@amiralimobileshop: vivo y18 4/128 Rs25000 | #vivo #vivoy18 #y18 3, #amiralimobileshop #techtok #Tech #2k24model #fyp #4u

عامر علی موبائل شاپ ملتان
عامر علی موبائل شاپ ملتان
Open In TikTok:
Region: PK
Thursday 30 January 2025 06:06:41 GMT
227475
9734
86
210

Music

Download

Comments

muhammad.fahad134
Muhammad Fahad :
iska front cmra ksa h please agr ksi ny use kia tu btaeye ga
2025-02-22 16:36:26
1
maher.ali3573
🖤🥂 :
iski price different q h koi 38k ka keh Ra to koi 35k or apny 20k why???
2025-10-20 17:15:47
0
nakeebullahsn
Shakir 😘NS🥂 Jind ❤️‍🩹😘 :
23
2025-12-05 03:20:57
0
mrsaqibawan1
ح🦋 :
me ne 38 ka
2025-02-22 07:03:03
0
arsal.asif6
Arsal Asif :
35000 ka acha chl rha
2025-02-26 10:57:34
0
fatima.pathan456
Fatima Khan :
35k price hia 25k galt
2025-02-24 13:21:34
0
awais.king4542
☝️AWAIS MIR☝️ :
yar koyi fallow and like karo
2025-03-28 19:17:28
0
salmanwaheed37
M Salman 🥰🥰 :
shop Kahan p hu
2025-02-24 04:38:39
0
malikbilalkhakhi3350gmai
Biلal مظفر گڑھی 🙌🏻 :
bhi vivo v21e ki kia price hy
2025-02-22 12:01:56
1
rana.ahsan417
Rana Ahsan :
for sale Vivo y19s 6+6 128 11 month warranty with complete box
2025-03-18 14:03:57
0
ahsanmojibi
💞💞طَالِبُ الْمَدْرَسَۃِ💞💞 :
سیم موبایل
2025-02-25 14:21:04
0
cuttingstitching1
cutting ✂️ stitching :
many 40 ka liya
2025-02-22 18:47:23
0
shadab.khan935
𝓯𝓪𝓭𝓲𝓲 𝓶𝓪𝓵𝓲𝓴 :
y18
2025-03-01 03:00:39
0
kayla.nadifa.alma50
𝙉𝙖𝙙𝙞𝙛𝙖@ :
sama punya ku
2025-04-08 17:51:07
0
egha.fauziah
egha fauziah :
sma kaya aku
2025-02-26 06:29:10
0
umairkhan1..0
▄︻デ𝖀𝖒𝖆𝖎𝖗 𝖐𝖍𝖆𝖓 1══━ :
for sal ha
2026-08-17 04:44:33
0
muzamil.baloch301
❤️مزملメلاشاری🤘 :
2025-11-03 12:44:14
0
user802882495
🌹AHMAD🌹 :
🌹🌹
2025-03-28 23:58:23
0
shabidon46
😎 jindeka شعیب 😎 :
🥺
2025-07-13 06:37:09
0
balochabdulrazzaq110
🅺🅷🅰🅽🆉🅰🅰🅳🅰 🅱🅰🅻🅾🅲? :
♥️
2025-06-30 16:49:21
0
user834528792325
Mohsain imran :
🥰🥰🥰
2025-03-30 11:37:54
0
ramge.don
Ramge 804 :
🥰🥰🥰
2025-09-17 06:33:44
0
imen.narejo
Ameen Narejo :
❣️❣️❣️
2025-03-27 08:15:40
0
abubaker.sad.boy0
ABUBAKER ❤️‍🩹 :
🥰🥰🥰
2025-03-25 23:12:48
0
yaqeen.khan.kharos
Yaqeen khan khros :
🥰🥰🥰
2025-02-23 22:27:26
0
To see more videos from user @amiralimobileshop, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pangjie berjalan menuju gedung Teknik Industri dengan langkah yang jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Kopi kesayangannya masih berada di tangan, tetapi suasana hatinya sudah benar-benar hancur. Pagi yang seharusnya menjadi awal kecil untuk memperbaiki mood-nya berubah menjadi kekacauan hanya karena satu orang. Untuk sekali ini, ia ingin memberikan kesempatan kepada dirinya sendiri untuk merasa senang sebelum kembali dihantam tugas-tugas Teknik Industrinya. Namun semua rencana itu hancur hanya karena seorang mahasiswi yang berjalan seperti sedang dikejar hantu. Lebih menyebalkannya lagi, perempuan itu tidak terlihat benar-benar merasa bersalah. Pangjie mengingat kembali kalimat terakhirnya. “Mau dinikahin?” Wajahnya langsung memerah karena kesal. Sangat kesal. Langkah Pangjie semakin cepat. Wajah cantiknya yang biasanya terlihat lembut kini berubah menjadi wajah seseorang yang sedang menyimpan dendam kepada seluruh dunia dan se isinya. Pangjie tidak langsung masuk kelas. Ia berbelok menuju kamar mandi. Pangjie berjalan menuju salah satu wastafel, meletakkan kopinya, lalu menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. Pangjie menghela napas panjang. Hari ini seharusnya menyenangkan. Namun sekarang ia hanya merasa bodoh karena membiarkan seorang perempuan asing merusak suasana hatinya. Dadanya terasa sesak oleh rasa kesal yang sejak tadi ia tahan. Pangjie mencoba menarik napas. Tidak berhasil. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia mengusap sudut matanya dengan cepat, seolah kesal karena tubuhnya sendiri ikut memperburuk keadaan. Air mata akhirnya jatuh, Bukan karena tabrakan itu menyakitkan untuknya. Pangjie hanya sedang terlalu lelah, Terlalu lama merasa salah jurusan, Terlalu lama memaksa dirinya menjalani sesuatu yang tidak ia sukai. Dan pagi itu, ketika ia akhirnya mencoba melakukan sesuatu yang sederhana untuk membuat dirinya bahagia, semuanya justru berantakan. Tangisnya semakin deras. Pangjie menundukkan kepala di depan wastafel sambil mengusap wajahnya berkali-kali. Ia membenci kenyataan bahwa dirinya menangis hanya karena kejadian sekecil itu. Lebih dari semuanya, ia membenci perempuan itu karena berhasil membuatnya merasa seperti ini. - Di tempat lain, Mable akhirnya sampai di laboratorium Teknik Mesin. Ia hampir menabrak sebuah meja, kemudian menabrak seseorang.
