i ship atsumu with myself 🧍🏽‍♀️ [dt: @mididoki ˖ ࣪⭑ my fav atsumu stan :3 | tags: @shoubios @avatarnaviii @aisha @Inah ッ @💘 @Veneer @abj @Currently NoName @ar'] #atsumu #atsumumiya #miya #haikyuu #hq #haikyuuedit #animeedit #mangaedit #manga #kageyamatobio #kageyama #hinatashoyo #hinata #atsuhina #kagehina #aftereffects #fyp #foryoupage #xyzabc

ashe
ashe
Open In TikTok:
Region: PH
Friday 06 December 2024 08:30:30 GMT
1694673
295192
699
10795

Music

Download

Comments

cupidprobably
✩。°𝄞🎵CupidProbably🎵𝄞°。✩ :
Bro kept his promise 😭🙏
2025-01-03 10:46:58
3282
diva.hange
🪷 :
He did😭
2024-12-07 12:24:25
17579
raysingcanes12
ray :
he's so golden retriever
2024-12-06 09:51:59
10964
lexxdarling
lexxdarling :
Kageyama felt threatened for sure
2024-12-08 14:42:25
3194
ayume_aperigosa
³⁶⁹ :
NUNCA FARÃO EU TE ODIAR ATSUMU
2025-02-12 17:07:17
107
iiranagh
Rana :
HE DIDNT LIE THO- LEARN KAGEYAMA
2024-12-06 23:31:23
432
sanapottari
barby :
AMO QUE CUMPLIERA SU PROMESA
2024-12-07 05:08:57
1242
gho20ry
🌱 :
scrolling feels like a divorce
2024-12-06 13:49:31
1481
.kazuhisa
you're gay :
he didn't lie
2024-12-06 18:09:03
140
likingmimi
mimiscape.🍉🍉 :
ATSUMU ONE CHANCE PLEASE
2024-12-06 08:34:37
3205
jerseynmbr13
. :
#NEEDTHAT #REALBAD
2024-12-06 14:02:11
149
ksyu0230
𓆩♡𓆪ksyu𓆩♡𓆪 :
забронировал любимого на будущее
2025-01-11 17:50:35
152
06.07.033782
Воровская лапа :
Кагехина, моя римская империя, фр🙏🏻✨
2024-12-06 13:58:55
188
ctrin61
٭𖥔݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ݊ꪀɑׁׅ𝄞 :
atsumu en todos lados menos dentro de mi🫦😔😔
2025-01-21 18:10:09
47
ruthprimera124
Ruth AC :
Miya siempre cumpliendo 😏
2025-01-07 17:01:47
25
hoseokie08
VicenteKim08 :
resolvió
2024-12-07 16:34:41
68
ryunaaa0_0
七 :
suaranya tsumu pas manggil shoyo candu banget dah😩
2024-12-07 02:11:58
138
gojo_saturo630
Gojo_saturo :
ATSUMA THE MAN YOU ARE
2024-12-06 09:55:18
93
callcnreese
marb :
he's the definition of manifesting
2024-12-06 17:56:57
34
madamhecate
Hécate :
A combinação Hibata e Atsumu é muito divertida, queria ter lido mais deles juntos
2024-12-07 15:38:53
65
sunxrinx
ei en decadencia :
mi nv, no lo miren, es mi nv
2024-12-07 04:34:59
57
wertuys1
sllwinz :
и ведь не соврал
2025-01-21 08:50:37
42
nayjahnh
nayjah :
Kags face was giving “do u ever stop talking”
2025-02-15 21:46:16
50
x.mychifuyu.x
✦. ⊹ ˚ .ᴄʜɪғᴜʏᴜ's ɢғ ᶻz :
Dedi ve yaptı🙏😔
2025-01-23 13:53:21
8
To see more videos from user @asherheed, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

