@expanded_universe_edits: Empire Wins! #starwarsedit #starwars #starwarsjedi #starwarsclonewars #darthvader #starwarsdarthvader #thrawn #grandadmiralthrawn #battleofjabiim #altostratus #jediorder #galacticempire #darthsidiousedit

expandeduniverse
expandeduniverse
Open In TikTok:
Region: TR
Sunday 19 January 2025 19:14:51 GMT
3697
111
2
4

Music

Download

Comments

michael132007
Michael💎 :
We really comparing a ground forces commander to a navy commander?
2025-09-16 18:18:09
6
darth_foxtis
ꪻꫝ᥅ꪖ᭙ꪀ ꫀꪀ꠹ꪮꪗꫀ᥅ :
W
2025-01-20 13:39:52
3
To see more videos from user @expanded_universe_edits, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov  “Kak Jake… udah sayang sama aku belum?” Kalimat itu keluar begitu saja, ringan, seolah bukan sesuatu yang kamu ulang hampir setiap hari. Tanganmu menyodorkan tumbler favoritmu—bening, dengan potongan lemon tipis di dalamnya—tepat saat dia baru selesai latihan. Napasnya masih berat, jersey basketnya sedikit basah di bagian leher. Jake berhenti, menatap sebentar, lalu mengambil tumbler itu. “Thanks.” Dia minum dua teguk, tumbler dikembalikan ke tanganmu tanpa benar-benar menatap. Lalu dia pergi begitu saja—seolah pertanyaanmu barusan nggak pernah ada. ~~~ Sunyi satu detik, dua detik—lalu, “Anjir.. cuek banget sih dia?!” Clara langsung nyamber lenganmu, matanya melebar dramatis, sementara Rachel cuma geleng-geleng dari samping dengan tangan nyilang di dada. “Mau sampai kapan sih lo ngejar Kak Jake?” suara Rachel datar, tapi nyindir jelas. Kamu masih berdiri di tempat yang sama, mata ngikutin punggung Jake yang makin jauh, dan senyum kecil muncul tanpa sempat kamu tahan. “Sampai gue bisa dapetin dia.” Clara langsung menghela napas panjang, sementara Rachel ngedik sedikit ke arah tribun samping lapangan. “Coba deh lo liat ke sana.” Kamu noleh, dan—ya, seperti biasa—sekelompok cowok langsung berubah mode begitu mata kalian ketemu. Ada yang pura-pura stretching padahal matanya ke kamu, ada yang tiba-tiba jadi benerin rambut, ada juga yang langsung berdiri lebih tegak seolah berusaha kelihatan paling layak kamu lirik. Rachel mendecak pelan. “Lo tinggal tunjuk satu aja, dan mereka bukan cuma nggak bakal nolak—mereka bakal bersyukur bisa dipilih sama lo.” Nggak salah juga sih, karena kamu adalah Y/n—nama yang terlalu sering seliweran di timeline orang-orang. Entah dari video TikTok yang tembus jutaan views, campaign skincare yang billboard-nya terpampang di jalan utama kota. Sampai gosip kecil di sekolah yang entah kenapa selalu muter di sekitar kamu. Cantik sudah pasti, kaya semua orang juga tahu, dan di sekolah kamu punya sesuatu yang bahkan lebih absurd dari itu semua. P3—Paguyuban Pemuja Princess Y/n. Sekumpulan cowok yang secara tidak resmi—tapi sangat terlihat—mendedikasikan diri mereka untuk mengagumi kamu dari jauh. Tapi dari semua itu—dari semua tatapan, semua perhatian, semua yang bisa kamu dapatkan cuma dengan satu langkah kecil—fokusmu tetap jatuh ke satu orang—Jake. Dia nggak pernah lihat kamu seperti yang lain lihat kamu, nggak pernah ikut heboh, nggak pernah tertarik. Dan mungkin itu satu-satunya alasan kenapa kamu bisa tergila-gila sama dia. ~~~ Ruang OSIS siang itu lebih tegang dari biasanya. Kertas berserakan di meja, laptop terbuka dengan spreadsheet anggaran yang belum juga menemukan titik aman. “Ini nggak masuk akal.” Kamu menyandarkan punggung ke kursi, santai—padahal semua mata di ruangan itu jelas lagi fokus ke kamu. “Ratecard aku segitu di mana pun. Event lain juga bayar segitu.” Sunghoon menarik napas pelan, berusaha tetap tenang meskipun jelas terlihat dia mulai kehabisan cara. “Kita ngerti, tapi ini acara sekolah. Kita harapnya kamu bisa bantu.” Ucapnya hati-hati. “Aku bantu,” potongmu cepat, alis sedikit terangkat. “Aku datang, aku perform, aku bawa crowd. Itu udah bantu.” Jay yang dari tadi duduk sambil muter pulpen akhirnya bersandar ke belakang, menatapmu dengan setengah senyum yang jelas-jelas bukan ramah. “Empat puluh juta buat satu MC?” dia berdecak pelan. “Kita bukan ngundang artis nasional, Princess.” Kamu tersenyum tipis. “Makanya jangan pakai aku.” Sunghoon menutup map di depannya, sedikit lebih keras dari sebelumnya. “Kita bukan nggak mau bayar. Tapi budget kita nggak nutup kalau harus segitu. Kita masih harus mikirin panggung, sound, talent lain—” “Berarti bukan aku yang harus diturunin, tapi ekspektasi kalian.” Sahutmu santai. Satu kalimat yang bikin suasana langsung turun beberapa derajat. Jay ketawa pendek, nggak percaya. “Gila sih… bener-bener Princess banget.” ‼️Kalau lanjutan di komentar hilang.. Langsung ke saluran aku aja (Link di bio atau dm me) #Jake #simjaeyun #enhypen #enhypenau
