@mbahbenkebutuhanpetani: cara mengobati penyakit blas hawar daun bakteri pada tanaman padi #blas #hawardaun #fungisida #padi

mbah ben
mbah ben
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 28 December 2024 10:21:41 GMT
144156
934
57
188

Music

Download

Comments

wong85072
wong :
sepertinya itu hawar pelepah,bukan hawar daun bakteri
2024-12-29 08:24:54
3
irpan.barokah
Irpan Barokah :
Belinda demand? haryana berapa?
2025-01-01 15:16:33
2
48rul.as
asrul :
Tridium bakterisida juga kh mbah?, atau cara kerjanya kayak nativo mencegah bakteri?
2024-12-31 04:43:20
1
richoco_77
bisa aja :
gimn klau di semprot kan di batang bang
2026-01-04 10:57:01
0
semuelsamuel475
Semuel Samuel :
penyakit ini sering di temukan gejalanya di lapangan
2026-01-09 05:13:40
0
masbudi1577
mbok Kas :
itu sundep pak..
2024-12-30 11:49:37
2
joen6904908537309
joen 123 :
tridium berbahan aktif apa ajh mas
2025-01-02 07:58:09
1
gibran.dwiki6
Gibran Dwiki :
kranjang kuning
2024-12-29 11:43:01
2
aprilanto24
aprilianto24 :
filia terbukti ampuh👍👍👍
2024-12-29 05:45:17
0
istiyah383
Deti :
aq mau beli
2025-01-01 03:41:51
1
asulemu
michat plat S :
beasun elit🔥🔥
2024-12-31 23:48:39
0
asepasep0524
asepasep0524 :
cara pesan nya gimana bang
2025-01-02 23:56:24
1
timbol_22
timbol :
pakai copside bisa nggak om
2025-09-23 04:31:30
0
satunama185
., :
mulai umur berapa untuk pncegahannya
2026-04-07 00:29:00
0
kardii_123
sukardi :
padiku seperti itu penyakit apa namanya
2026-01-05 07:53:20
0
aekhula2
aekhula :
bisa d campur dengat obat lain pak
2025-11-13 15:41:55
0
richoco_77
bisa aja :
klau SDH berbuah nunduk kena penyakit bakteri gimna bang,masih bisa di spray nggak bang
2026-01-04 02:04:57
0
rosaliriselrisel
Rosali Risel Risel :
punya ku lagi bunting trus di sprai make Nordox bisa gak pak
2026-01-23 16:09:49
0
cah_mbulet27
BYNNNNNNNNN :
🗿
2026-01-16 00:39:34
1
wahyu.agung495
Wahyu Agung :
🥰
2025-12-16 10:05:38
1
samsulbahribahri78
samsulbahribahri78 :
👍
2025-10-22 14:58:31
1
dandykstv
DandyKSTV :
😁
2025-02-02 15:40:24
1
leo124316
saya11 :
🥰🥰🥰
2025-01-02 13:17:39
1
da.elisa1
Da Elisa :
👍👍👍
2024-12-29 11:21:39
1
kalinotnot
Notnot :
😁😁😁
2024-12-28 14:18:37
1
To see more videos from user @mbahbenkebutuhanpetani, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pendidikan yang paling sulit bukanlah menguasai banyak ilmu, melainkan mendidik diri sendiri. Seseorang dapat menghabiskan bertahun-tahun belajar di ruang kelas, memperoleh gelar yang tinggi, bahkan dikenal karena kecerdasannya. Namun semua itu belum tentu menjadikannya manusia yang bijaksana. Kedewasaan sejati lahir ketika hati mampu menundukkan kesombongan, pikiran tetap terbuka untuk belajar, dan perilaku mencerminkan kemuliaan akhlak. Karakter yang baik tidak muncul dengan sendirinya, tetapi dibentuk melalui latihan yang terus-menerus. Hati yang tidak dididik akan mudah merasa lebih tinggi daripada orang lain. Kesombongan sering kali tidak tampak dalam bentuk kata-kata yang lantang, tetapi hadir dalam sikap yang meremehkan, enggan mendengar pendapat orang lain, atau merasa diri selalu paling benar. Padahal setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hari ini seseorang berada di atas, esok bisa saja berada di bawah. Kesadaran bahwa segala kelebihan hanyalah titipan akan menjaga hati tetap rendah, sekaligus membuat kita lebih mudah menghormati sesama. Mata juga perlu dididik agar tidak terbiasa menghakimi hanya dari apa yang terlihat. Kehidupan seseorang tidak pernah selesai dalam satu pandangan. Orang yang tampak sederhana bisa memiliki kemuliaan hati yang luar biasa, sementara mereka yang tampak berhasil belum tentu memiliki ketenangan batin. Terlalu cepat menilai orang lain hanya akan melahirkan prasangka dan menjauhkan kita dari sikap adil. Mata yang bijaksana tidak sibuk mencari kekurangan orang lain, tetapi lebih sering bercermin untuk melihat apa yang masih perlu diperbaiki dalam diri sendiri. Tidak kalah penting adalah