1. Menganggap 无生老母 sebagai pencipta tertinggi bertentangan dengan 缘起 dan 空性 Doktrin tersebut menempatkan 无生老母 sebagai sumber asal makhluk dan otoritas tertinggi alam semesta. Sebaliknya, Buddhism mengajarkan 缘起 (yuánqǐ), kemunculan bergantungan: segala fenomena yang berkondisi muncul karena sebab dan kondisi, bukan karena satu pencipta mutlak yang berdiri sendiri. Dalam Mahāyāna, prinsip ini diperdalam melalui 空性 (kōng xìng/sunyata), yakni bahwa segala fenomena kosong dari hakikat independen yang permanen (svabhāva). Jika 无生老母 dianggap sebagai entitas kekal yang berdiri sendiri dan menjadi pencipta mutlak segala sesuatu, konsep tersebut bertentangan dengan prinsip dasar ini. Perbedaannya: Mahāyāna menjelaskan keberadaan melalui sebab dan kondisi, bukan dengan menetapkan satu pencipta mutlak sebagai asal seluruh fenomena. 2. Membagi sejarah dunia menjadi tiga zaman surgawi bukan ajaran baku Buddha Doktrin tersebut membagi sejarah menjadi: * 青阳期 Masa Pancaran Hijau: zaman ketika Buddha Dipankara memegang 天盘 kekuasaan ilahi. * 红阳期 Masa Pancaran Merah: zaman ketika Buddha Śākyamuni memegang 天盘 kekuasaan ilahi. * 白阳期 Masa Pancara Putih : zaman ketika Buddha Maitreya memegang 天盘 kekuasaan Ilahrli Beberadaan Buddha dari berbagai masa tidak berarti Buddha bergantian menerima mandat untuk mengendalikan alam semesta dari seorang ibu ilahi. Maitreya akan muncul pada masa mendatang untuk mencapai Kebuddhaan dan mengajarkan Dharma. Ia bukan penguasa yang menggantikan Śākyamuni dalam suatu sistem administrasi surgawi yang ditetapkan oleh 无生老母. 3. Buddha bukan utusan atau pemegang mandat dari pencipta Dalam doktrin tiga zaman, Buddha Śākyamuni dan Maitreya ditempatkan dalam suatu sistem kewenangan surgawi. Dalam Buddhism, Buddha dihormati karena mencapai pencerahan sempurna dan mengajarkan jalan pembebasan dari penderitaan. Buddha tidak memerlukan pengangkatan dari pencipta tertinggi agar menjadi Buddha. Buddha Śākyamuni menemukan dan mengajarkan Dharma; Maitreya, menurut tradisi Buddhis, akan mencapai Kebuddhaan pada masa mendatang. Dengan demikian, menjadikan Buddha sbg pemegang mandat dari suatu pencipta tertinggi mengubah kedudukan Buddha dari guru yang tercerahkan menjadi pejabat dalam hierarki ilahi. Konsep ini tidak sesuai dengan pemahaman baku Mahāyāna tentang Kebuddhaan. 4. Konsep keselamatan berbeda: kembali kepada pencipta versus merealisasikan Dharma Jika suatu ajaran menyatakan bhw tujuan akhir manusia adalah kembali kepada 无生老母 sebagai sumber asalnya, hal itu berbeda dari tujuan pembebasan dalam Mahāyāna. Mahāyāna menekankan: * 戒 (jiè): menjalankan sila dan melatih perilaku etis. * 定 (dìng): melatih kestabilan batin dan samādhi. * 慧 (huì): mengembangkan kebijaksanaan. * 菩提心 (pútíxīn): membangkitkan tekad mencapai Kebuddhaan demi menolong semua makhluk. Pembebasan tdk bergantung pada pengakuan terhadap suatu pencipta mutlak, melainkan pada penghapusan ketidaktahuan dan kekotoran batin melalui praktik Dharma dan realisasi kebijaksanaan. 5. Menggunakan nama Buddha tidak otomatis menjadikan suatu ajaran Buddhis Nama Buddha Śākyamuni dan Maitreya memang terdapat dalam kitab-kitab Buddhis. Namun, penggunaan nama-nama tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa keseluruhan sistem kepercayaan yang menggunakannya berasal dari ajaran Buddha. Dalam Mahāyāna terdapat prinsip: 依法不依人 (yī fǎ bù yī rén) Artinya: Berpeganglah pada Dharma, bukan semata-mata pada orang. Ajaran perlu dinilai berdasarkan isi dan kesesuaiannya dengan Dharma, bukan hanya berdasarkan nama tokoh suci yang dicantumkan. Karena itu, doktrin 无生老母 dan tiga zaman surgawi perlu dinilai sebagai sistem kepercayaan tersendiri. Unsur-unsur yang bertentangan dengan prinsip缘起、空性 dan jalan pembebasan Mahāyāna tidak dapat dibenarkan hanya karena menyebut Buddha Śākyamuni atau Maitreya. Kesimpulan Inti ajaran Mahāyāna bukan mencari pencipta yang mengatur alam semesta, melainkan memahami sebab dan kondisi, merealisasikan 无我 dan 空性, serta mengembangkan kebijaksanaan dan welas asih demi pembebasan semua makhluk. #mahayana