#pov “Kak Jake… udah sayang sama aku belum?” Kalimat itu keluar begitu saja, ringan, seolah bukan sesuatu yang kamu ulang hampir setiap hari. Tanganmu menyodorkan tumbler favoritmu—bening, dengan potongan lemon tipis di dalamnya—tepat saat dia baru selesai latihan. Napasnya masih berat, jersey basketnya sedikit basah di bagian leher. Jake berhenti, menatap sebentar, lalu mengambil tumbler itu. “Thanks.” Dia minum dua teguk, tumbler dikembalikan ke tanganmu tanpa benar-benar menatap. Lalu dia pergi begitu saja—seolah pertanyaanmu barusan nggak pernah ada. ~~~ Sunyi satu detik, dua detik—lalu, “Anjir.. cuek banget sih dia?!” Clara langsung nyamber lenganmu, matanya melebar dramatis, sementara Rachel cuma geleng-geleng dari samping dengan tangan nyilang di dada. “Mau sampai kapan sih lo ngejar Kak Jake?” suara Rachel datar, tapi nyindir jelas. Kamu masih berdiri di tempat yang sama, mata ngikutin punggung Jake yang makin jauh, dan senyum kecil muncul tanpa sempat kamu tahan. “Sampai gue bisa dapetin dia.” Clara langsung menghela napas panjang, sementara Rachel ngedik sedikit ke arah tribun samping lapangan. “Coba deh lo liat ke sana.” Kamu noleh, dan—ya, seperti biasa—sekelompok cowok langsung berubah mode begitu mata kalian ketemu. Ada yang pura-pura stretching padahal matanya ke kamu, ada yang tiba-tiba jadi benerin rambut, ada juga yang langsung berdiri lebih tegak seolah berusaha kelihatan paling layak kamu lirik. Rachel mendecak pelan. “Lo tinggal tunjuk satu aja, dan mereka bukan cuma nggak bakal nolak—mereka bakal bersyukur bisa dipilih sama lo.” Nggak salah juga sih, karena kamu adalah Y/n—nama yang terlalu sering seliweran di timeline orang-orang. Entah dari video TikTok yang tembus jutaan views, campaign skincare yang billboard-nya terpampang di jalan utama kota. Sampai gosip kecil di sekolah yang entah kenapa selalu muter di sekitar kamu. Cantik sudah pasti, kaya semua orang juga tahu, dan di sekolah kamu punya sesuatu yang bahkan lebih absurd dari itu semua. P3—Paguyuban Pemuja Princess Y/n. Sekumpulan cowok yang secara tidak resmi—tapi sangat terlihat—mendedikasikan diri mereka untuk mengagumi kamu dari jauh. Tapi dari semua itu—dari semua tatapan, semua perhatian, semua yang bisa kamu dapatkan cuma dengan satu langkah kecil—fokusmu tetap jatuh ke satu orang—Jake. Dia nggak pernah lihat kamu seperti yang lain lihat kamu, nggak pernah ikut heboh, nggak pernah tertarik. Dan mungkin itu satu-satunya alasan kenapa kamu bisa tergila-gila sama dia. ~~~ Ruang OSIS siang itu lebih tegang dari biasanya. Kertas berserakan di meja, laptop terbuka dengan spreadsheet anggaran yang belum juga menemukan titik aman. “Ini nggak masuk akal.” Kamu menyandarkan punggung ke kursi, santai—padahal semua mata di ruangan itu jelas lagi fokus ke kamu. “Ratecard aku segitu di mana pun. Event lain juga bayar segitu.” Sunghoon menarik napas pelan, berusaha tetap tenang meskipun jelas terlihat dia mulai kehabisan cara. “Kita ngerti, tapi ini acara sekolah. Kita harapnya kamu bisa bantu.” Ucapnya hati-hati. “Aku bantu,” potongmu cepat, alis sedikit terangkat. “Aku datang, aku perform, aku bawa crowd. Itu udah bantu.” Jay yang dari tadi duduk sambil muter pulpen akhirnya bersandar ke belakang, menatapmu dengan setengah senyum yang jelas-jelas bukan ramah. “Empat puluh juta buat satu MC?” dia berdecak pelan. “Kita bukan ngundang artis nasional, Princess.” Kamu tersenyum tipis. “Makanya jangan pakai aku.” Sunghoon menutup map di depannya, sedikit lebih keras dari sebelumnya. “Kita bukan nggak mau bayar. Tapi budget kita nggak nutup kalau harus segitu. Kita masih harus mikirin panggung, sound, talent lain—” “Berarti bukan aku yang harus diturunin, tapi ekspektasi kalian.” Sahutmu santai. Satu kalimat yang bikin suasana langsung turun beberapa derajat. Jay ketawa pendek, nggak percaya. “Gila sih… bener-bener Princess banget.” ‼️Kalau lanjutan di komentar hilang.. Langsung ke saluran aku aja (Link di bio atau dm me) #Jake #simjaeyun #enhypen #enhypenau

About