@drooooozdddd: Зима на улице, а душой в лете❤️🫂#love #lovestory #forever #любовь #мы

drooooozdddd
drooooozdddd
Open In TikTok:
Region: NL
Wednesday 25 December 2024 14:46:25 GMT
113
6
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @drooooozdddd, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

|| Laper bnget jier🗿🥀 || Penjelasan dibawah ⬇⬇⬇ 📖 1. Napoleon Bonaparte – Invasi Rusia 1812 Latar Belakang: Napoleon saat itu menguasai hampir seluruh Eropa. Namun, Rusia di bawah Tsar Alexander I melanggar Continental System (blokade ekonomi terhadap Inggris). Napoleon lalu memutuskan menyerang Rusia. Jumlah Pasukan: Ia membawa Grand Armée lebih dari 600.000 tentara dari berbagai negara Eropa. Perjalanan ke Moskow: Napoleon menang di beberapa pertempuran (misalnya Pertempuran Borodino, September 1812), tetapi Rusia memakai taktik “scorched earth” (membakar desa, ladang, dan perbekalan sebelum ditinggalkan). Saat Napoleon masuk Moskow, kota itu dibakar, sehingga ia tidak mendapat logistik yang dibutuhkan. Musim Dingin Rusia: Musim dingin 1812 sangat keras, suhu bisa mencapai -30°C. Tentara Napoleon tidak siap (minim pakaian musim dingin, kelaparan, penyakit). Kuda-kuda mati, artileri tertinggal, dan moral hancur. Akhirnya Mundur: Dari 600.000 pasukan, hanya sekitar 100.000 yang selamat. Kekalahan ini menjadi awal kejatuhan kekaisaran Napoleon. --- 📖 2. Field Marshal Fedor von Bock – Operasi Barbarossa 1941 Latar Belakang: Adolf Hitler memerintahkan invasi Uni Soviet pada 22 Juni 1941. Field Marshal Fedor von Bock memimpin Army Group Center, yang menjadi ujung tombak menuju Moskow. Awal Invasi: Wehrmacht maju cepat, menang dalam pertempuran besar, dan berhasil mengepung serta menghancurkan ratusan ribu tentara Soviet di Minsk dan Smolensk. Hampir Menang di Moskow: Pada Oktober 1941, Jerman melancarkan Operation Typhoon untuk merebut Moskow. Pasukan von Bock hanya sekitar 30 km dari ibu kota Soviet. Masalah Logistik & Musim Dingin: Jalanan berlumpur (rasputitsa) memperlambat tank Jerman. Begitu musim dingin datang (sampai -40°C), pasukan Jerman tidak punya pakaian musim dingin. Mesin tank membeku, senjata macet, dan prajurit menderita radang dingin. Kontra-Serangan Soviet: Pada Desember 1941, Tentara Merah yang dipimpin oleh Jenderal Georgy Zhukov melancarkan serangan balik besar. Pasukan von Bock terpukul mundur. Akhir Kariernya: Hitler memecat von Bock dari komando Army Group Center pada Desember 1941. Ia tidak pernah kembali memimpin operasi besar. --- ✨ Kesamaan Napoleon & Von Bock 1. Sama-sama maju terlalu jauh ke Rusia/Uni Soviet. 2. Sama-sama tidak siap menghadapi musim dingin Rusia. 3. Mengalami masalah logistik (makanan, bahan bakar, pakaian). 4. Mengalami korban besar meski sempat unggul di awal. 5. Kekalahan mereka menjadi titik balik penting dalam sejarah: Napoleon → awal runtuhnya Kekaisaran Prancis. Jerman → awal kegagalan menaklukkan Uni Soviet. #Napoleon #Military #History #ww2 #fyppppppppppppppppppppppp
|| Laper bnget jier🗿🥀 || Penjelasan dibawah ⬇⬇⬇ 📖 1. Napoleon Bonaparte – Invasi Rusia 1812 Latar Belakang: Napoleon saat itu menguasai hampir seluruh Eropa. Namun, Rusia di bawah Tsar Alexander I melanggar Continental System (blokade ekonomi terhadap Inggris). Napoleon lalu memutuskan menyerang Rusia. Jumlah Pasukan: Ia membawa Grand Armée lebih dari 600.000 tentara dari berbagai negara Eropa. Perjalanan ke Moskow: Napoleon menang di beberapa pertempuran (misalnya Pertempuran Borodino, September 1812), tetapi Rusia memakai taktik “scorched earth” (membakar desa, ladang, dan perbekalan sebelum ditinggalkan). Saat Napoleon masuk Moskow, kota itu dibakar, sehingga ia tidak mendapat logistik yang dibutuhkan. Musim Dingin Rusia: Musim dingin 1812 sangat keras, suhu bisa mencapai -30°C. Tentara Napoleon tidak siap (minim pakaian musim dingin, kelaparan, penyakit). Kuda-kuda mati, artileri tertinggal, dan moral hancur. Akhirnya Mundur: Dari 600.000 pasukan, hanya sekitar 100.000 yang selamat. Kekalahan ini menjadi awal kejatuhan kekaisaran Napoleon. --- 📖 2. Field Marshal Fedor von Bock – Operasi Barbarossa 1941 Latar Belakang: Adolf Hitler memerintahkan invasi Uni Soviet pada 22 Juni 1941. Field Marshal Fedor von Bock memimpin Army Group Center, yang menjadi ujung tombak menuju Moskow. Awal Invasi: Wehrmacht maju cepat, menang dalam pertempuran besar, dan berhasil mengepung serta menghancurkan ratusan ribu tentara Soviet di Minsk dan Smolensk. Hampir Menang di Moskow: Pada Oktober 1941, Jerman melancarkan Operation Typhoon untuk merebut Moskow. Pasukan von Bock hanya sekitar 30 km dari ibu kota Soviet. Masalah Logistik & Musim Dingin: Jalanan berlumpur (rasputitsa) memperlambat tank Jerman. Begitu musim dingin datang (sampai -40°C), pasukan Jerman tidak punya pakaian musim dingin. Mesin tank membeku, senjata macet, dan prajurit menderita radang dingin. Kontra-Serangan Soviet: Pada Desember 1941, Tentara Merah yang dipimpin oleh Jenderal Georgy Zhukov melancarkan serangan balik besar. Pasukan von Bock terpukul mundur. Akhir Kariernya: Hitler memecat von Bock dari komando Army Group Center pada Desember 1941. Ia tidak pernah kembali memimpin operasi besar. --- ✨ Kesamaan Napoleon & Von Bock 1. Sama-sama maju terlalu jauh ke Rusia/Uni Soviet. 2. Sama-sama tidak siap menghadapi musim dingin Rusia. 3. Mengalami masalah logistik (makanan, bahan bakar, pakaian). 4. Mengalami korban besar meski sempat unggul di awal. 5. Kekalahan mereka menjadi titik balik penting dalam sejarah: Napoleon → awal runtuhnya Kekaisaran Prancis. Jerman → awal kegagalan menaklukkan Uni Soviet. #Napoleon #Military #History #ww2 #fyppppppppppppppppppppppp

About