1. Menganggap 无生老母 sebagai pencipta tertinggi bertentangan dengan 缘起 dan 空性 Doktrin tersebut menempatkan 无生老母 sebagai sumber asal makhluk dan otoritas tertinggi alam semesta. Sebaliknya, Buddhism mengajarkan 缘起 (yuánqǐ), kemunculan bergantungan: segala fenomena yang berkondisi muncul karena sebab dan kondisi, bukan karena satu pencipta mutlak yang berdiri sendiri. Dalam Mahāyāna, prinsip ini diperdalam melalui 空性 (kōng xìng/sunyata), yakni bahwa segala fenomena kosong dari hakikat independen yang permanen (svabhāva). Jika 无生老母 dianggap sebagai entitas kekal yang berdiri sendiri dan menjadi pencipta mutlak segala sesuatu, konsep tersebut bertentangan dengan prinsip dasar ini. Perbedaannya: Mahāyāna menjelaskan keberadaan melalui sebab dan kondisi, bukan dengan menetapkan satu pencipta mutlak sebagai asal seluruh fenomena. 2. Membagi sejarah dunia menjadi tiga zaman surgawi bukan ajaran baku Buddha Doktrin tersebut membagi sejarah menjadi: * 青阳期 Masa Pancaran Hijau: zaman ketika Buddha Dipankara memegang 天盘 kekuasaan ilahi. * 红阳期 Masa Pancaran Merah: zaman ketika Buddha Śākyamuni memegang 天盘 kekuasaan ilahi. * 白阳期 Masa Pancara Putih : zaman ketika Buddha Maitreya memegang 天盘 kekuasaan Ilahrli Beberadaan Buddha dari berbagai masa tidak berarti Buddha bergantian menerima mandat untuk mengendalikan alam semesta dari seorang ibu ilahi. Maitreya akan muncul pada masa mendatang untuk mencapai Kebuddhaan dan mengajarkan Dharma. Ia bukan penguasa yang menggantikan Śākyamuni dalam suatu sistem administrasi surgawi yang ditetapkan oleh 无生老母. 3. Buddha bukan utusan atau pemegang mandat dari pencipta Dalam doktrin tiga zaman, Buddha Śākyamuni dan Maitreya ditempatkan dalam suatu sistem kewenangan surgawi. Dalam Buddhism, Buddha dihormati karena mencapai pencerahan sempurna dan mengajarkan jalan pembebasan dari penderitaan. Buddha tidak memerlukan pengangkatan dari pencipta tertinggi agar menjadi Buddha. Buddha Śākyamuni menemukan dan mengajarkan Dharma; Maitreya, menurut tradisi Buddhis, akan mencapai Kebuddhaan pada masa mendatang. Dengan demikian, menjadikan Buddha sbg pemegang mandat dari suatu pencipta tertinggi mengubah kedudukan Buddha dari guru yang tercerahkan menjadi pejabat dalam hierarki ilahi. Konsep ini tidak sesuai dengan pemahaman baku Mahāyāna tentang Kebuddhaan. 4. Konsep keselamatan berbeda: kembali kepada pencipta versus merealisasikan Dharma Jika suatu ajaran menyatakan bhw tujuan akhir manusia adalah kembali kepada 无生老母 sebagai sumber asalnya, hal itu berbeda dari tujuan pembebasan dalam Mahāyāna. Mahāyāna menekankan: * 戒 (jiè): menjalankan sila dan melatih perilaku etis. * 定 (dìng): melatih kestabilan batin dan samādhi. * 慧 (huì): mengembangkan kebijaksanaan. * 菩提心 (pútíxīn): membangkitkan tekad mencapai Kebuddhaan demi menolong semua makhluk. Pembebasan tdk bergantung pada pengakuan terhadap suatu pencipta mutlak, melainkan pada penghapusan ketidaktahuan dan kekotoran batin melalui praktik Dharma dan realisasi kebijaksanaan. 5. Menggunakan nama Buddha tidak otomatis menjadikan suatu ajaran Buddhis Nama Buddha Śākyamuni dan Maitreya memang terdapat dalam kitab-kitab Buddhis. Namun, penggunaan nama-nama tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa keseluruhan sistem kepercayaan yang menggunakannya berasal dari ajaran Buddha. Dalam Mahāyāna terdapat prinsip: 依法不依人 (yī fǎ bù yī rén) Artinya: Berpeganglah pada Dharma, bukan semata-mata pada orang. Ajaran perlu dinilai berdasarkan isi dan kesesuaiannya dengan Dharma, bukan hanya berdasarkan nama tokoh suci yang dicantumkan. Karena itu, doktrin 无生老母 dan tiga zaman surgawi perlu dinilai sebagai sistem kepercayaan tersendiri. Unsur-unsur yang bertentangan dengan prinsip缘起、空性 dan jalan pembebasan Mahāyāna tidak dapat dibenarkan hanya karena menyebut Buddha Śākyamuni atau Maitreya. Kesimpulan Inti ajaran Mahāyāna bukan mencari pencipta yang mengatur alam semesta, melainkan memahami sebab dan kondisi, merealisasikan 无我 dan 空性, serta mengembangkan kebijaksanaan dan welas asih demi pembebasan semua makhluk. #mahayana

About