Pangjie berjalan menuju gedung Teknik Industri dengan langkah yang jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Kopi kesayangannya masih berada di tangan, tetapi suasana hatinya sudah benar-benar hancur. Pagi yang seharusnya menjadi awal kecil untuk memperbaiki mood-nya berubah menjadi kekacauan hanya karena satu orang. Untuk sekali ini, ia ingin memberikan kesempatan kepada dirinya sendiri untuk merasa senang sebelum kembali dihantam tugas-tugas Teknik Industrinya. Namun semua rencana itu hancur hanya karena seorang mahasiswi yang berjalan seperti sedang dikejar hantu. Lebih menyebalkannya lagi, perempuan itu tidak terlihat benar-benar merasa bersalah. Pangjie mengingat kembali kalimat terakhirnya. “Mau dinikahin?” Wajahnya langsung memerah karena kesal. Sangat kesal. Langkah Pangjie semakin cepat. Wajah cantiknya yang biasanya terlihat lembut kini berubah menjadi wajah seseorang yang sedang menyimpan dendam kepada seluruh dunia dan se isinya. Pangjie tidak langsung masuk kelas. Ia berbelok menuju kamar mandi. Pangjie berjalan menuju salah satu wastafel, meletakkan kopinya, lalu menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. Pangjie menghela napas panjang. Hari ini seharusnya menyenangkan. Namun sekarang ia hanya merasa bodoh karena membiarkan seorang perempuan asing merusak suasana hatinya. Dadanya terasa sesak oleh rasa kesal yang sejak tadi ia tahan. Pangjie mencoba menarik napas. Tidak berhasil. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia mengusap sudut matanya dengan cepat, seolah kesal karena tubuhnya sendiri ikut memperburuk keadaan. Air mata akhirnya jatuh, Bukan karena tabrakan itu menyakitkan untuknya. Pangjie hanya sedang terlalu lelah, Terlalu lama merasa salah jurusan, Terlalu lama memaksa dirinya menjalani sesuatu yang tidak ia sukai. Dan pagi itu, ketika ia akhirnya mencoba melakukan sesuatu yang sederhana untuk membuat dirinya bahagia, semuanya justru berantakan. Tangisnya semakin deras. Pangjie menundukkan kepala di depan wastafel sambil mengusap wajahnya berkali-kali. Ia membenci kenyataan bahwa dirinya menangis hanya karena kejadian sekecil itu. Lebih dari semuanya, ia membenci perempuan itu karena berhasil membuatnya merasa seperti ini. - Di tempat lain, Mable akhirnya sampai di laboratorium Teknik Mesin. Ia hampir menabrak sebuah meja, kemudian menabrak seseorang. "Astaga!" ucap seseorang menahan bahunya. Mable mendongak. Angie berdiri di depannya dengan kedua tangan bertolak pinggang. Di sebelahnya, Zara sudah memasang ekspresi kesal. "Kamu dari mana saja?" Zara melirik jam. "Praktikum sebentar lagi mulai." Angie ikut mengomel. "Kalau telat lagi, jangan berharap kami akan menyelamatkanmu." Mable yang masih ngos-ngosan hanya mengangkat tangan, meminta mereka berhenti. Kemudian ia tersenyum. "Aku mengalami tragedi." Angie mengerutkan kening. Zara menatapnya curiga. "Tragedi?" Mable mengangguk dengan sangat serius. "Tragedi dengan gadis pink." Kedua sahabatnya terdiam. Mereka saling menatap. Lalu kembali menatap Mable. "Gadis pink?" Mable mengangguk lagi. Ia tampak begitu yakin seolah baru saja mengalami kejadian paling bersejarah dalam hidupnya. Angie hampir membuka mulut untuk bertanya lebih jauh. Namun sebelum pertanyaan itu keluar, suara langkah kaki terdengar dari pintu laboratorium. Dosen mereka masuk. Angie dan Zara terpaksa menghentikan interogasi mereka. Mable duduk di kursinya dengan santai, Matanya memandang ke depan, Senyumnya muncul lagi. Di dalam kepalanya, ia kembali melihat perempuan dengan pakaian serba pink itu. Terutama ketika Pangjie menghentakkan kakinya dengan wajah merah karena marah. Mable menahan tawa, Pemandangan itu terasa lucu, Menggemaskan. Ia bahkan tidak tahu nama perempuan itu. Namun Mable sudah memberinya julukan. “Gadis Pink.” #au #blejie #wlw #fyp

About