mendidik lisan. Banyak hubungan yang rusak bukan karena kebencian yang besar, melainkan karena kata-kata yang diucapkan tanpa dipikirkan. Ucapan yang tajam dapat meninggalkan luka yang bertahan jauh lebih lama daripada luka fisik. Sebaliknya, kata-kata yang baik mampu menjadi penyejuk bagi hati yang sedang rapuh. Berbicara bukan sekadar menyampaikan isi pikiran, tetapi juga menunjukkan kualitas jiwa seseorang. Semakin dewasa seseorang, semakin ia memahami bahwa tidak semua yang benar harus diucapkan dengan cara yang menyakitkan. Manusia yang benar-benar mulia bukanlah mereka yang paling kaya, paling terkenal, atau paling berkuasa, melainkan mereka yang mampu menjaga kebersihan hati, kejernihan cara memandang, dan kelembutan tutur katanya. Ketika hati terbebas dari kesombongan, mata terbiasa melihat manusia dengan kasih, dan lisan menjadi sumber kebaikan, kehadiran seseorang akan menghadirkan ketenangan bagi siapa pun di sekitarnya. Sebab warisan terbaik yang dapat ditinggalkan bukan hanya keberhasilan, melainkan akhlak yang membuat orang lain merasa dihargai, dimuliakan, dan diperlakukan sebagai sesama manusia.
Pendidikan yang paling sulit bukanlah menguasai banyak ilmu, melainkan mendidik diri sendiri. Seseorang dapat menghabiskan bertahun-tahun belajar di ruang kelas, memperoleh gelar yang tinggi, bahkan dikenal karena kecerdasannya. Namun semua itu belum tentu menjadikannya manusia yang bijaksana. Kedewasaan sejati lahir ketika hati mampu menundukkan kesombongan, pikiran tetap terbuka untuk belajar, dan perilaku mencerminkan kemuliaan akhlak. Karakter yang baik tidak muncul dengan sendirinya, tetapi dibentuk melalui latihan yang terus-menerus. Hati yang tidak dididik akan mudah merasa lebih tinggi daripada orang lain. Kesombongan sering kali tidak tampak dalam bentuk kata-kata yang lantang, tetapi hadir dalam sikap yang meremehkan, enggan mendengar pendapat orang lain, atau merasa diri selalu paling benar. Padahal setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hari ini seseorang berada di atas, esok bisa saja berada di bawah. Kesadaran bahwa segala kelebihan hanyalah titipan akan menjaga hati tetap rendah, sekaligus membuat kita lebih mudah menghormati sesama. Mata juga perlu dididik agar tidak terbiasa menghakimi hanya dari apa yang terlihat. Kehidupan seseorang tidak pernah selesai dalam satu pandangan. Orang yang tampak sederhana bisa memiliki kemuliaan hati yang luar biasa, sementara mereka yang tampak berhasil belum tentu memiliki ketenangan batin. Terlalu cepat menilai orang lain hanya akan melahirkan prasangka dan menjauhkan kita dari sikap adil. Mata yang bijaksana tidak sibuk mencari kekurangan orang lain, tetapi lebih sering bercermin untuk melihat apa yang masih perlu diperbaiki dalam diri sendiri. Tidak kalah penting adalah mendidik lisan. Banyak hubungan yang rusak bukan karena kebencian yang besar, melainkan karena kata-kata yang diucapkan tanpa dipikirkan. Ucapan yang tajam dapat meninggalkan luka yang bertahan jauh lebih lama daripada luka fisik. Sebaliknya, kata-kata yang baik mampu menjadi penyejuk bagi hati yang sedang rapuh. Berbicara bukan sekadar menyampaikan isi pikiran, tetapi juga menunjukkan kualitas jiwa seseorang. Semakin dewasa seseorang, semakin ia memahami bahwa tidak semua yang benar harus diucapkan dengan cara yang menyakitkan. Manusia yang benar-benar mulia bukanlah mereka yang paling kaya, paling terkenal, atau paling berkuasa, melainkan mereka yang mampu menjaga kebersihan hati, kejernihan cara memandang, dan kelembutan tutur katanya. Ketika hati terbebas dari kesombongan, mata terbiasa melihat manusia dengan kasih, dan lisan menjadi sumber kebaikan, kehadiran seseorang akan menghadirkan ketenangan bagi siapa pun di sekitarnya. Sebab warisan terbaik yang dapat ditinggalkan bukan hanya keberhasilan, melainkan akhlak yang membuat orang lain merasa dihargai, dimuliakan, dan diperlakukan sebagai sesama manusia.

About